Makanan Sehat Dari Bekatul

Bekatul, atau lebih dikenal dengan sebutan dedak halus, merupakan hasil samping dari gabah yang digiling. Sebutir gabah terdiri atas pelindung luar, sekam, dan beras pecah kulit. Beras pecah kulit terdiri dari lapisan luar (perikarp, selimut biji, dan badan bakal biji), lembaga dan endosperm. Bekatul berada di lapisan sebelah dalam padi dan sebagian kecil pada endosperm berpati. Dalam proses penggilingan gabah, umumnya tidak dipisahkan antara dedak dan bekatul sehingga bercampur menjadi satu. 

Badan Pangan Dunia (FAO) telah membedakan antara dedak dan bekatul. Dedak merupakan hasil penyosohan pertama sedangkan bekatul adalah hasil penyosohan yang kedua. Dengan mesin huller, beras yang dihasilkan putih bersih dan bekatulnya terpisah menjadi serbuk atau tepung yang berwarna kecoklatan. Hampir semua bekatul tercampur didalam pakan ternak dan masyarakat hanya memakan beras putih yang kandungan gizinya lebih rendah dibandingkan beras tumbuk. 

Bekatul merupakan bahan pangan yang kaya akan serat pangan, mineral, minyak, protein dan bermacam-macam vitamin (B1, B2, B3, B5, B6 dan tokoferol). Selain itu, juga mengandung asam amino lisin yang lebih tinggi dibandingkan beras dan sumber asam lemak tak jenuh esensial, pangamic acid (Vit. B15), dan mineral. Bekatul juga mengandung Natrium, Kalium, dan Khlor yang mudah diserap dan dikeluarkan. Pangamanic Acid berfungsi dalam menurunkan kolesterol, meningkatkan kekuatan jantung, dan sebagai antioksidan.

Bekatul sangat bermanfaat untuk memulihkan kesehatan bagi orang yang habis operasi, habis sakit, untuk membantu kesembuhan penderita kencing manis dan masih banyak lagi manfaatnya. Adapun cara pengolahannya yang sederhana sangatlah mudah. Bekatul bisa Anda buat menjadi panganan, jajan, biskuit, bubur dan sereal. Untuk pengolahan menjadi sereal ada dua macam yaitu sereal bekatul murni dan sereal campuran. Khusus untuk penyembuhan penyakit, terutama yang menderita kencing manis disarankan mengkonsumsi sereal bekatul murni.

Proses Memperoleh Bekatul

Proses penggilingan padi terbagi atas proses pemecahan kulit padi dan penyosohan gabah. Hasil pemecahan kulit diperoleh 80% beras pecah kulit dari total berat gabah. Bekatul diperoleh sebesar 8-10 % dari proses penyosohan gabah dan 3-5% dari proses pemecahan kulit padi. Apabila ingin mendapatkan bekatul yang layak dimakan maka ada satu hal penting yang diperhatikan, yaitu sifat bekatul yang mudah rusak atau menjadi tengik di karenakan terdapat minyak tak jenuh yang banyak. Umumnya pemanfaatan bekatul sebagai bahan pangan adalah 24 jam setelah penggilingan. Apabila tercampur dengan dedak segera pisahkan dengan cara diayak. Hasil ayakan yang halus ini kemudiaan di keringkan agar awet.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengawetkan bekatul. Ada cara tradisional dan modern. Dengan cara tradisional dengan cara proses penyangraian. Cara ini sangat mudah, bekatul diayak halus lalu dipanaskan di penggorengan tanpa menggunakan minyak sambil diaduk sekitar 10 menit. Kelemahan cara ini, bekatul menjadi berwarna coklat tua dan kadang-kadang terus hangus. Bekatul sangrai ini biasanya digunakan untuk makanan makanan kecil, kue kering atau makanan lain yang tidak memerlukan pengembangan volume pada produk akhirnya. Untuk cara modern bisa menggunakan teknologi ekstrusi (cara pengawetan/pengolahan bekatul dengan sistem high temperature short time (HTST). Teknologi ini cukup efektif tetapi sayangnya memerlukan biaya yang lebih besar. Ada metode stabilisasi yang dianggap cukup baik untuk stabilisasi bekatul. Metode tersebut dengan melakukan pengukusan bekatul selama 30 menit. Kemudian, dilanjutkan dengan pengeringan dan pendinginan.

Beberapa Cara Pembuatan Bekatul

1. Bekatul dalam Bentuk Sereal

Salah satu upaya meningkatkan daya tarik masyarakat untuk memanfaatkan bekatul adalah dengan menyajikan bekatul dalam bentuk yang lebih dari biasanya seperti sereal.

Bahan dan alat:
  1. Sediakan bahan dasar : bekatul, tepung maizena, tapioka, gula garam, vanila, coklat bubuk, susu bubuk
  2. Siapkan alat : mixer, drumdrier, autoclave, baskom, pengaduk
Langkah pembuatan: 
  1. Kocok dan aduk rata: telur, gula, garam dan vanila 
  2. Masukkan tepung maizena dan tapioka yang telah diayak.
  3. Aduk rata adonan, kemudian masukkan susu bubuk, coklat bubuk dan bekatul. Kemudian kocok dengan menggunakan mixer selama 30 menit.
  4. Masukkan adonan ke dalam autoclave, dikukus pada suhu 100-1200C selama 1-2 jam.
  5. Masukkan adonan ke dalam drum drier sedikit demi sedikit, maka akan terbentuk sereal bekatul dalam bentuk lembaran-lembaran kering.
  6. Remahkan sereal bekatul tersebut dengan penggerusan manual kemudian campur dan aduk rata dengan susu bubuk.
  7. Sereal bekatul instan siap disajikan.
2. Sereal bekatul murni:

Sediakan serbuk bekatul secukupnya. Ayak sehingga diperoleh bekatul yang halus. Jemur dulu supaya kering. Kemudian goreng tanpa minyak seperti layaknya menggoreng kopi. Jika sudah masak ayak lagi sehingga betul-betul didapat sereal bekatul yang halus dan murni. Cara penyajiannya, seduh satu sendok makan penuh serbuk sereal bekatul ini dengan segelas air panas. Aduk - aduk. Jika sudah sejuk minumlah. Rasanya gurih agak sedikit kepahit-pahitan. Minumlah sehari dua kali padi dan sore hari. Hanya saja perlu diingat bahwa sereal bekatul yang asli ini tidak bisa disimpan lebih dari enam bulan.