Pelaksanaan Rehabilitasi Tanaman Kakao

Rehabilitasi pertanaman kakao adalah usaha membangun kembali suatu blok pertanaman kakao yang kondisinya telah rusak melalui tindakan-tindakan rejuvinasi dan penyulaman untuk mengembalikan kearah pertumbuhan yang baik agar produksi dan produktivitas meningkat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Rehabilitasi tanaman kakao dilaksanakan dengan cara menyambung dengan klon unggul anjuran (klonalisasi). 

Klonalisasi pada tanaman kakao dapat dilakukan melalui dua metode yaitu metode okulasi tanaman dewasa (mature budding) dan metode sambung samping tanaman dewasa/tua (mature side-cleft grafting). Rehabilitasi tanaman kakao pada perkebunan rakyat dianjurkan melalui metode sambung samping tanaman kakao dewasa. Sebelum melaksanakan rehabilitasi, perlu dilakukan survey dan penetapan blok pertanaman kakao yang akan direhabilitasi. Survey ini perlu dilakukan untuk menetapkan kegiatan berikutnya, apakah pertanaman tersebut perlu direhabilitasi atau dilaksanakan tanam ulang/replanting.

Dasar pertimbangan dalam penetapan rehabilitasi pertanaman kakao adalah : 
  • Umur tanaman telah tua tapi kondisinya masih kokoh atau sebaliknya umur tanaman masih muda tetapi kondisinya telah rusak; 
  • Klon varietas yang ditanam tidak unggul; 
  • Jarak tanam tidak teratur dan populasi tanaman rendah; 
  • Tingkat kesuburan tanah menurun; 
  • Naungan tidak berfungsi dan jenis tanaman penaung tidak sesuai anjuran teknis. Apabila kondisi tanaman pada kebun 50% baik, maka dilaksanakan rehabilitasi tetapi bila kurang dari 50% dianjurkan untuk tanam ulang atau replanting.

Tahap pelaksanaan rehabilitasi

Persiapan entres

Entres diambil dari kebun entres atau kebun produksi dari tanaman yang telah diseleksi. Entres diambil dari batang plagiotrop, berwarna hijau, hijau kecoklatan sampai coklat. Ukuran entres yaitu diameter 0,75-1,5 cm dan panjang entres 40-50 cm. Bila entres diambil dari lokasi kebun yang dekat dengan lokasi penyambungan, maka pengambilan entres dilakukan pagi hari, dan langsung disambungkan. Tetapi bila lokasi sumber entres jauh dari lokasi penyambungan maka entres perlu diberi perlakuan khusus untuk menjaga kelembaban sehingga entres tetap segar saat digunakan. 

Waktu pelaksanaan

Rehabilitasi dengan cara sambung samping sering dilaksanakan bulan November sampai dengan Desember.

Pelaksanaan sambung samping

Bahan dan alat: Bahan yang diperlukan yaitu gunting pangkas, pisau okulasi, kantong plastik ukuran 18 x 8,,5 cm tebal 0,01 mm atau kantong gula pasir 0,25 kg, atau dapat juga digunakan lembaran plastik 20 x 30 cm, tali rafia, entres warna hijau, hijau kecoklatan atau coklat, batang bawah yang tumbuh sehat.

Teknik penyambungan

Persiapan penyambungan: Siapkan batang bawah yang dipilih dari batang yang sehat/batang sedang bertunas (flush) karena pada kondisi ini kambium tumbuh aktif. Bila tanaman yang akan disambung kurang sehat maka sebelum disambung perlu disehatkan lebih dahulu, misalnya dengan pemupukan, pemangkasan, pengairan dll.

Pada ketinggian 45-60 cm dari permukaan tanah dibuat torehan vertikal pada kulit batang kakao, panjang torehan 5 cm, jarak antar torehan 1-2 cm sesuai dengan diameter entres yang akan disisipkan. Tebal sayatan yaitu sampai mencapai kambium. Ujung torehan dipotong miring ke bawah sampai mencapai kambium, selanjutnya kulit diungkit untuk mengetahui apakah kulit mudah dibuka. Membuka "lidah" kulit bersamaan dengan menyisipkan entres. 

Sambung samping hanya dilakukan pada tanaman yang kulitnya mudah dibuka, kambium bebas penyakit yang ditandai dengan warna putih, bukan coklat. Untuk pertanaman yang pertumbuhannya kurang baik/kulit sulit dibuka, disarankan sambungan pucuk pada tunas air yang sengaja dipelihara. Sambung samping dapat dilakukan lebih dari satu tempat pada setiap pohon.

Batang atas berupa cabang plagiotrop, berwarna hijau, hijau kecoklatan atau coklat dengan ukuran diameter 0,75-1,5 cm, panjang 10-12 cm dengan 3-5 mata tunas. Pangkal entres disayat miring pada salah satu sisinya, sehingga diperoleh bentuk sayatan tersebut runcing seperti baji dan panjang sayatan 3-4 cm. Untuk memperoleh tingkat keberhasilan yang tinggi entres yang digunakan harus dalam keadaan segar.

Entres yang sudah disiapkan, disisipkan pada batang bawah. Sisi sayatan yang berbentuk seperti baji diletakkan menghadap batang bawah, dan baji entres yang disayat menghadap ke bagian kayu/kambium. Kemudian lidah kulit ditutup kembali sebelum pengikatan. Selanjutnya entres dikerodong dengan kantong plastik yang telah disiapkan, kemudian diikat kuat dengan tali rafia hingga air hujan tidak mudah masuk ke luka sayatan. Entres dapat juga ditutup dengan lembaran plastik kemudian diikat erat. Hasil jadi tinggi bila ujung lembaran plastik saling bertemu atau panjangnya sama dengan lilit batang bawah, minimum lebih dari setengah keliling lingkaran batang bawah. Keberhasilan sambung samping terletak sejauh mana entres terhindar dari dehidrasi dan luka sayatan terhindar dari air hujan.

Sumber: Petunjuk Teknis Rehabilitasi Tanaman Kakao (sambung samping). Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. 2000.