Pengendalian Penyakit dan Gulma pada Perkebunan Teh Organik

Pengendalian Penyakit dan Gulma pada Perkebunan Teh Organik

Pengendalian Penyakit

Ada beberapa penyakit yang dapat menyerang tanaman teh, diantaranya adalah penyakit cacar daun (Blister blight), penyakit akar merah (Ganoderma pseudoferreum) dan penyakit akar hitam.

Penyakit cacar daun (Blister blight)

Penyakit cacar daun akan menyerang daun pucuk the dan ranting the muda. Daun teh yang terserang penyakit cacar daun tersebut akan menyadi bengkak seperti cacar berwarna putih. Untuk mengendalikan penyakit cacar daun ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, baik secara kultur teknis maupun secara hayati.

Pengendalian penyakit cacar daun secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) Penanaman klon teh yang tahan terhadap cacar antara lain: PS I, RB 1, GMB 1, BMB 2, GMB 3, GMB 4, GMB 5, GMB 6, BMB 7, GMB 8, GMB 9, GMB 10, dan GMB 11; (2) Memangkas dahan atau ranting pohon pelindung yang terlalurimbunsejajardenganpermukaantanah. Pemangkasan ini dilakukan pada menjelang musim kemarau. Pemetikan dilakukan dengan daur petik yang pendek, kurang dari 9 hari. Sedangkan pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan penyemprotan compost tea.

Penyakit akar merah (Ganodermapseudoferreum)

Dalam rangka pengendalian penyakit akar merah, beberapa cara dapat dilakukan. Secara kultur teknis, penyakit akar merah (Ganodermapseudoferreum) dapat dikendalikan dengan cara: (1) Membongkar dan membakar tanaman-tanaman yang telah diserang penyakit, termasuk pohon pelindung yang terserang penyakit akar merah tersebut sampai ke akar-akarnya; (2) Menggali selokan sedalam 6-100 cm dan diberi serbuk belerang pada sekeliling blok yang terserang; (3) Membongkar tanaman sampai ke akar-akarnya dan dibuang /dibakar di tepat tertentu, tanahnya ditanami rumput Guatemala atau Crotalaria selama 2-3 tahun, baru dapat ditanami the kembali; (4) Membuat saluran-saluran drainase secukupnya dan tidak menanam pohon pelindung yang peka terhadap jamur akar.

Penyakit akar hitam

Pengendalian penyakit akar hitam pada prinsipnya sama dengan pengendalian penyakit akar pada umumnya, hanya khusus untuk penyakit akar hitam, sebelum tanaman dibongkar sampah-sampah yang ada pada tempat yang diserang dibersihkan, kemudian dibakar.

Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma di areal tanaman belum menghasilkan (TBM) dapat dilakukan secara kultur teknis dan secara manual/mekanis. Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan cara: (1) Menerapkan seluruh teknis bercocok tanam the secara benar dan tepat; (2) Penanaman tanaman pupuk hijau sepertiTephrosia spp., Crotalaria spp., dan Sesbani asesban diantara barisan tanaman teh; (3) Pemberian mulsa. Sedangkan pengendalian secara manual/mekanis dapat dilakukan dengan: (1) Mencabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman the muda dengan tangan; (2) Memotong gulma di permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah dengan alat parang, kored atau cangkul.

Pengendalian di areal tanaman menghasilkan (TM). Pengendalian di areal tanaman menghasilkan (TM) dapat dilakukan secara kultur teknis dan manual/mekanis. Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara : (1) Melaksanakan seluruh tindakan kultur teknis secara tepat dan pemeliharaan yang cukup ; (2) Melaksanakan petikan rata agar tajuk tanaman tumbuh melebar dan rapat menutup tanah; (3) Melaksanakan program penyulaman secara intensif untuk menghilangkan sumber infeksi/penyebaran gulma; (4) Pemberian mulsa.

Pengendalian secara manual/mekanis dapat dilakukan dengan: (1) Mencabut gulma dengan tangan atau memotong dengan parang dan (2) Memotong gulma di permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah dengan alat parang, kored, gacok atau garpu.

Sumber: Pedoman Teknis Pengembangan Budidaya Teh Organik. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta. 2009.