Kelengkapan Budidaya Cacing

Cacing tanah menghendaki suasana lingkungan yang teduh , lembab,dan terhindar dari sinar matahari langsung. Untuk itu lokasi pembbudidayaannya harus dapat menciptakan kondisi yang dinginkan cacing, Untuk memenuhinya maka diperlukan sarana pembudidayaan seperti bangunan pelindung, wadah pemeliharaan serta sarang atau media hidupnya.

Bangunan Pelindung

Pemeliharaan cacing tanah sebaiknya dilakukan di dalam bangunan pelindung atau kandang. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan wadah pemeliharaan cacing tanah. Bangunan tersebut mutlak harus disediakan.

Syarat bangunan pelindung : 
  • Terlindung dari sinar matahari, cacing tidak menyukai cahaya terutama matahari maka bangunan mengarah ke utara selatan untuk menghindari terkena sinarmatahari secara langsung. Cacing tanah dapat mati karena kondisi bangunan yang kurang baik karena panas sinar matahari dan menyebabkan media hidup atau sarang cepat kering, 
  • Terlindung dari curahan air hujan, selain terhadap cahaya, cacing tanah pun peka terhadap air yang berlebihan. Karena dapat mematikan. Di alampun cacing menghindari lokasi yang banyak mengandung banyak air. 
  • Memudahkan pemeliharaan, kontruksi bangunan pelindung harus memudahkan pemeliharaan,peletakan rak sarang yang teratur sehingga mudah dilalui pemelihara.
  • Terhindar dari gangguan, agar cacing tanah terhindar dari serangan binatang pengganggu(burung, semut, lintah, tikus dan lipan) maka sebaiknya dilengkapi dengan dinding yang rapat.
Kontruksi bangunan, bangunan pelindung untuk pemeliharaan cacing dapat dibuat secara sederhana atau secara permanen, terbuat dari kayu atau dari beton tergantung dari dana yang tersedia. Tepai yang penting memenuhi persyaatan antara lain memiliki ventilasi, dinding, lantai dan atap serta suasana yang nyaman bagi cacing.

Penataan rak, rak merupakan tempat untuk meletakkan wadah pemeliharaan, bahan yang digunakan untuk rak dapat terbuat dari kayu, bamboo atau besi tergantung modal yang dimiliki. Sebenarnya tidak mutlak yang penting dapat menampung wadah pemeliharaan cacing tanah sehingga dapat tersusun rapih.Jarak dari lantai kealas rak pertama sebaiknya tidak terlalu rapat . Sebaiknya susunan rak tidak terlalu tinggi agar lebih mudah melakukan pengontrolan dan pemberian pakan. Penyusunan rak yang ideal sebaiknya 4-5 susun saja.

Wadah Pemelihaaan

Wadah pemeliharaan merupakan tempat untuk menampung sarang atau media, cacing tanah dan bahan pakan cacing tanah. Wadah tersebut dapat berasal dari barang bekas yang mudah didapat disekitar kita seperti ember, kaleng, drum dan karung. Bila ingin yang lebih baik , wadah pemeliharaan dapat dibuat dari bahan kayu atau tembokd an kotak dari plastik. 

Luas dan tinggi wadah tidak mutlak, yang penting dapat memudahkan aktivitas pemeliharaan. Namun , ukuran tinggi ideal sekitar 20-25 cm karena di dalamnya akan diisi bahan sarang setebal 15 - 20 cm.

Bak beton, ini merupakan wadah pemeliharan cacing tanah yang dibuat berbentuk larikan pada lantai bangunan. Bak beton dibuat langsung di atas tanah atau di dalam tanah. Bentuknya persegi dengan ukuran bervariasi tergantung luas bangunan.

Kotak plastik, ini merupakan wadah pemeliharaan berbentuk kotak dari bahan plastik sangat mudah diperoleh di toko atau pasar swalayan dengan berbagai ukuran.

Bahan lainnya, wadah pemeliharaan selain diatas juga dapat dari bahan seperti jiregen plastik, kaleng bekas, anyaman bamboo, karung, drum dan lain-lainnya.

Media

Media atau sarang merupakan tempat tinggal yang sekaligus sebagai makanan cacing tanah. Didalam media ini cacing tanah melakukan segala aktivitasnya seperti bergerak, makan, tumbuh dan berproduksi. Oleh Karena itu , bahan media harus memenuhi syarat sebagai empat hidup dan sebagai makan. Bila bahan media lebih lengkap, makanan yang akan ditambahkan menjadi lebih sedikit.

Dapat dikatakan bahwa mutu media sangat menentukan keberhasilan beternak cacing tanah. Beberapa syarat media yang dikehendaki cacing tanah adalah sebagai berikut : 
  • Media harus terdiri daei bahan organic berserat yang telah mengalami pelapukan antara 50 -65 % dan sudah tidak mengeluarkan gas yang tidak diinginkan cacing tanah. 
  • Media harus mampu menahan kestabilan kelembaban dengan tingkat kelembaban 35 - 50 % 
  • Media harus selalu gembur dan tidak mudah padat atau porius 
  • Media harus muda terdekomposisi atau terurai, 
  • Kandungan protein yang dapat langsung dicernak kurang lebih 15 %. 
  • Suhu media harus sekitar 20 -30 0 C 
  • pH sekitar 6,5 - 7,2 .
Jenis bahan media, bahan untuk media sebaiknya dari bahan yang murah dan mudah diperoleh di sekitar kita. Bahan organik yang mengandung karbohidrat ,protein, vitamin dan mineral sangat baik dijadikan media cacing tanah., Semua kotoran ternak, terutama yang sudah dingin dapat dimanfaatkans ebagai media. Pemberian dapat 100% kotoran.

Selain kotoran dapat juga rumen, kompos, serbuk gergaji, jerami, sekam, batang pisang, kulitpisang, kulit ;jagung, kulit kacang tanah, serasah, bubur/karton, atau kertas dan ampas tebu.

Memang untuk membuat media, bahan-bahan tersebut tidak seluruhnya digunakan, tetapi cukup dipilih salah satu atau beberapa bahan. Variasi susunannya tergantung dari bahanyang ada disekitar kita dan temperature lingkungan.

Sumber bacaan : Sukses Beternak Cacing Tanah. Rony Palungkun, Agribisis 2007 Penulis : Sad Hutomo Pribadi