Fermentase Ampas Tahu Untuk Pakan Ternak Itik

Fermentase Ampas Tahu Untuk Pakan Ternak Itik

Dalam usaha ternak, pakan merupakan salah satu faktor yang bukan saja mempengaruhi tingkat produksi, tetapi juga mempengaruhi biaya produksi yang harus ditanggung peternak. Secara umum biaya yang dikeluarkan untuk pemberian pakan mencapai 70% dari total biaya produksi.Karena itu, peternak perlu melakukan berbagai upaya untuk menekan tingginya proporsi biaya pakan tersebuy, antara lain dengan berusaha menyusun ransum sendiri. Kita bisa membuat ransum sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat. Gunakan bahan-bahan pakan yang tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, harganya murah, memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, tersedia secara kontinyu, disukai ternak serta tidak membahayakan bagi ternak yang memakannya.

Salah satu bahan yang bisa kita gunakan untuk pakan ternak adalah ampas tahu. Bahan ini cukup mudah didapat dengan harga murah. Bahkan di beberapa lokasi, kita bisa memperolehnyasecara cuma-cuma. Ditinjau dari komposisi kimianya ampas tahu dapat digunakan sebagai sumber protein. Kandungan protein ampas tahu mencapai 8,66%; kandungan lemaknya 3,79%, air 51,63% dan abu 1,21%. Dengan kandungan nutrisi seperti itu, ampas tahu sangat memungkinkan untuk diolah menjadi bahan pakan ternak itik.

Namun ampas tahu memiliki kelemahan sebagai bahan pakan yaitu kandungan serat kasar dan air yang tinggi. Kandungan serat kasar yang tinggi menyulitkan bahan pakan tersebut untuk dicerna ternak dan kandungan air yang tinggi dapat menyebabkan daya simpannya menjadi lebih pendek. Ampas tahu basah akan segera menjadi asam dan busuk dalam 2-3 hari, sehingga tidak disukai ternak. Untuk mengurangi kandungan serat kasarnya tersebut, ampas tahu dapat difermentasi terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak itik.

Pengolahan dan pengawetan ampas tahu

Proses fermentasi akan menyederhanakan partikel bahan pakan sehingga mudah dicerna dan nilai gizinya meningkat. Fermentasi ampas tahu dengan Ragi Tape Jerami akan mengubah protein menjadi asam-asam amino dan menurunkan kadar serat kasar ampas tahu. 

Fermentasi dapat memecah selulosa, hemiselulosa, dan polimernya menjadi gula sederhana atau turunannya serta mampu meningkatkan nutrisi bahan asal karena mikroba bersifat katabolik. Selain itu, proses fermentasi juga dapat mensintesis vitamin seperti riboflavin, vitamin B12 dan pro vitamin A. Ragi Tape Jerami mengandung bakteri yang memiliki aktifitas lipolitik yang tinggi, yaitu memproduksi lipase yang menghidrolisa trigliserida menjadi asam-asam lemak bebas.
  1. Untuk memulai proses fermentasi, air yang terkandung dalam ampas tahu harus terlebih dahulu kita keluarkan. Caranya, letakkan karung berisi ampas tahu segar di atas bale-bale kemudian tindih dengan pemberat supaya airnya tiris (menetes keluar dengan cepat). Biarkan sampai air tidak tampak menetes lagi.
  2. Setelah itu, keringkan ampas tahu. Jika sinar matahari terik, jemur ampas tahu di babwah terik matahari sambil dibolak-balik. Jika tidak ada sinar matahari, kukus ampas tahu dan kering-anginkan. Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman penyakit dan menuntaskan sisa airnya.
  3. Sementara itu, siapkan air yang sudah dicampur Ragi Tape Jerami dengan takaran 7-8 liter air dicampur 5 gram ragi (kira-kira setara dengan 2 gumpalan sebesar kelereng).
  4. Selanjutnya, campur setiap 10 kg ampas tahu yang sudah kering dengan air 7-8 liter air yang sudah diberi ragi tadi.Aduk beberapa saat sampai rata. Setelah itu, simpan campuran ampas tahu, air dan ragi tadi di ruangan tertutup selama 2-3 hari. Setelah fermentasi selesai bahan siap untuk diberikan pada ternak itik.
  5. Jika hasil fermentasi ini akan disimpan, maka kandungan airnya harus dikeluarkan terlebih dahulu dan dikeringkan lagi sebelum disimpan di dalam karung. Letakkan karung-karung tersebut di tempat yang kering dan teduh. Usahakan karung-karung berisi hasil fermentasi ampas tahu tersebut tidak menyentuh langsung lantai maupun dinding.
Pemberian fermentasi ampas tahu untuk ternak itik

Kita dapat memberikan fermentasi ampas tahu untuk ternak itik sebanyak 15-30% dari kebutuhan pakannya. Suatu penelitian yang menguji pemberian ampas tahu sebagai pakan itik fase starter menyimpulkan bahwa pemberian ampas tahu tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap performans itik. Sementara itu penelitian lain yang terpisah juga menyimpulkan bahwa pemberian ampas tahu sampai 30% pada ternak itik menghasilkan pertambahan bobot badan yang tidak berbeda dengan pertambahan bobot badan yang dicapai dengan ransum kontrol. Konversi pakan juga tidak berbeda nyata.Hal ini berarti ampas tahu bisa diberikan sebagai bahan pakan untuk ternak itik, baik dalam fase starter maupun finisher karena ampas tahu tidak mempengaruhi performans dari bebek itu sendiri.