Pemilihan Pohon Induk dan Penyiapan Benih Tanaman Vanili

Pemilihan Pohon Induk dan Penyiapan Benih Tanaman Vanili

Untuk menjaga agar benih/bahan tanaman yang disebarkan kepada petani,terjamin identitas dan kemurnian genetiknya, maka pohon induk harus memenuhi kriteri tertentu. Tanaman dapat dipilih sebagai pohon induk apabila varietasnya unggul dan sehat. Pohon induk yang sehat ditandai dengan warna daunnya yang bersih, tanpa tanda-tanda kekurangan unsur hara, bebas serangan hama penyakit serta dalam pertumbuhan aktif. Pohon-pohon induk dapat diperoleh dari kebun koleksi/plasma nutfah vanili yang telah diketahui sifat morfologi , potensi produksinya dan ketahanan terhadap faktor lingkungan, yaitu yang relatif unggul. Varietas yang dapat digunakan sebagai pohon induk misalnya varietas vania 1 dan vania 2. 

Penyiapan Benih Tanaman Vanili

Pengadaan Bahan Tanaman (stek).

Cara pengambilan bahan tanaman: Pengambilan stek pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ± 2 tahun dengan cara memotong sulur- sulur setinggi ± 1 meter dari permukaan tanah yang dilakukan pada awal musim penghujan. Pada umumnya setiap tanaman yang diambil mempunyai satu sulur dengan panjang sulur 1-1,5 m(10-15 ruas) sehingga dapat diperoleh 2 stek panjang masing-masing berukuran ± 1m (5-7 ruas) atau stek pendek satu ruas berdaun tunggal yang disemaikan terleih dahulu. Pengambilan stek selanjutnya dilakukan dengan interval waktu 4-6 bulan

Waktu pengambilan bahan tanaman: Apabila tidak dilakukan persemaian tetapi langsung dilakukan penanaman di lapangan, maka digunakan stek panjang yang diambil/dipetik menjelang waktu tanam. Sedangkan apabila menggunakan stek pendek (satu ruas berdaun tunggal), maka pengambilan stek dilakukan 4-6 bulan sebelum tanam karena diperlukan persiapan peremaian terlebih dahulu. Sulur yang baik untuk dijadikan benih adalah sulur yang belum pernah berbunga dari pohon yang pernah berbuah yang mempunyai ruas yang relatif pendek. 

Pengambilan stek sebaiknya dilakukan pada pertengahan musim penghujan, saat pertumbuhan pohon induk atau pohon perbanyakan berada dalam keadaan aktif. Untuk mendapatkan stek dengan daya tumbuh yang baik maka pada jarak ±20 cm dari bagian pucuk sulur dipotong agar bahan pembangun seperti karbo hidrat, asam amino , vitamin dan zat pengatur tumbuh tidak banyak terpakai untuk pertumbuhan dan tertimbun di bagian sulur tanaman. 

Pengambilan sulur dilakukan 4-6 minggu setelah pemotongan pucuk sulur, dimana tunas-tunas tidur sudah mulai aktif dan tampak menonjol di ketiak daun. Sebelum dilakukan pengambilan sulur, dilakukan pelepasan akar lekat dari pohon panjatnya. Sulur-sulur tersebut kemudian dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan (stek panjang atau stek pendek). Akar-akar lekat yang terdapat pada buku dibuang untuk merangsang keluarnya akar baru.

Perlakuan bahan tanaman sebelum persemaian: Sulur-sulur yang baru dipangkas segera dibawa ke tempat yang teduh yang akan digunakan untuk penyiapan selanjutnya. Sulur di potong-potong sepanjang ±1m (5-7 ruas) untuk stek panjang atau 1 ruas berdaun tunggal untuk stek pendek. 

Stek-stek yang kurang baik yaitu yang batang dan daunnya berwarna kuning atau terdapat bercak-bercak putih hitam disortir. Sulur yang sehat dicuci dengan air sampai lendir yang ada di bekas pemotongan bersih, dan selanjutnya direndam dengan larutan fungisida dengan konsentrasi 0,2-0,3 % selama 20-30 menit. Perlakuan ini diperlukan agar luka bekas sayatan pada stek mengering dan tertutup sehingga jamur-jamur pathogen tidak mudah masuk dan merusak stek. 

Stek-stek tersebut kemudian dihamparkan di atas kertas koran atau rak-rak di tempat yag teduh dan lembab untuk ditiriskan. Selanjutnya stek direndam dalam 50% air kelapa hijau selama 4 jam atau dalam 5 % urin sapi selama 40 menit. Untuk stek pendek harus disemaikan terlebih dahulu di dalam polibag sampai tumbuh dan mempunyai 5-7 ruas.