Peningkatan Rendemen dan Kualitas Beras

Peningkatan Rendemen dan Kualitas Beras

Gabah yang berkualitas baik setelah digiling belum tentu akan menghasilkan rendemen dan kualitas beras yang baik, karena beras yang dihasilkan juga dipengaruhi pada kelengkapan mekanis penggilingan (mesin penggilingan)

Pengilingan gabah merupakan proses pengupasan gabah untuk menghasilkan beras melalui tahapan proses sbb: 
  • Pengupasan sekam (pecah kulit/PK); 
  • Pemisahan gabah; 
  • Penyosohan; 
  • Pengemasan dan penyimpanan
Mesin penggilingan padi terdiri dari beberapa komponen yaitu:
  1. Motor penggerak
  2. Pengupas sekam /mesin pemecah kulit gabah (husker)
  3. Pemisah gabah dan beras (Separator) ada 3 tipe yaitu:
  • Separator kompartement, merupakan kotak oscillator terdiri dari 1, sampai 4 lapis/dek
  • Separator tipe dek terdiri dari 3 sampai 7 rak denghan posisi miring, rak disusun dengan jarak 5 cm
  • Separator tipe saringan, terdiri dari ayakan saringan yang bergetar berjumlah 6 - 15 ayakan
     4. Penyosoh
  • Tipe mesin penyosoh yang dipakai untuk rice milling unit adalah tipe jet partlour
  • Udara dialirkan melalui poros yang tipis dan lubang dari tabung
  • Dinding heksagonal yang berlubang membungkus tabung besi yang berputar. Jarak renggang dinding heksagonal dan tabung besi dapat diatur dengan sekrup
  • Unit pembawa/conveyor
Berdasarkan inventarisasi penggilingan padi di Indonesia, sebanyak 90.400 unit (81,84%) merupakan penggilingan padi kecil (PPK) yang sebagian besar masih menggunakan sistem kerja one pass (proses pemecah kulit dan penyosoh menyatu), sehingga jumlah beras (rendemen) dan kulitasnya masih rendah atau belum optimal. Untuk itu perlu upaya untuk mengoptimalkan PPK yang ada untuk meningkatkan jumlah dan kualitas rendeman beras 

Optimasi PPK

Optimasi PPK dapat dicapai melalui revitalisasi PPK dengan menambah atau mengganti satu atau beberapa komponen mesin penggilingan padi seperti mesin pembersih, mesin pemecah kulit gabah (husker), mesin pemisah gabah dan beras pecah kulit (separator), mesin penyosoh (polisher), mesin pemisah beras kepala, beras patah dan menir (shifter), dan atau mesin pengkristal/pencuci beras (shining)

Contoh: 

Penambahan separator akan meningkatkan rendemen 0,94%, penambahan mesin cleaner (pembersih gabah) akan meningkatkan rendemen sebesar 0,95. Dengan penambahan komponen mesin penggiling tersebut diharapkan akan meningkatkan rendemen sebesar 1 - 2 % .

Untuk perbaikan pada proses penggilingan tergantung pada faktor-faktor: 1) gabah yang akan digiling berkadar air 14 %; 2) proses pecah kulit bertahap 2 kali; 3) penyosohan bertahap 2 kali; 4) susunan mesin penyosoh tergantung pada tujuan; 5) pengkilapan; 6) disarankan tidak menambah senyawa lain

Pengemasan

Kualitas beras sampai ke konsumen dapat turun bila tidak diikuti dengan pengemasan dan penyimpanan yang baik

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan pengemasan:
  • Beras hasil gilingan sebaiknnya tidak langsung dikemas, tetapi menunggu sampai sisa panas akibat penggilingan hilang
  • Jenis kemasan disesuaikan dengan berat isinya, untuk kemasan lebih dari 10 kg sebaiknya menggunakan karung plastik yang dijahit tutupnya, untuk ukuran 5 kg dengan kantong plastik dengan tebal 0,8 mm
  • Faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis kemasan adalah kekuatan kemasan, bahan kemasan (tidak korosif, tidak mencemari, kedap udara)
  • Label kemasan beras hendaknya mencantumkan nama varietas (untuk menghindari pemalsuan)
Sumber: Litbangtan; Direktorat Pasca Panen, Ditjentan; sumber lainnya