Teknologi Pengolahan dan Produk Olahan Minyak Cengkeh

Teknologi Pengolahan dan Produk Olahan Minyak Cengkeh

Pengolahan minyak atsiri dari cengkeh

Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga cengkeh dan hasil ikutannya adalah gagang dan daun cengkeh. Bunga cengkeh, gagang cengkeh dan daun cengkeh dapat menghasilkan minyak atsiri, namun kandungan minyak atsiri dari bunga cengkeh jauh lebih banyak, yaitu sekitar 15-20%, sementara kandungan minyak atsiri dari gagang cengkeh hanya 5-7% dan daun cegkeh 1-4%. Rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan tergantung dari mutu bahan baku, penanganan bahan sebelum penyulingan, cara dan proses penyulingan. 

Minyak atsiri dari bunga cengkeh dapat diperoleh dengan cara penyulingan. Cara penyulingan yang paling sederhana untuk memperoleh minyak bunga cengkeh adalah dengan penyulingan air dan uap air (dikukus). Untuk mendapatkan minyak bunga cengkeh yang tinggi diperlukan kecepatan penyulingan sebesar 0,80 liter/jam/kg bunga cengkeh. Penyuliingan gagang cengkeh dengan menghancurkan gagang cengkeh sebelum disuling akan menghasilkan rendemen yang lebih tinggi. 

Minyak bunga cengkeh mengandung eugenol 70-90 %, eugenol asetat 17%, α-kariofilen 5-12 % sedangkan minyak atsiri dari gagang cengkeh mengandung eugenol 83-95%, b-kariofilen 18 %, sedangkan kandungan eugenol asetat dari gagang dan daun cengkeh jauh lebih rendah bila dibandingkan bunga cengkeh. Eugenol asetat ini merupakan ester yang aromanya lebih harum bila dibandingkan eugenol dan α-kariofilen, oleh karena itu aroma minyak atsiri yang berasal dari bunga cengkeh lebih baik bila dibandingkan dengan gagang cengkeh dan daun cengkeh.

Eugenol banyak digunakan dalam industri makanan dan industri farmasi. Dalam industri makanan banyak digunakan sebagai bahan penyedap. Dalam industri farmasi, eugenol banyak digunakan sebagai obat gigi karena dapat menyembuhkn radang gusi. Eugenol juga mempunyai aktivitas antibiotic melawan jamur dan bakteri. Eugenol bila direaksikan dengan pereaksi tertentu dapat diubah menjadi iso-eugenol yang penggunaannya cukup banyak. Dari isoeugenol dapat diubah menjadi vanillin sintetis. Eugenol asetat banyak digunakan oleh industri parfum dan kosmetika sedangkan β- kariofilen digunakan sebagai bahan baku dalam industri kimia untuk mensintesa senyawa-senyawa lainnya.

Cara memperoleh minyak daun cengkeh yaitu dengan destilasi. Derivat minyak daun cengkeh yang sudah dihasilkan dan diekspor Indonesia antara lain berupa Caryophyllene (clove terpenes), β-cariophyllene, clove oil rectified, clove oil redistileled, eugenol technical eugenol USP, Iso-Eugenol.

Produk olahan minyak cengkeh

Balsam cengkeh

Balsam cengkeh dapat dibuat dari minyak cengkeh, mentol, metal salisilat dan minyak pala atau bahan flavor lainnya. Minyak cengkeh digunakan sebagai bahan aktiv utama. 

Cara pembuatan balsam cengkeh yaitu: 1) Panaskan bahan pengikat/basis seperti vaselin, paraffin hinga lumer;2) Tambahkan minyak cengkeh dan bahan flavor lainnya sambil diaduk sampai tercampur homogen; 3) Tuang dalam kemasan dan tutup rapat; 4)Lakukan pendinginan hingga menjadi balsam cengkeh.

Obat kumur

Obat kumur dari minyak cengkeh ini dapat mengobati sariawan dan sakit gigi. 

Proses pembuatan obat kumur: 1) Larutkan Zn Cl dan sakarin dalam air; 2) Larutkan minyak cengkeh dan minyak kayu manis dalam alcohol; 3) Campurkan keseluruhan bahan dan larutkan dalam alcohol dan air dengan perbandingan alcohol dan air 40:60.

Pestisida nabati

Minyak cengkeh dapat digunakan sebagai pestisida nabati sebagai berikut: 1) Minyak cengkeh pada konsentrasi 100 ppm dapat menghambat pertumbuhan jamur R.lignosus 81,7%. Minyak cengkeh pada konsentrasi 200-300 ppm dapat menghambat pertumbuhan Isolat Phytopthora sp antara 90,1-97,4% dan bahkan tidak tumbuh pada konsentrasi 350-400 ppm. Minyak cengkeh juga dapat menghambat pertumbuhan Sclerotium sp hingga 63,9-80% pada konsentrasi 350-400 ppm. 2) Busuk batang vanili yang disebabkan oleh F. oxysprum dapat dibunuh dengan eugenol pada konsentrasi 400-600 ppm; 3) Eugenol juga dapat efektif secara invitra terhadap beberapa bakteri antara lain Bacillus subtilis, Staphylococus aurenus dan Eschericia coli; 4)Eugenol, minyak cengkeh dan bubuk cengkeh pada konsentrasi 100-300 ppm dapat menghambat pertumbuhan P.solanacearum, bahkan pada konsentrasi 400-600 ppm, bakteri tidak tumbuh lagi.