Jenis Manajemen Usaha Sapi Perah

Jenis Manajemen Usaha Sapi Perah

Beberapa manajemen usaha pada peternakan sapi perah yang harus dijalankan dengan baik di antaranya manajemen modal, manajemen produksi, manajemen pakan ,manajemen kesehatan ternak, , dan manajemen karyawan.

Manajemen Modal

Modal yang besar tidak menjamin keberhasilan beternak sapi perah, jika tanpa diiringi dengan kerja keras, disiplin, kesabaran, dan ketelatenan, Ditambah, kerja sama yang baik dengan para pekerja, lingkungan, dan pasangan, baik istri, suami, maupun rekan kerja,.

Bagi mereka yang telah atau akan menjalankan usaha peternakan sapi perah modal memang menjadi salah satu faktor penentu keberlangsungan dan perkembangan usaha yang dijalankan. Pengelolaan modal yang baik akan menentukan perkembangan peternakan.

Ketika akan menjalankan usaha sapi perah, pastikan untuk mengetahui modal untuk membeli berbagai kebutuhan investasi hingga membeli sapi perah, baik sapi dara maupun sappi masa produksi. Penhitungkan juga biaya pakan dan biaya lainnya yang harus dikeluarkan hingga sapi memasuki masa produksi dan menghasilkan susu sehingga dapat memberikan pemasukan bagi peternakan.

Keuntungan usaha yang didapatkan sebagian sebaiknya disisihkan untuk pengembangan usaha seperti menambah jumlah indukan dari luar serta perlengkapan kandang yang mengalami penyusutan karena pemakaian .

Bagi peternak skala kecil atau ; peternakan rakyat sebaiknya modal dan uang operasional usaha sapi perah sama sekali tidak tercampur dengan keuangan Pribadi atau keluarga. Passtikan setiap pemasukan dan pengeluaran memilki catatan agar mudah menghitung produktivitas dari peternak yang dijalankan selain itu, sebagai salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman ke bank guna pengembangan usaha.

Manajemen Produksi

Agar usaha peternakan sapi perah berkelanjutan , sebaiknya peternak mempersiapkan regenerasi indukan di peternaknnya. Regenerasi indukan berarti peternakn sapi perah bersangkutan menghasilkan anakan sapi perah betina yang disiapkan untuk menjadi sapi perah pengganti.

Regenari Indukan dapat dilakukan oleh setiap peternakan sapi perah asalkan menggunakan sperma dari pejantan unggul yang dapat diperoleh di balai ternak.

Manajemen Pakan

Untuk mendukung pertumbuhan, menjaga berat badan sapi ideal dan mendukung produkltivitas susu, pakan sebaiknya diberikan secara teratur sesuai dengan kebutuhan masing-masing fase pertumbuhan sapi perah. Pastikanjuga sapi perah mendapatkan pakan dengan kualitas terbaik agar dapat menghasilkan susu berkualitas secara optimal,.

Komposisi dan teknis pemberian pakan sebaiknya dilakukan sesuai ketentuan yang ada. Hindari perubahan waktu pemberian pakan yang mendadak .Karena jika sering kali terjadi, dapat mengganggu nafsu makan sapi perah dan pada akhirnya mengganggu produktivitasnya dalam menghasilkan susu.

Manajemen Kesehatan dan Kebersihan

Kesehatan sapi perah yang terjaga menjadi salah satu poin keberhasilan usaha ini. Karena hanya dalam kondisi sehat seekor sapi perah dapat menghasilkan susu secara optimal dan berkualits, untuk menjaga kesehatan sapi perah pastikan semua program vaksin dan pemberian obat-obatan pencegah penyakit seperti obat cacing dilakukan sesuai jadwalnya yang sudah ditentukan. Saat tertentu seperti saat masa kering kandang pastikan juga sapi perah mendapatkan perawatan serta obat kering kandang tepat pada waktunya agtar itdak terjadi hal yang idak di inginkan.

Menjaga keabersiha tubuh sapi perah dan kandang secara teratur juga menjadi langkah pencegahan penyakit. Pastikan juga segala peralatan yang digunakan di peternakan dalam kondisi bersih. Terlebih perlengkapan untuk memerah susu agar kualitas susu yang dihasilkan tetap baik.

Membersihkan kandang harus dilakukan secara teratur sehingga sapi tetap terjaga kesehatannya dan susu yang dihasilkan juga tetap berkualitas. Mencuci peralatan, kebersihannya dapat mempengaruhi kualitas susu yang dihasilkan..

Pastikan ketersediaan air di sekitar peternakan untukl minum dan mandi sapi serta membersihkan kandang. Didalam kandang sebaiknya dibuat kolam kecil untuk sterilisasi pekerja yang keluar masuk kandang.

Sumber bacaan : Buku Pintar Beternak & Bisnias Sapi Perah, Erif Syarif dan Bagus H 2011.