Penyediaan Kandang Pada Usaha Sapi Perah

Penyediaan Kandang Pada Usaha Sapi Perah

Setelah menentukan lokasi dan perizinan usaha, tahap selanjutnya adalah menyediakan kandang, berikut ini Penjabaran jenis kandang pada peternakan sapi perah.

Kandang Perawatan sapi

Pada dasarnya, kandang perawatan sapi, baik untuk sapi dara, sapi masa kering kandang, sapi masa laktasi maupun sapi bunting, tidak jauh berbeda. Namun biasanya pada sapi masa kering kandang dan sapi bunting dipisahkan dari sapi lainnya. Jika peternak memilki luas lahan atau kandang yang memadai. Tujuannya antar lain agar sapi merasa nyaman selama masa kebuntingan dan memilki cukup ruang untuk melakukan gerakan sehingga merangsang kelahiran normal.

Ukuran kandang 3 x 1,8 meter untuk dua ekor sapi perah. Atap kandang dapat berupa genting atau asbes. Ketinggian atap sekitar lima meter agar sirkulasi udara berjalan baik. Dinding kandang berupa dinding semen setinggi 1,5 meter, sedangkan bagian atasnya terbuka.Fungsinya , untuk mencegah terpaan angin langsung mengenai sapi. Sementara itu, bagian yang terbuka berfungsi untuk memperlancar sirkulasi udara dalam kandang. Lantai kandang berupa tanah yang disemen sehingga mudah dibersihkan. Di depan pintu kandang juga dapat dibuat kolam kecil untuk menambpung air yang sudah dicampur disinfektan. Hal ini bertujuan agar alas kaki setiap pekerja yang keluar masuk kandang tetap steril.

Terdapat dua jenis struktur kandang pemeliharaan sapi perah yaitu kandang tunggal dan kandang ganda. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran. Kandang jenis ini biasa di peternakan sapi perah atau sapi potong dengan populasi yang sedikit.. Sedangkan pada kandang ganda, penempatan sapi dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling membelakangi. Diantara kedua jajaran biasanya dibuat jalur untuk memudahkan perawatan oleh pengurus kandang. Kandang jenis ini biasanya digunakan di peternakan sapi perah atau sapi potong dengan populasi cukup banyak.

Tempat pakan dan minum dapat dijadikan satu tempat. Tempatnya berbentuk cekungan yang disemen. Dibuat lebih tinggi dari lantai agar pakan yang diberikan tidak di injak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara itu pakan complete feed cukup diletakkan di lantai. Karena itu, setelah selesai dimakan, segera dibersihkan agar tidak mengotori kandang.

Saluran pembuangan kotoran harus dibuat agar lebih mudah membersihkan kotoran sapi yang relatif banyak serta untuk membuang urine sapi atau menyalurkan kotoran sapi ke saluran biogas (jika di petrnakan terdapat instalasi biogas) atau ke saluran penampungan kotoran untuk dijual sebagai pupuk kandang

Kandang Anakan

Usaha peternakan sapi perah dapat menghasilkan susu karena indukannya telah melahirkan. Agar susunya dapat diperah, anak sapi harus dipisahkan dari induknya. Karena itu, dibutuhkan kandang anakan. Kandang yang digunakan berupa kandang panggung agar anak sapi (pedet) tidak kotor dan kedinginan. Ukuran kandang 1,20 x 1,70 dapat digunakan untuk satu ekor pedet. Selain itu, anakan dapat juga ditempatkan di kandang koloni atau kandang tunggal disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan kandang di peternakan.

Tempat pakan dan minum dibuat di bagian depan kandang . Posisi tempat pakan disesuaikan dengan tinggi kepala dan leher anak sapi. Sementara ituk kotoran anak sapi dapat langsung jatuh ke bawah kandang karena konstruksi kandang berupa kandang panggung. Saluran pembuangan harus tepat di bawah kandang sehingga lebih mudah membersihkan saluran pembuangan.

Pengelompokan Sapi dalam kandang

Pada pemeliharaan sapi perah, penempatan sapi dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat produktivitasnya. Sementara itu, sapi yang sudah tidak produktif atau apkir dapat dikelompokkan ke bagian kandang tertentu.

Sapi yang terserang penyakit juga sebaiknya dipisahkan pemeliharaannya dari sapi yang lain (ditempatkan dalam kandang isolasi ) agar tidak menular yang lain. Kontruksi kandang isolasi sama dengan kandang pemeliharaan tetapi dibuat terpisah dari kandang pemeliharan.

Sumber bacaan : Buku Pintar Beternak & Bisnias Sapi Perah, Erif Syarif dan Bagus H 2011.