Pemeliharaan Tanaman Kemiri

Pemeliharaan tanaman kemiri dapat dilakukan dengan cara pengendalian gulma dan tanaman pengganggu lainnya, penyiraman, pemupukan dan pemangkasan.

Pengendalian Gulma dan Tanaman Pengganggu Lainnya

Pemeliharaan tanaman kemiri berumur muda (1-3 tahun), yang paling utama adalah menjaga agar di sekitar batang pokok tanaman tidak ditumbuhi oleh gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Untuk mengatasi gulma atau tanaman pengganggu lainnya dapat dilakukan secara mekanis, yaitu setiap 3 bulan sekali mencabut atau membongkar gulma atau tanaman pengganggu tersebut. Ketika membersihkan gulma, sekaligus dapat dilakukan pendangiran agar komposisi udara di dalam tanah tetap baik.

Penyiraman

Pada saat tanaman kemiri masih muda (berumur 1-3 tahun), sangat membutuhkan air yang cukup. Oleh karena itu pada musim kemarau, tanaman kemiri pada umur-umur tersebut perlu disiram setiap hari, khususnya setelah dilakukan pemupukan.

Pemupukan

Tanaman Kemiri adalah tanaman yang tidak menuntut kesuburan tanah, tetapi tetap perlu diberi pupuk secara rutin agar produksi buahnya menjadi lebih baik. Pada tanaman berumur muda, pemupukan mutlak diperlukan. Pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk kandang (organik) maupun pupuk kimia (anorganik).

Dalam satu tahun, pemberian pupuk kandang untuk tanaman kemiri muda sebaiknya dilakukan satu kali. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara menggali tanah melingkari batang pohon tanaman sedalam 40 cm dan sedikit di luar lingkar tajuk daun. Pupuk kandang dimasukkan kedalam galian tersebut secara merata dengan permukaan 10 cm dibawah permukaan tanah, kemudian ditutup kembali dengan tanah. Pemberian pupuk kandang akan menambah kesuburan tanah dan memperbaiki kondisi fisik tanah.

Jika pemupukan dilakukan dengan pupuk kimia, maka jenis pupuk yang akan dipakai harus dipilih sesuai kondisi tanaman. Pada tanaman muda dapat diberikan pupuk dengan kandungan Kalium rendah, dan kandungan Phosfor serta Nitrogen tinggi. Sedangkan pada tanaman dewasa atau yang sudah berproduksi diberi pupuk dengan kandungan Kalium tinggi. Jenis-jenis pupuk kimia yang mengandung unsur-unsur tersebut adalah urea (mengandung Nitrogen), TSP (mengandung Phosfor) dan KCL (mengandung Kalium).

Pupuk kimia sebaiknya diberikan dua kali dalam setahun, yaitu menjelang musim hujan dan menjelang musim kemarau. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan cara menggali tanah melingkar batang pokok tanaman tepat dibawah lingkaran tajuk daun yang terluar. Pupuk ditaburkan secara merata dalam lubang galian tanah tersebut, kemudian ditimbuni tanah kembali.

Dosis pemupukan untuk satu batang tanaman kemiri sebagai berikut:
  1. Tanaman berumur satu tahun: Urea 50 gram, TSP 40 gram dan KCL 10 gram; 
  2. Tanaman berumur dua tahun: Urea 100 gram, TSP 80 gram dan KCL 20 gram; 
  3. Tanaman berumur tiga tahun: Urea 150 gram, TSP 120 gram dan KCL 40 gram; 
  4. Tanaman berumur empat tahun: Urea 200 gram, TSP 150 gram dan KCL 60 gram; 
  5. Tanaman berumur lima tahun: Urea 300 gram, TSP 150 gram dan KCL 100 gram; 
  6. Tanaman berumur enam tahun: Urea 500 gram, TSP 150 gram dan KCL 250 gram; 
  7. Tanaman berumur diatas tujuh tahun: Urea 1000 gram, tanpa TSP dan KCL 750 gram.
Pemangkasan

Pemangkasan pada tanaman Kemiri mempunyai beberapa manfaat, yaitu: 1) Percabangan menjadi lebih banyak dan tanaman tidak terlalu tinggi sehingga mudah dalam memanen buahnya; 2) Mencegah tumbangnya tanaman kemiri yang berasal dari bibit cangkokan; 3) Dapat memudahkan perawatan, misalnya dalam menghilangkan tanaman pengganggu seperti benalu, memudahkan penyemprotan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit; 4) Dapat mempermuda bagi tanaman yang telah tua; 5) Dapat mempercepat tanaman berbunga dan berbuah (mengatur C/N ratio).

Pemangkasan sebaiknya dilakukan ketika musim hujan, karena untuk pertumbuhan tunas-tunas baru, pohon kemiri membutuhkan banyak air. Pemangkasan juga harus diikuti dengan pemupukan anorganik. Pemangkasan dilakukan terhadap cabang-cabang pohon yang sudah tua, rusak, lemah, sakit, atau yang terlalu berdempetan satu dengan yang lainnya, agar sirkulasi udara dan sinar matahari cukup.

Tanaman kemiri yang tidak mau berbuah dapat dirangsang dengan cara sebagai berikut : 
  • Pemotongan akar, untuk mengurangi penyerapan larutan makanan terutama N dari dalam tanah; 
  • Pengeratan atau ringing pada batang-batannya untuk menghambat atau membendung translokasi (pengangkutan) karbohidrat; 
  • Mengurangi daun-daunnya untuk mengurangi timbunan karbohidrat dan kegiatan fotositsis.

Pekerjaan yang dilakukan dalam rangka merangsang pembuahan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tanaman yang dirangsang untuk berbunga dan berbuah itu tidak terkena infeksi akibat lukanya atau bahkan dapat mati karenanya

Sumber: Budidaya Kemiri Komoditas Ekspor. Oleh Ir. Hatta Sunanto, BSc., MS. Kanisius. 1994.