Pengaruh Curah Hujan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kopi

Pengaruh Curah Hujan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kopi

Pengaruh Hujan terhadap pertumbuhan vegetatif

Pertumbuhan vegetatif pada tahaman kopi sangat dipengaruhi oleh curah hujan. Pertumbuhan yang paling aktif terjadi pada pertengahan pertama musim hujan, kemudian berangsur-angsur berkurang hingga mencapai tinakat minimum pada pertengahan ke dua musim kemarau. Dalam musim hujan, cabang primer pada tanaman kopi membentuk satu ruas baru dalam 3-4 minggu, sedangkan dalam musim kemarau dapat mencapai 6-8 minggu atau lebih

Pengaruh hujan terhadap florasi

Primordia bunga yang terbentuk akan tumbuh, dan kemudian memasuki masa dorman setelah panjangnya 8-12 mm (stadium lilin). Untuk mematahkan dormansi tersebut diperlukan curah hujan minimal 3-4 mm. Kira-kira 7-10 hari setelah turun hujan , bunga tersebut akan mekar (terjadi florasi). Apabila selama pertumbuhan bunga banyak turun hujan maka akan dijumpai banyak kuping lawa, karena bractae (daun pelindung) tumbuh lebih fors. Sebaliknya bila lama tidak ada hujan maka kuncup-kuncup bunga yang berwarna putih akan berubah menjadi ros dan akhirnya mengering. 

Disamping dipegaruhi oleh hujan, bunga-bunga tesebut juga dapat mekar karena embun, namun bungan yang mekar karena embun ini akan menghasilkan biji-biji kecil dan banyak kopi laki (pea berry). 

Dalam keadaan kekeringan, florasi dapat dirangsang dengan irigasi, terutama irigasi curah (sprinkler irrigation), sehingga bunga dapat dihindarkan dari kekeringan dan kematian. Pemberian air seperti ini dikenal dengan "flowering shower".

Pengaruh hujan terhadap persarian dan fertilisasi

Persarian bunga kopi terutama terjadi oleh angin, sehingga kondisi cuaca pada saat florasi manjadi factor yang sangat menentukan, terutama pada kpi robusta yang menyerbuk silang. Bunga kopi mekar antara pukul 4-6 pagi, dan nampaknya hanya sereptif selama satu hari. Bagi jenis-jenis kopi yang menyerbuk silang seperti kopi robusta, proses persarian tersebut kebanyakan baru mulai terjadi menjelang jam 8 pagi, yaitu setelah cukup angin. Oleh karena itu, hujan pagi berakibat fatal bagi persarian. Agar persarian dan fertilisasi dapat sukses, diperlukan cuaca yang baik selama sehari semalam.

Pengaruh hujan terhadap pertumbuhan buah

Type curah hujan akan mempengaruhi pertumbuhan buah, terutama pada perbedaan besar biji dan rendemen. Sampai batas-batas tertentu , biji akan semakin besar jika iklim semakin agak kering, namun jika melewati batas tertentu iji akan menjadi kecil karena kekurangan air.

Di daerah basah sering terjadi mendung, sehingga fotosintesa kurang dan akibatnya pertumbuhan biji terhambat. Rendemen juga mengikuti korelasi tersebut,meskipun nampaknya lebih persisten. Semakin kering, daging buah semakin tipis dan kurang berair sehingga secara relative biji menjadi semakin berat sehingga Semakin kering, daging buah semakin tipis dan kurang berair sehingga biji menjadi semakin berat(rendemen semakin besar).

Pengaruh hujan terhadap distribusi panen

Tipe curah hujan berpengaruh terhadap distribusi panen dalam setahun. Di daerah -daerah basah , periode panen berlangsung lebih lama bila dibandingkan daerah yang lebih kering. Dengan periode panen yang lebih lama maka akan mengakibatkan produksi harian maksimum di daerah kering lebih tinggi daripada daerah basah. Di daerah basah (tipe hujan B), produksi harian maksimun sekitar 2% dari produk total setahun, sedangkan di daerah kering (tipe hujan C) produksi harian maksimum dapat mencapai 3 % atau lebih.

Pengaruh hujan terhadap produksi

Pada daerah yang lebih kering pada umumnya produksi akan lebih sedikit. Untuk kopi robusta, tipe curah hujan yang cocok adalah tipe C yang mendekati B, sedangkan kopi arabika lebih toleran terhadap iklim yang basah (B/A), karena jenis ini bersifat menyerbuk sendiri. Disamping itu karena mempunyai system perakaran lebih dalam, kopi arabika juga tahan ditanam di daerah yang agak kering (C mendekati D).