Manfaat Tanaman Mimba

Salah satu jenis pestisida yang aman dan mempunyai prospek sangat cerah untuk dimanfaatkan dimasa mendatang adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan yang dikenal dengan pestisida nabati. Mimbamerupakansalahsatu tumbuhan penghasil bahan baku pestisida yang mempunyai harapan baik untuk dikembangkan. Berbagai senyawa bioaktif yang dikandungnyasepertiazadirachtin, salannin, nimbinen, dan meliantriolefektif mempengaruhi kehidupan berbagai jenis hama yaitu dengan menghambat atau mengganggu pertumbuhan dan reproduksi hama. Selain itu senyawa tersebut juga mampu mengurangi aktivitas makan hama sehingga tingkat kerusakan tanaman dapat ditekan.

Disamping sebagai bahan baku pestisida nabati, tanaman mimba juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan terutama dilahan-lahan marginal dimana tanaman tahunan lainnya sulit tumbuh. Bagian-bagian tanaman ini memiliki banyak nilai tambah antara lain sebagai penghasil kayu bakar, sebagai tanaman peneduh, serta sebagai bahan dasar industri seperti industri kosmetik, obat-obatan, dan minyak pelumas.

Beberapa kegunaan tanaman mimba 

Biji tanaman mimba berfungsi sebagai anti hama, berbahan dasar pestisida nabati, sebagai obat, pemeliharaan hewan, produksi minyak.Minyak pada tanaman mimba berfungsi sebagai anti hama, berbahan dasar pestisida nabati, sebagai obat, pemeliharaan hewan, pembuatan sabun, kosmetika, oli mesin, minyak lampu, pembuatan lilin.Ampas tanaman mimba berfungsi sebagai anti hama, berbahan dasar pestisida nabati, bahan pelengkap tanah, pupuk, makanan hewan, untuk membersihkan hewan.Daun pada tanaman mimba berfungsi sebagai anti hama, berbahan dasar pestisida nabati, sebagai obat, pemeliharaan hewan, kosmetik, sayuran, bahan kunyah.Ranting pada tanaman mimba berfungsi sebagai bahan pemeliharaan gigi. Contohnya pada masyarakat India yang sejak dulu memanfaatkan ranting untuk menggosok dan memutihkan gigi dimana terbukti bahwa bagian tanaman tersebut ternyata mengandung senyawa antiseptik.Kayu pada tanaman mimba berfungsi sebagai bahan bangunan/meubel, bahan bakar.Kulit pada tanaman mimba berfungsi sebagai sebagai obat, kosmetika, dan pasta gigi.Akar pada tanaman mimba berfungsi sebagai obat-obatan.

Kandungan bioaktif dan kegunaannya

Biji mimba mengandung beberapa komponen kimia seperti azadirachtin, salannin, azadiradion, salanol, salanolacetate, meliantriol, 3-deacetyl salannin, 14-epoxy-azadiradion,gedunin, nimbinen,dan deacetyl nimbinen. Dari komponen-komponen tersebut yang dapat berperan sebagai bahan bioaktif pestisida nabati adalah azadirachtin, salannin, meliantriol, dan nimbinen. Kandungan azadirachtin terbanyak terdapat dalam biji nimba yaitu berkisar antara 0.1-0.9%. Adapula yang mengatakan bahwa dalam satu gram biji mimba terkandung 2-4 mg azadirachtin.

Mekanisme kerja azadirachtin adalah mempengaruhi sel neurosekretori otak yang berfungsi mengaktifkan fungsi kelenjar protorak yang menstimulasi sintesa protein, mencegah kehilangan air, meningkatkan atau mengurangi aktivitas dan pengaturan khususnya dalam metamorfosa, proses pergantian kulit, dan diapause serangga. Senyawa ini dilaporkan mampu mempengaruhi organ tubuh serangga yang berperan dalam mengatur sekresi hormon acdyson sehingga serangga gagal berganti kulit. Azadirachtin juga berperan untuk menolak makan, mengganggu pertumbuhan dan reproduksi serangga.

Meliantriol dan salannin hanya berperan untuk menghambat aktivitas makan, sedangkannimbinen berperan sebagai virusida.

Kegunaan ekstrak biji mimba terutama mempengaruhi kehidupan hama-hama dipertanaman sehingga tingkat serangganya di lapangan dapat ditekan. Pengaruh yang diberikan antara lain : 
  • Menghambat perkembangan/penetasan telur, larva (ulat), dan pupa (kepompong);
  • Menghambat pergantian kulit pada stadia larva;
  • Mengganggu kopulasi (perkawinan) dan komunikasi seksual serangga; 
  • Menolak makan;
  • Mencegah betina meletakkan telur; 
  • Menghambat reproduksi (lahirnya keturunan) dan membuat serangga jadi mandul;
  • Meracuni larva dan dewasa; dan 
  • Mengurangi nafsu makan atau memblokir kemampuan makan.
Mimba selain aman terhadap manusia ternyata juga aman terhadap serangga berguna lainnya seperti laba-laba, kupu-kupu, serangga penyerbuk, coccinella, dan berbagai jenis tabuhan yang umumnya berperan sebagai musuh alami. Untuk dapat berperan aktif sebagai pestisida, mimba harus tertelan ke dalam tubuh serangga,sehingga bagi serangga yang memakan jaringan tanaman yang telah diperlakukan dengan pestisida nabati akan terpengaruh. Akan tetapi bagi serangga lain yang hanya memakan nektar seperti serangga-serangga penyerbuk atau bagi serangga yang berperan sebagai musuh alami, hampir tidak terpengaruh samasekali karena sangat sedikit mengkonsumsi bahan aktif pestisida.

Saat ini pemanfaatan pestisida nabati di Indonesia khususnya pestisida yang berasal dari biji mimba sudah mulai memasyarakat. Penyediaan bahan pestisida di tingkat petani umumnya masih menggunakan cara ekstrasi sederhana. Mengingat masih banyaknya lahan-lahan marginal yang sangat sesuai untuk pertumbuhan tanaman mimba di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal, maka prospek penanaman tanaman ini yang berbasis industri diperkirakan mempunyai prospek baik untuk dikembangkan.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam industri pestisida nabati mimba adalah perlu perencanaan yang matang terutama berkaitan dengan pemenuhan bahan bakunya. Bahan baku harus dapat di peroleh dalam jumlah yang cukup banyak dengan mutu yang seragam dan berkelanjutan.

Sumber: BudidayaTanamanMimba (Azadirachtaindica A. Juss. Oleh; Wiratno, MesakTombe, Emmyzar. BadanPenelitiandanPengembanganPertanian. BalaiPenelitianTanamanRempahdanObat. 2001.