Penanaman Tanaman Kemiri di Lapangan

Tanaman Kemiri sebenarnya dapat dikembangkan dengan cara penanaman biji secara langsung dilapangan, akan tetapi cara tersebut memiliki persentase pertumbuhan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan penyemaian. Gagasan ini didapatkan dari hasil percobaan penanaman secara langsung di bekas perladangan Tanjung Bintang (Lampung Selatan) yang menunjukkan persentase pertumbuhannya hanya sekitar 57%, sedangkan penanaman melalui penyemaian pertumbuhannya dapat mencapai 78%.

CARA MENANAM

Sebelum melakukan penanaman, sebaiknya lahan yang akan digunakan untuk usaha budidaya kemiri bersih dari tanaman-tanaman yang kurang bermanfaat, terutama gulma, karena adanya tanaman-tanaman tersebut dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman kemiri itu sendiri.

Dalam budidaya tanaman kemiri ini, jarak tanam harus diatur dengan baik sesuai dengan tujuannya. Jika usaha budidaya kemiri ini bertujuan untuk menghasilkan buah atau biji, maka jarak tanam antar pohon adalah 10mX10m. Sedangkan jika bertujuan untuk mengambil batangnya atau pulpnya, maka jarak tanam antar pohon adalah 4mX4m.

Ukuran lubang tanam yang baik untuk tanaman kemiri adalah 60cmX60cmX60cm. Pada proses penggalian lubang tanam, bagian tanah atas dan bawah harus dipisahkan. Bagian tanah atas harus disendirikan, kemudian bagian tanah bawah dicampur merata dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, campuran tanah dan pupuk kandang tersebut dapat segera dimasukkan dalam lubang tanaman. Tetapi jika penanaman dilakukan pada musim penghujan, sebaiknya campuran tanah dan pupuk tersebut dibiarkan sementara waktu didekat lubang tanam, dengan tujuan agar campuran tersebut menjadi kering sehingga kadar keasamannya menurun. Setelah campuran tanah dan pupuk kandang mengering, kemudian dimasukkan kedalam lubang tanam dan bibit dapat segera ditanam.

Cara menanam bibit kemiri dilubang tanam adalah sebagai berikut : 
  • Pada lubang-lubang tanam yang telah diisi dengan tanah dan pupuk tersebut dibuatkan lubang-lubang kecil yang ukurannya sebesar polybag dari bibit kemiri yang akan ditanam. 
  • Lepaskan bibit-bibit kemiri tersebut dari polybagnya dengan hati-hati. Cara melepaskan polybag bibit kemiri dapat dilakukan dengan mengiris salah satu sisinya. Pada saat membuka polybag harus diusahakan agar perakaran bibit tidak rusak. 
  • Setelah bibit-bibit kemiri tersebut sudah terlepas dari polybagnya, kemudian bibit bibit tersebut dapat ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan. 
  • Penanaman bibit harus dusahakan agar perakarannya teratur dan terbuka, yaitu dengan cara menimbun tanah sedemikian rupa sehingga permukaan media tumbuh ketika masih dalam polybag sama dengan permukaan media tumbuh bibit tanaman di lapangan dan lebih rendah dari permukaan lahan supaya dapat menampung air siraman.
Penanaman tumpangsari dengan tanaman lain

Untuk menjaga agar lahan bebas dari tanaman gulma, jarak antara lubang dapat ditanami tanaman-tanaman penutup tanah. Untuk lahan miring dapat ditanami kacang ruji (Pueraria javanica) atau kacang asu (Calopagonium mucunoides). Untuk tanah yang landai dapat ditanami tanaman palawija, misalnya jagung, kacang tanah atau kedelai.