Komponen Teknis Budidaya Tanaman

Komponen Teknis Budidaya Tanaman

Teknis budidaya merupakan salah satu aspek yang paling penting di dalam pertanian. Teknis budidaya memungkinkan palaku pertanian memilih ataupun mengatur pertaniannya agar memperoleh hasil yang diharapan. Teknis budidaya merupakan serangkaian kegiatan yang harus dilakukan agar tanaman yang di budidayakan dapat memberika hasil yang maksimal. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam teknis budidaya tanaman secara umum adalah sebagai berikut: 

1. Penyiapan bahan tanam 

Bahan tanam merupakan segala sesuatu yang digunakan sebagai bahan untuk ditumbuhkan menjadi tanaman yang pada akhirnya dapat diambil bagian-bagiannya sebagai panenan (hasil). Bahan tanam bisa berasal dari biji (benih) atau juga bisa berasal dari bagaian tanaman lain (akar, batang, daun, atau jaringan tanaman). Bahan tanam yang berasal dari benih ataupun bibit hendaknya adalah yang berkualitas sehingga hasilnya juga berkualitas. 

Benih berkualitas adalah benih yang berasal dari kualitas unggul yang memiliki kelebihan daripada benih dari varietas lain. Untuk bahan tanam berasal dari bibit, maka dipilih bibit dari tanaman induk yang juga berkualitas. Tanaman induk yang berkualias memenuhi syarat-syarat: berproduksi tinggi, hasil berkualitas baik, tanaman sehat dan tidak terserang hama, umur optimum, dan ifat-sifat bainya dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. 

2. Pengolahan tanah 

Pengolahan tanah merupakan usaha agar tanah tempat media tumbih tanaman dapat sesuai untuk syarat tumbuh tanaman sehingga pertumbuhan tanaman optimal dan dapat memberikan hasil yang maksimal. Secara umum, tujuan pengolahan tanah adalah: memperbaiki sifat fisika tanah, mengendalikan gulma, menambah bahan organik, meningkatkan infiltrasi air hujan, meningkatkan penyimpanan lengas tanah, meningkatkan ketersediaan hara, dan memperkecil aliran air limpasan. 

Pengolahan tanah tergantung jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk tanaman semusim, pengolahan tanah hanya dilakukan pada permukaan tanah dengan keteblan 1- 20 cm. Untuk tanaman tahunan, pengolahan tanah bisa lebih dapam lagi yaitu antara 60- 100 cm. 

3. Penanaman 

Bahan tanam dapat langsung ditanam di lahan atau dapat juga dapat disemaikan terlebih dahulu. Tanaman dengan biji kecil memiliki resiko untuk tidak tumbuh atau tumbuh dan tidak serentak ketika langsung ditanam di lahan. Oleh karena itu hendaknya tanaman dengan asal bahan tanam biji, disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di lahan. Pada tanaman tahunan, benih disemai terlebih dahulu dilanjutkan dengan pembibitan, dan ketika berusia 1-2 tahun, baru tanaman ditanam di lapangan. 

4. Pemeliharaan tanaman 

Pemeliharaan tanaman merupakan aspek yang sangat menentukan hasil tanaman yang dibudidayakan. Pemeliharaan tanaman meliputi: 
  • Pemupukan: pemupukan merupakan usaha untuk memberikan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, pemupukan merupakan usaha untuk memperbaiki sifat kimia, fisika, dan juga kimia tanah. Dengan tercukupinya hara bagi tanaman, tanaman akan mampu melaksanakan metabolismenya dengan optimal sehingga pertumbuhan, perkembangan, dan hasilnya juga optimal. 
  • Pengairan: air memiliki fungsi yang sangat vital bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman membutuhkan air yang berbeda-beda untuk setia fase pertumbuhannya. Memberikan air yang tapat baik waktu ataupun jumlahnya dapat meningkatkan kemampuan metabolisme tanaman sehingga hasilnya juga akan optimal. 
  • Pembumbunan: pembumbunan merupakan meninggikan tanah di sekitar btang tanaman. Pembumbunan berfungsi agar batang tanaman menjadi lebih kokoh disamping untuk meningkatkan hasil tanaman untuk beberapa jenis komoditas (kacang tanah, kentang, dan umbi-umbian). 
  • Penyiangan: penyiangan merupakan usaha untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya. Adanya gulma akan mengurangi jumlah hara untuk tanaman karena sebagian juga diserap oleh gulma tersebut. Adanya kompetisi yang kuat menjadikan tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal sehingga hasilnya juga tidak akan maksimal. 
  • Pengendalian hama dan penyakit: serangan hama dan atau penyakit dapat menurunkan kulaitas ataupun kuantitas hasil panen. Pengendalian hama dan penyakit sebelum serangan mencapai ambang ekonomi dapat meminimalisir kerugian akibat menurunnya kualitas dan kuantitas hasil penen. 
5. Pemanenan 

Panen merupakan kegiatan mengambil salah satu organ tanaman yang memiliki nilai untuk digunakan sebagai sarana mencukupi kebutuhan. Setiap tanaman memiliki perbedaan akan organ yang dipanen. Untuk serealia yang dipanen adalah bijinya, umbi-umbian yang dipanen adalah umbinya, dan buah-buahan yang dipanen adalah buahnya. Pada dasarnya, hasil tanaman dapat dipanen ketika memenuhi kriteria untuk masak secara fisiologis dan secara komersial. 

6. Pasca panen 

Setelah bagian tanaman dipanen, tidak semua yang dipanen langsung terpakai atau termanfaatkan. Ketika stok masih banyak, maka hasil tanaman yang baru saja dipanen akan disimpan terlebih dahulu. Metode penyimpanan yang benar sangat menentukan kualitas haasil panenan sampai jangka waktu yang lama ketika panenan siap dipergunakan. 

Sumber :
  • Kastono, Dody. Dasar-dasar Agronomi. Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. 
  • Harjadi, S.S. 1991. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta.