Pengolahan Gambir (Uncaria gambir Hunt)

Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb) termasuk familia Rubiaceae punya nama lain sesuai nama daerah antara lain Gambe (aceh), Gambir (Minangkabau dan Batak) serta kacu (Gayo), sedang di jepang disebut dengan Gambiisu. Tanaman gambir merupakan tanaman tradisional dari Sumatera Barat. Budidaya tanaman gambar umumnya masih dilakukan secara tradisional demikian pula cara pengolahannya.

Pengolahan dengan menggunakan cara Eropa

Bahan baku pengolahan tanaman gambir adalah daun dan rantingnya. Pemanenan daun gambir sudah dapat dilakukan pada umur 1,5 tahun. Pemangkasan dilakukan 2-3 kali setahun (6-4 bulan sekali) dengan cara pemangkasan daun dan ranting dan panen berikutnya dapat dilakukan 2-4 kali setahun. Tanaman gambir dapat produktif sampai umur 20 tahun, namun umumnya hanya diusahakan selama 10-12 tahun. Supaya mendapat hasil yang baik, daun yang sudah dipetik harus segera diolah sebab bila lebih dari 24 jam kandungan getah akan berkurang. Untuk itu jumlah daun yang dipetik harus disesuaikan dengan kemampuan untuk pengolahan. Bila pertumbuhan tanaman baik, sekali panen per tanaman dapat menghasilkan 5 kg daun dan ranting muda.

Pengolahan gambir secara tradisional umumnya dilakukan petani gambir melalui enam tahap, yaitu perebusan daun dan ranting, "pengempaan", pengendapan getah, penirisan dan pencetakan, serta pengeringan. Di perkebunan milik orang-orang Eropa jaman dulu, gambir diolah dengan cara Eropa. Pengolah dengan cara ini dtujukan untuk pasar Eropa dalam bentuk block gambir yang diperlukan selain kandungan catechine-nya juga kandungan catechu tannat-nya. Cara pengolahannya sebagai berikut: 1) daun gambir dipotong halus hingga volumenya menjadi setengah volume awal; 2) dimasukkan dalam air mendidih terus menerus ditumbuk dan diaduk selama setengah jam; 3) setelah setengah jam, cabang dipisahkan dengan garpu dan masa daun yang tertinggal ditumbuk dan diaduk selama 10-15 menit; 4) ekstrak diambil dan daun diolah kembali (ditumbuk 10 menit); 5) ekstrak dikentalkan pada suhu 90 derajat; 6) didinginkan dengan suhu 46-48 derajat dan ditambahkan tepung sagu sebagai pengikat; 7) diaduk pada suhu 40-42 derajat dituangkan dalam cetakan dan dibiarkan selama 6-12 jam; 8) dilakukan pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan.

Pengolahan dengan menggunakan cara Cina

Pengolahan gambir cara Cina merupakan cara yang dikerjakan oleh petani keturunan Cina di Indonesia. Sebagian besar produk gambir ini diekspor ke Singapura dengan cara pengolahannya sebagai berikut: 1) pemisahan daun gambir dari rantingnya; 2) direbus selama setengah jam dan selama pemasakan daun diaduk dan dimemarkan; 3) ekstraknya diambil dan daunnya dimasak kembali; 4) dikentalkan; 5) disaring; 6) dikering anginkan sampai suhu turun sambil diaduk secara berkala; 7) menghasilkan ekstrak berwarna kuning kecoklatan. Perlakuan selanjutnya tergantung mau dibuat block gambir atau cube gambir. Untuk pembuatan block gambir, ekstrak tersebut dituangkan dalam cetakan kayu dan dibiarkan selama 10-12 jam sehingga menjadi bongkah yang agak padat, kemudian dipotong-potong menurut keinginan dan dijemur di matahari. Cube gambir biasanya dibuat kalau pemasakan gambir berlangsung dengan baik. Bubur gambir ditampung dalam karung goni atau kain kasar hingga airnya dapat meresap keluar. Untuk mempercepat keluarnya air dan asam lemak dapat terbawa keluar dan dapat diberi pemberat. Setelah sekitar 12 jam, bongkahan dapat dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Standar produk gambir

Untuk mendapatkan produk gambir yang sesuai kebutuhan, diperlukan standar kualitas tertentu. Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan standar mutu produk gambir yang baik dengan melihat karakteristiknya yaitu: bentuk, warna, kadar air, kadar abu maksimal, bahan tidak larut dalam alkohol maksimal, kadar catechine minimal masing-masing dengan persyaratan sebagai berikut: 1) bentuk: seragam; 2) warna: kuning; 3) kadar air: maksimal 17%; 4) kadar abu maksimal: 7,0%; 5) bahan tidak larut dalam alkohol maksimal: 12,0; 6) kadar catechine minimal: 40,0%.

Gambir dapat untuk obat dan bahan industri tekstil

Gambir dapat dimanfaatkan untuki obat mencret (daunnya), perut mulas, eksema, disentri, radang gusi (getahnya), radang tenggorokan, demam dan batuk. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kandungan antioksidan gambir mempunyai efek sebagai antioksida. Efek antioksidan tersebut dihubungkan dengan manfaat bagi kesehatan manusia dalam mencegah resiko penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, diabetes, dan menghambat efek penuaan dini. Antioksidan juga diaplikasikan untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan yang secara alami atau sengaja ditambahkan dalam produk pangan yang rentan terhadap oksidasi. Gambir dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri tekstil, kosmetik, farmasi dan makanan sebagai bahan antioksidan dan antibakteri pada gambir yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam memperpanjang masa simpan produk pangan.