Pengendalian Nematoda Parasit pada Perkebunan Kopi

Pengendalian Nematoda Parasit pada Perkebunan Kopi

Pengelolaan nematode pada tanaman kopi hendaknya berwawasan lingkungan dan mendukung konsep pertanian yang berkelanjutan. Dengan strategi ini populasi nematode tetap dalam keseimbangan yang berada di bawah nilai ambang kerusakan. 

Species nematode pada kopi

Lebih dari 14 species nematode parasit dijumpai pada kopi Arabika dan Robusta di Indonesia, namun hanya beberapa jenis saja yang menimbulkan kerusakan yaitu Pratylenchus coffeae, Rodopholus similis dan Meloidogyne spp.

Nematode P. coffeae merupakan nematode yang paling berbahaya baik pada kopi Arabika maupun Robusta. R.similis terutama menyerang kopi Arabika , meskipun di beberapa daerah juga menyerang kopi Robusta, sedangkan nematode Meloidogyne spp, termasuk kurang berbahaya bagi Kopi di Indonesia.

Strategi pengendalian

Dalam sistem pengendalian terpadu, komponen yang dapat dirakit meliputi: Penanaman bahan tanaman kopi yang tahan/toleran, manipulasi teknik budidaya, pemanfaatan agens hayati (biological agent) dan aplikasi nematisida nabati.

Bahan tanaman yang toleran

Kopi Arabika:Sebagian besar memiliki ketahanan yang rendah terhadap P.Coffeae.

Kopi arabika Catimor sangat rentan terhadap P.coffeae, dengan tingkat populasi lebih darri 2000 ekor/gam akar dan penurunan biomassa sekitar 80%. Dengan demikian maka pengendalian nematode melalui penggunaan bahan tanaman Arabika yang tahan/toleran pada saat ini belum memungkinkan.

Kopi Robusta

Klon yang tahan terhadap P.coffeae yaitu BP 308 dan BP 961. Dalam pengujian di lapangan ternyata BP 308 memiliki daya tahan yang lebih besar dibandingkan dengan BP 961.

Kopi Ekselsa: Kopi ekselsa (C.excelsa), Liberika (C.liberica) , dan C. dewevrei pada umumnya mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap nematode P. cpffeae, yaitu a.l. kopi Ekselsa Bgn.121.09, yang banyak dipergunakan sebagai batang bawah untuk Robusta maupun Arabika.