Tanaman Rosella

Tanaman Rosella

Rosella merupakan tanaman yang berasal dari India. Di Indonesia, rosella dikenal sebagai tanaman hias out door seperti taman, tanaman pagar, tanaman hias in door berupa bunga rangkai. 

Banyak yang menyebutkan bahwa sari bunga rosella sangat bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan. Diantaranya menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan peredaran darah, menghentikan batuk dan memperlancar buang air besar dan masih banyak lagi.

Bagian kelopak bunganya yang berwarna menarik mengandung Malic acid yang rasanya segar dan dapat diolah menjadi beberapa produk seperti sirup ata minuman segar, selai, manisan, produk the kesehatan dan lain-lain.

Sebagai tanaman yang berasal dari daerah sub tropis, rosella dapat tumbuh baik di dataran rendah dengan penyinaran sinar matahari langsung. Secara umum tanaman rosella dapat tumbuh pada semua jenis tanah, asal tanah yang digunakan tersebut kaya akan humus, gembur dan mempunyai drainase yang baik dengan pH berkisar 6,5 - 7,5.

Syarat Tumbuh Rosella
  • Lahan : Daerah tropis, sub tropis, cukup matahari, cukup air
  • Penanaman : Biji, bibit pohon
  • Masa Tanam : 1-2 bulan
  • Pemupukan : Minimal 2x, (umur 2-3 minggu dan 6 minggu)
  • Perawatan : Penyiangan dan penyaringan
  • Penyiraman : Minimal 1x seminggu (jika tidak hujan)
Teknik Budidaya Rosella
  1. Persemaian. Persemaian tanaman rosella sebaiknya disemaikan langsung dengan biji, yaitu dengan cara biji direndam selama satu hari satu malam lalu dipilih biji yang tenggelam dengan butiran-butiran yang baik. Biji dapat langsung disemaikan setelah lahan diolah dan diairi. Selain itu, persemaian dapat pula dilakukan dengan penanaman di polybag. 
  2. Persiapan Lahan. Persiapan lahan dilakukan dengan pembajakan tanah secara membujur dan melintang. Tanah dicampur dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang. Lahan dilarik dengan jarak antar larik 1,5 meter. 
  3. Penanaman. Penanaman dapat dilakukan dengan ditugal, setiap lubang diisi 2-3 biji. Penanaman dapat juga dilakukan dengan memindahkan bibit yang telah disemaikan di polybag dengan jumlah tanaman 1-2 bibit per lubang. 
  4. Pemupukan. Pemupukan dilakukan saat sebelum tanam dengan pupuk kandang, pada umur 3 mst dan 7-8 mst dipupuk dengan urea sebanyak 30-40 gr per tanaman. 
  5. Hama dan Penyakit. Hama dan penyakit yang paling banyak menyerang tanaman rosella antara lain hama kutu dan penyakit phytopthora. 
  6. Pemeliharaan. Penyiangan gulma dilakukan selama pertumbuhan tanaman dengan frekuensi sesuai kondisi di lapangan, termasuk membersihkan rerumputan di sekitar tanaman. 
  7. Panen. Pemanenan sudah dapat dilakukan sejak umur 3 minggu setelah berbunga. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan gunting, yaitu menggunting panggal bunganya lalu buah bijinya disisihkan (untuk dijadikan bibit) dengan menusukkan pipa aluminium di pangkal kelopaknya. Kemudian bunga dijemur selama 2-3 hari sampai kering. Kelopak Bungan kering siap dikemas atau diolah. 
  8. Produksi. Produksi tanaman rosella dalam keadaan normal tiap hektarnya mampu mencapai 2-3 ton kelopak bunga segar tanpa biji atau 200-375 kg kelopak bunga kering.