Lokasi dan Perizinan Usaha Sapi Perah

Lokasi dan Perizinan Usaha Sapi Perah

Persiapanan usaha beternak sapi perah dapat dimulai dengan mencari lokasi peternakan yang mendukung produktivitas sapi perah. Lokasi usaha harus memilki daya dukung air dan pakan alami yang memadai. .Agar usaha peternakannya yang dijalankan lancar dan tidak mendapatkan protes dari masyarakat sekitar, calon peternak sebaiknya melengkapi izin usaha.

Lokasi

Lokasi ideal untuk membangun peternakan sapi perah adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari permukiman tetapi mudah diakses oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Kandang sebaiknya terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimum 10 meter dan mendapat sinar matahari yang cukkup.

Namum, asalkan manajemen kandang baik (kebersihan kandang senantiasa terjaga sehingga bau dan polusi lain dari kandang dapat ditekan) kandang dapat berada dekat pemukiman. Namun, pada usaha peternakan sapi perah yang akan dibangun tentunya lebih baik jika lokasinya tidak dekat dengan pemukiman untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Lokasi peternakan sebaiknya juga memilki lahan untuk bangunan tempat tinggal karyawan dan gudang . Tidak kalah penting,, lokasi harus berada di wilayah yang bebas penyakit ternak, seperti anthrax atau penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Lokasi peternakan sapi perah dapat di dataran rendah ( 100 - 500m di atas permukaaan laut ) hingga dataran tinggi (lebih dari 500 meter diatas permukaan laut ). Namun , akan lebih baik jika peternakan berada di dataran tinggi dengan suhu udara yang rendah. Semakin dingin suhu di peternakan sapi perah semakin baik. Salah satu alasannya, karena susu dingin dapat menekan pertumbuhan bakteri pada susu yang telah diperah. Usaha peternakan sebaiknya dengan suhu rata - rata di bawah 30 0 C.

Daerah sekitar peternakan sebaikknya memiliki sumber pakan alami berupa hijauan. Karena rerumputan merupakan kebutuhan utama pakan alami sapi perah. Satu hektar lahan rumput dapat memenuhi kebutuhan 10 - 15 ekor sapi perah.

Peternak dapat membudidayakan rerumputan di lahan milik sendiri atau menyewa lahan. Peternak dapat juga menerapkansistem kontrak atau kerja sama dengan pemilik lahan, yaitu pemilik lahan menanam rumpout kemudian rumput dibeli oleh peternak.

Lokasi peternakan harus memilki sumber air bersih karena air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama bagi sapi, selain pakan. Satu ekor sapi perah membutuhkan air bersih sekitar 200 liter/hari untuk minum dan mandi, termasuk pula untuk membersihkan kandang.

Perizinan

Izin paling mendasar dan utama untuk pendirian peternakan sapi perah sebenarnya adalah izin dari masyarakat sekitar yang bersentuhan langsung dengan peternakan yang akan dibangun. Calon peternak dapat meminta izin dengan mendatangi penduduk di sekitar lokasi calon peternakan sekaligus bersilaturahmi, jika calon peternak kebetulan tidak tinggal atau baru menetap di lokasi bersangkutan atau baru membeli tanah untuk usaha peternakan izin sekaligus dilakukan ke perangkat desa atau RT/RW setempat.

Persetujuan dari masyarakat sekitar akan memudahkan izin dari tingkat selanjutnya, yaitu kelurahan dan kecamatan. Perangkat pemerintah ini akan mengizinkan jikka sudah ada izin dari masyarakat dan RT/RW. Begitu pula perizinan pada tingkat selanjutnya, seperti kabupaten, akan mudah didapatkan jika sudah ada izin dari tingkat sebelumnya. Izin untuk usaha peternakan dikeluarkan dinas peternakan daerah bersangkutan. Bagi peternak sapi perah yang biasanya tergabung dalam koperasi, izin untuk bertenak dapat juga di dapatkan dari koperasi.

Perizinan.cukup mudah di dapatkan karena usaha peternakan ruminansia (termasuk sapi perah) termasuk usaha yang ramah lingkungan. Tidak menimbulkan bau yang terlalu menyengat, terutama jika dilakukan secara intesif dan menghasilkan limbah yang ramah lingkungan, bahkan dapat dimanfaatkan kembali.

Sumber bacaan : Buku Pintar Beternak & Bisnias Sapi Perah, Erif Syarif dan Bagus H 2011.