Pembenihan dan Penanaman Teh Organik Dengan Stek

Pembenihan teh dengan setek selain mudah dan cepat, juga dapat menghasilkan sifat unggul yang persis dengan induknya. Setek teh diambil dari kebun induk teh yang dikelola khusus yangbebasdarihamadanpenyakit, kuat, tumbuh normal sertajelasidentitasnya. Bahan tanam diambil + 4 bulan setelah pangkas bersih.

Langkah-langkah pembenihan dengan setek : 
  • Potong ranting setek setinggi 15 cm dari bidang pangkas. Setek diambil dari ranting sepanjang + 1 ruas dan 1 helai daun. 
  • Tancapkan tangkainya ke dalam tanah di polybag. Arah daun harus condong ke atas dan tidak boleh saling menutupi satu sama lain. 
  • Setelah mencapai umur 6 - 7 bulan,benih yang tumbuh sehat dipilih dan dipisahkan dari yang kecil.
Ciri-ciri benih yang siap tanam : 
  • Umur benih minimum 8 bulan, 
  • Tinggi minimum 30 cm, 
  • Jumlah daun minimum 5 helai, 
  • Tumbuh sehat, kekar dan berdaun normal, 
  • Akar cukup baik dan terdapat akar tunggang semu dan tidak ada pembengkakan 
  • Benih beradaptasi terhadap sinar matahari.
Langkah-langkah penanaman

Persiapan Lahan : 
  • Survei dan pemetaan tanah, 
  • Pembongkaran pohon dan tunggul dengan mematikan pohon terlebih dahulu melalui pengulitan pohon (ring barking) setinggi 1 m dari leher akar atau dengan mempergunakan takel yang berkekuatan 3 - 5 ton untuk membongkar sampai ke akar-akarnya agar tidak menjadi sumber penyakit. 
  • Babad semak belukar danbersihkangulmadengancangkul sedalam 5-10 cm; 
  • Pengolahan tanah dengan cara pencangkulan pertama sedalam 60 cm dan pencangkulan kedua sedalam 30 - 40 cm. Pencakulankeduainidilakukan setelah 2 - 3 minggu pencangkulan pertama; 
  • Pembuatan jalan selebar 1 meter dan saluran drainase untuk mencegah bahaya erosi dengan menyesuaikan keadaan lahan, kemiringan serta letak jalan kebun.
Jarak Tanam

Jarak yang dianjurkan dalam penanaman teh organik pada tanah datar dan miring berbeda. Jarak tanam antar barisan tanaman minimal 120 cm dan jarak tanam dalam barisan beragam antara 60 - 90 cmPada tanah datar hingga kemiringan 150 kjaraktanam 120 x 90 cm. Padakemiringan 15-30% jaraktanam 120 x 75. Pada lahan miring (> 300) jarak tanam mengikuti pola kontur tanah dengan barisan tanaman memotong arah kemiringan, jarak tanam antar barisan minimal 120 cm dan jarak tanam dalam barisan 60 cm. Sebelum penanaman lubang diberi pupuk organik 1 kg per lubang. Tanah yang mempunyai pH tinggi (> 6) terlebih dahulu diberi belerang murni (belerang cirus) sebanyak 10 - 15 gram atau 50 - 100 gram belerang lumpur untuk setiap lubang.

Pengajiran dan Pembuatan Lubang Tanam

Pengajiranadalah pemasanganajirpadatempat-tempat yang akanditanamibibitteh, sesuaidenganjaraktanam yang telahditentukan.Ajirdibuatdenganukuranpanjang 50 cm dantebal 1 cm. Lubangtanamdibuattepat di tengah-tengah di antaraduaajirdenganukuran 20 x 20 x 40 cm. Lubangtanamdibuat 1-2 minggusebelumpenanaman.

Pengajiran dimulai dari tempat yang tinggi turun ke bawah. Tentukan titik tertinggi dan tancapkan ajir. Dari titik itu dibuat ajir induk dengan jarak tanam antar barisan (120 cm) dari atas lereng turun ke bawah. Ajir induk kedua terletak kira-kira 20 m di sebelah ajir induk. Sesudah ajir induk keduaditentukan, maka dibuat ajir induk ketiga tepat pada garis kontur. Letak ajir induk ditentukan dengan menggunakan alat teodolit atau cukup mengandalkan pandangan mata biasa dan kemudian dicek dengan berjalan kaki. 

Penanaman

Proses penanaman benih asal setek dalam polybag (bekong) dimulai dengan menyobek polybag bagian bawahnya, kemudian menyobek pula bagian sampingnya dari atas ke bawah sampai bertemu dengan sobekan pada bagian bawah. Ujung polybag bagian bawah yang telah sobek tadi ditarik ke atas sehingga bagian bawah polybag terbuka. Benih dipegang dengan tangan kiri, disangga dengan belahan bambu, kemudian dimasukkan ke dalam lubang, sementara tangan kanan menimbun lubang dengan tanah yang berada di sekitar lubang dengan menggunakan kored.

Setelah tanah menutup bagian akar benih, belahan bambu dan polybag ditarik dengan hati-hati keluar dari lubang tanam. Plastik disimpan pada ujung ajir yang berada di sebelahnya. Kemudian, tanah di sekitar benih dipadatkan dengan tangan dan jangan dipadatkan dengan cara diinjak.Selesai menanam, tanah disekitar lubang diratakan agar tidak nampak cekung atau cembung.