Tanaman Bestru atau Oyong

Tanaman berkhasiat ini dikenal dengan nama Bestru atau Oyong. Bestru atau Oyong ini seringkali ditanam di pekarangan ataupun di kebun. Bestru atau Oyong sering ditanam di kebun dan pekarangan rumah dikarenakan buahnya yang enak untuk dimakan. Biasanya Bestru atau Oyong ini dijadikan lalapan atau makanan sayur. Bestru atau Oyong ini terdapat di seluruh kepulauan Indonesia. Bestru liar ( Luffa petola Ser dan L. Sylvestris Miq.) kecil buahnya dan biasanya pahit rasanya. 

Umumnya; bestru ditanam di ladang, dirambatkan pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai. Merupakan terna semusim, panjang batangnya dapat mencapai 2-10 meter, memanjat dengan sulur-sulur yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, panjang tangkai daun 4-9 cm, letak berseling. Helaian daun bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7 buah, pangkal daun berbentuk jantung; tulang daun menonjol di bawah, warna permukaan atas daun hijau tua, warna permukaan bawah daun hijau muda, panjang 6-25 cm, lebar 7,5-27 cm. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam satu pohon. Mahkota bunga berwarna kuning. Buah tergantung atau tergeletak di atas tanah, bentuknya silindris atau bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, jika sudah tua berwarna coklat. Bagian dalam buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, berwarna hitam. Buah muda dapat disayur, sedang daun muda dapat digulai atau dibotok. Sabutnya dapat digunakan untuk mencuci perabotan rumah tangga. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji. 

Khasiat anak kesehatan : 

Buah : digunakan untuk mengatasi demam, rasa haus, batuk sesak, keputihan, haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) tidak lancar, sukar buang air besar, perdarahan seperti air seni berdarah, mimisan dan bisul. Biji : digunakan untuk mengatasi masalah di wajah, tangan, dan kaki bengkak (edema), batu saluran kencing, cacingan, sakit pinggang, dan wasir; Daun : digunakan untuk mengatasi sesak papas, tidak datang haid, radang testis, luka bakar, bisul, kurap, dap digigit ular; Kulit buah : digunakan untuk mengatasi bisul, abses daerah rektum (ujung usus besar) dan luka; Bunga : digunakan untuk mengatasi batuk disertai sesak, sakit tenggorokan, sinusitis, wash, dan bisul; Sabut : digunakan untuk mengatasi sakit dada, sakit perut, sakit pinggang, rematik sendi, pegal linu, batuk berdahak, tidak datang haid, payudara bengkak, air susu ibu (ASI) sedikit, wasir, radang buah zakar, dan bisul. 

Arang dari sabut : digunakan untuk menghentikan perdarahan, seperti perdarahan diluar haid, air seni berdarah, dan berak darah; Akar : digunakan untuk mengatasi migrain, sakit pinggang, sakit tenggorokan, bisul yang tidak mau pecah, dan payudara bengkak; Batang : digunakan untuk mengatasi rasa baal, haid tidak teratur, hidung berlendir, dan bengkak (edema); Tangkai buah : digunakan untuk pengobatan cacar air pada anak-anak. Bestru liar sering terdapat di pinggir sungai, menjalar di pohon-pohon. Bagian yang sering digunakan Bestru atau Oyong sebagai bahan obat tradisional adalah daun. Daun bestru untuk obat penyakit asma dan obat kencing darah, dicampur dengan ramuan dari bahan daun meniran, temu lawak, remujung, akar alang-alang direbus lalu diminum air hasil rebusannya.

Komposisi : Buah mengandung saponin triterpen, luffein (zat pahit), citrulline, dan cucurbitacin. Getah mengandung saponin, lendir, lemak, protein, xylan, dan vitamin (B dan C). Biji mengandung minyak lemak, squalene, a-spinasterol, cucurbitacin B, dan protein. Bunga mengandung glutamin, asam aspartat, arginin, lisin, dan alanin. Sabut mengandung xylan, xylose, rnannosan, galactan, saponin, selulosa, galaktosa, manitosa, dan vitamin (A, B, dan C). Daun dan batang mengandung saponin dan tanin.