Jarak Kepyar (Ricinus communis L)

Dalam bahasa Latin tanaman jarak disebut Ricinus yang artinya serangga, karena bentuk bijinya berbintik-bintik menyerupai serangga. Jarak Kepyar (Ricinus communis L) berasal dari Afrika (Ethiopia), masuk ke Indonesia pada abad ke 16 bersamaan dengan masuknya bangsa Portugis. Di Indonesia tanaman ini dijumpai diberbagai tempat, baik sebagai tumbuhan liar maupun sebagai tanaman yang telah di budidayakan.

Tanaman jarak kepyar merupakan tanaman yang hanya memerlukan teknik budidaya sederhana dan dapat hidup pada tanah relatif kurang subur atau lahan kering, terutama di tanah yang berstruktur ringan di mana tanaman pangan kurang berkembang. Guna meningkatkan produksi jarak kepyar per satuan luas, maka penerapan paket teknologi secara utuh dan peran aktif dari petani atau kelompok tani maupun pendamping perlu disinergikan dengan baik.


Tanaman jarak kepyar umumnya dikenal di Indonesia ada dua macam, yaitu jarak kepyar dan jarak pagar. Jarak kepyar termasuk tanaman semusim (annual crops), sedangkan jarak pagar termasuk tanaman keras atau tahunan (Perennial crops). Awalnya dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional, seiring dengan perkembangan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan dengan hasil kajian atau riset yang telah dilakukan, biji jarak kepyar yang menghasilkan minyak castor juga telah dimanfaatkan secara besar-besaran untuk berbagai kepentingan industri. Tanaman jarak kepyar memiliki banyak sebutan di masyarakat Indonesia, antara lain: kaliki (Sunda), jarak atau kepyar (Jawa), kaleke (Madura), tatanga (Bima), kalangan (Sulawesi), gloah atau mawaih nawas (Aceh Gayo), lulang (Karo), dulang (Tapanuli).

Di Indonesia minyak jarak kepyar (castor oil) dipergunakan untuk industri cat, tekstil, serat sintesis, obat-obatan, hingga bahan kosmetik serta bahan bakar roket. Minyak jarak kepyar yang memiliki sifat tahan panas, telah banyak disukai dan digunakan oleh industri pengolahan kosmetik, farmasi dan lain-lain dari dalam maupun Luar Negeri.

Klasifikasi Jarak Kepyar
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Euphorbiales
  • Famili : Euphorbiaceae
  • Genus : Ricinus
  • Spesies : Ricinus communis L
Varietas Jarak Kepyar

Jarak kepyar memiliki beragam varietas yang memiliki keunggulan tersendiri terhadap kondisi iklim, serangan hama penyakit dan karakteristik dari varietas itu sendiri yang disesuaikan dengan kondisi daerah pengembangan. Artinya varietas jarak kepyar yang telah ada dan dikembangkan oleh petani adalah ditentukan oleh kondisi lahan, pengetahuan petani tentang jarak kepyar dan tingkat kecocokan tanaman jarak kepyar ditumpangsarikan dengan jenis tanaman lainnya. .

1. Varietas Asembagus 22
  • Spesies : Ricinus communis L.
  • Umur mulai berbunga : 40 - 48 hari
  • Umur panen I : 100 hari
  • Warna batang : kemerahan
  • Warna daun : hijau
  • Lapisan lilin : tebal
  • Warna biji : coklat dengan bintik kekuningan
  • Berat 100 biji : 40 gram
  • Potensi produksi : 3.000 kg/ha
  • Kadar minyak : 56 %
  • Proses pembijian : mudah
Ketahanan : Agak tahan terhadap Achaea janata (hama penggerek daun dan pucuk)

2. Varietas Asembagus 60
  • Spesies : Ricinus communis L.
  • Umur mulai berbunga : 50 - 57 hari
  • Umur panen I : 105 hari
  • Warna batang : hijau
  • Warna daun : hijau
  • Lapisan lilin : tebal
  • Warna biji : coklat dengan bintik keputihanan
  • Berat 100 biji : 36 gram
  • Potensi produksi : 2.600 kg/ha
  • Kadar minyak : 50 %
  • Proses pembijian : agak sulit
Ketahanan : Agak tahan terhadap Achaea janata (hama penggerek daun dan pucuk)

3. Varietas Asembagus 81
  • Spesies : Ricinus communis L.
  • Umur mulai berbunga : 55 - 65 hari
  • Umur panen I : 105 hari
  • Warna batang : Hijau
  • Warna daun : hijau
  • Lapisan lilin : tebal
  • Warna biji : blirik coklat tua
  • Berat 100 biji : 34 gram
  • Potensi produksi : 2.500 kg/ha
  • Kadar minyak : 53,5 %
  • Proses pembijian : mudah
Ketahanan : Agak tahan terhadap Achaea janata (hama penggerek daun dan pucuk)