Pemeliharaan Tanaman Jute Mallow

Jute mallow sangat tanggap terhadap pemupukan terutama pemupukan N. Penambahan pupuk organik dan anorganik dapat meningkatkan hasil dan memelihara kesuburan tanah. Rekomendasi pemupukan tergantung dari kondisi setempat. Dosis pupuk yang digunakan tergantung pada kesuburan tanah, jenis tanah, kecepatan ketersediaan pupuk, dan kandungan bahan organik. Rekomendasi pemupukan tergantung dari kondisi setempat. 

Jute mallow rentan terhadap kekeringan. Pengairan sangat diperlukan waktu semai, dan pemindahan tanaman. Pengairan perlu segera dilakukan bila tanaman terlihat layu di siang hari. Penyiangan gulma Tanaman yang ditanam langsung sangat rentan terhadap pertumbuhan gulma. Penggunaan mulsa dianjurkan untuk menghindarkan pertumbuhan gulma, menghindarkan erosi dan memelihara kelembaban tanah. Penyiangan dengan manual atau penggunaan mulsa organik dapat dilakukan. Bila digunakan herbisida, laksanakan sesuai dengan anjuran. 

Pengendalian hama dan penyakit tanaman. Daun dan tunas jute mallow sangat rentan terhadap serangga dan mite. Nematoda (Meloidogyne spp.) menyebabkan tanaman layu. Biasanya serangan serangga kurang bila dilakukan rotasi tanaman dan pemupukan yang cukup. Penggunaan pestisida harus disesuaikan dengan target untuk menghindarkan musnahnya serangga yang berguna. Sesuaikan penggunaan dengan rekomendasi untuk keamanan konsumen dan lingkungan. Penyakit yang biasa terdapat pada Jute mallow adalah yang disebabkan oleh Rhizoctonia, Phytium atau Phytophthora spp. yang terjadi di pesemaian. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan bedengan yang dipertinggi, drainasi, dan penyiraman yang tepat. Busuk batang (Sclerotium rolfsii) merupakan penyakit yang umum terjadi pada musim kering, dan menyebabkan tanaman layu. Hal ini dapat dikendalikan dengan bedengan yang ditinggikan, rotasi tanaman, dan waktu yang cukup untuk pematangan pupuk hijau sebelum digunakan. 

Panen. Panen dapat dilakukan 30 - 60 hari setelah tanam (hst). Beberapa varietas sensitif terhadap lamanya penyinaran, sehingga berbunga awal. Untuk varietas ini harus dipanen 20-40 hst, sebelum terbentuknya buah. Untuk yang dipanen sekali, tanaman (20-30 cm) dicabut dengan akarnya, kemudian dibersihkan akarnya dari tanah, kemudian diikat. Sedangkan tanaman yang dipanen beberapa kali, daun dan tunas muda dipanen setiap 2-3 minggu. Tunas samping akan berkembang dan dapat dipanen 3 - 4 kali. Di Thailand, panen tunas muda dapat dilakukan sampai 7 kali dengan interval satu minggu. Panen yang berulang dapat menunda pembungaan dan memperpanjang masa panen. Jute mallow akan cepat layu setelah dipanen, jadi panen sebaiknya dilakukan dipagi hari, dan hasil panen ditempatkan di tempat teduh dan sejuk.

Tanah yang diperlukan untuk produksi benih hampir sama dengan untuk produksi kangkung konsumsi. Seleksi untuk tanaman yang menyimpang dan tidak sehat perlu dilakukan dalam memelihara tanaman untuk produksi benih. 

Biji akan mencapai kematangan fisiologis 38 - 46 hari setelah pembungaan (hsp) dengan daya kecambah 81-99.5% tergantung varietas. Hasil dan kualitas benih jute mallow dipengaruhi varietas dan posisi polong. Untuk produksi benih, sebaiknya dibiarkan satu tunas untuk tumbuh, berkembang dan membentuk buah.