Kayu Rapet (Parameria laevigata (Juss) Moldenke)

Kayu Rapet (Parameria laevigata (Juss) Moldenke)

Klasifikasi : Kingdom : Plantae (tumbuhan), Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh), Superdivisio :Spermatophyta (menghasilkan biji), Divisio : Magnoliophyta (berbunga), Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil), Sub-kelas : Asteridae, Ordo : Gentianales, Famili : Apocynaceae, Genus : Parameria, Spesies : Parameria laevigata (Juss.) Moldenke.

Nama Daerah Indonesia : Kayu rapet, akar gerip putih, gakeman mayit (lampung), kayu rapet (sunda), kayu rapet (jawa), gembor (jawa), ragen (jawa), medaksi (madura). Melayu : Kayu Rapat, Pilipina : Dugtong Ahas, Cina : chang jie zhu

Deskripsi tanaman. 

Habitat : Tanaman ini banyak tumbuh liar di hutan dan tempat lain yang bertanah tandus dan cukup mendapatkan sinar matahari. Semak menjalar, panjang kurang lebih 4 meter. Tumbuh liar di hutan pada dataran rendah samapai 1200 dpl, Batang : membelit, bulat, berkayu, berambut, cokelat. , Daun : tunggal, lanset, berhadapan, pangkal dan daun meruncing, daun muda berwarna hijau kemerahan setelah tua berwarna hijau, berhadapan, pertulangan menyirip, panjang 5-12 cm, lebar 2-5 cm, bertangkai panjang 2-4 cm. Bunga : bentuk malai, majemuk, mahkota bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna putih. Berbunga pada bulan juni-oktober. Buah : polong, panjang 15-45 cm, ujung lanciip, berisi 4-10 biji, berbuah bulan oktober desember. Biji : bulat, warna cokelat kehitaman. 

Akar : tunggang, berwarna coklat. Sebagai semak menjalar, kayu rapat atau kayu rapet baik dipelihara sebagai tanaman hias

Kandungan kimia. 

Kulit, kayu dan akar Parameria laevigata mengandung flavonoida dan polifenol, daunnya juga mengandung saponin dan Tanin. Saponin adalah senyawa surfaktan dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker. Saponin memberikan rasa pahit pada bahan pangan nabati. Sumber utama saponin adalah biji-bijian khususnya kedele. Saponin dapat menghambat pertumbuhan kanker kolon dan membantu kadar kolesterol menjadi normal. Tergantung pada jenis bahan makanan yang dikonsumsi, seharinya dapat mengkonsumsi saponin sebesar 10-200 mg. Tanin adalah astringen jalur usus, dapat mengurangi sekresi cairan dalam usus, sehingga kadar air dalam kotoran manusia berkurang sehingga dapat mencegah mencret. Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. 

Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Berfungsi sebagai antihistamin (antialergi). Flavonoid , berfungsi : melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah; mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah; mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner; mengandung anti inflamasi (antiradang) ; berfungsi sebagai anti-oksidan; membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan.

Khasiat. 

Kulit kayu Parameria laevigata berkhasiat sebagai obat rahim nyeri sehabis bersalin, disentri, koreng-koreng dan luka-luka. Untuk obat rahim nyeri sehabis bersalin dipakai 15 gram kulit kayu Parameria laevigata, dicuci, direbus dengan 3 gelas air selama 25 menit, setelah diangkat disaring. Hasil saringan diminum 2x sama banyak pagi dan sore. Juga berkhasiat sebagai Stomakik; Antipiretik; Desinfektan.