Perawatan Media Cacing Tanah

Dimaksud dengan perawatan di sini adalah perawatan media . Perawatan media bertujuan agar kondisi media selalu sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing tanah. Kegiatan perawatan media ini meliputi pengadukan, penyiraman, pengukuran suhu dan pH serta penggantian media.

Pengadukan

Seperti halnya mahluk hidup lain, cacing tanahpun membutuhkan oksigen yang cukup. Oleh sebab itu, media sebagai tempat tinggalnya harus selalu gembur agar peredaran udara di dalamnya tetap terjamin. Kegiatan pengadukan media ini sekaligus untuk mencampur bahan makanan yang tersisa. Pengadukan media ini dilakukan dengan tangan. Sebaiknya pengadukan dilakukan setiap 3 - 4 hari sekali. 

Penyiraman

Bila pada saat pengadukan medianya tampak kering, harus dilakukan pemberian air dengan cara paenyiraman. Penyiraman ini dilakukan sambil diaduk. Jumlah air yang diberikan hanya secukupya saja, jangan berlebihan karena penyiraman hanya untuk melembabkan media. Media yang terlalu basah dapat menyebabkan cacing tanah berwarna pucat . Bahkan pada keadaan sangat berlebihan air, cacing tanah dapat mati.B ila media terlalu basah, penanggulangannya adalah dengan memberikan media kering di dasar wadah. Kelembaban media yang dibutuhkan cacing tanah adalah sekitar 15 - 30 %. 

Pengukuran suhu dan pH

Suhu media yang baik untuk pertumbuhan cacing anah adalah 15 - 25 0 C. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan suhu dengan menggunakan thermometer. Bila suhu lebih tinggi, pencegahannya dilakukan dengan cara media disemprotkan air. Namun, jumlahnya jangan berlebihan.

Derajat keasaman (pH) media yang dibutuhkan oleh cacing tanah adalah sekitar 6 -7,2. Dengan kondisi itu bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan oleh karena itu, dalam kegiatan perawatan pun perlu dilakukan pengecekan terhadap pH media. Bila ditemukan media dalam kondisi asam atau pH kurang dari 6 maka pencegahannya adalah dengan pemberian segenggam kapur tembok yang dicampur segelas air dan disiramkan ke media. Bersamaam denganpenyiraman ini, media diaduk agar air kapur tercampur merata. 

Penggantian Media

Sirkulasi udara kedalam media akan terhambat bila medianya mudah memadat. Pemadatan ini terjadi karena partikel-partikel bahan media mengecil atau menjadi halus. Pada kondisi ini biasanya media harus segera diganti karena sudah tidak berfungsi optimal sebagai media atau tempat tinggaal cacing tanah. 

Media harus segera diganti adalah yang secara fisik, bentuk, warna dan sifatnya telah berubah menjadi seperti tanah atau kotoran cacing (kascing/bekas cacing)). Warnanya sudah berubah menjadi hitam, bersifat lengket dan mudah memadat bila dalam keadaan basah atau lembb . Biasanya penggantian media ini dilakukan setelah dipakai selama 2 - 2,5 bulan. Media yang sudah tidak terpakai ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk oganik bagi tanaman.

Mengatasi Hama Pengganggu

Cacing tanah tidak pernah terserang penyakit yang sisebabkan oleh kuman bakteri. Namun, kendala yang sering terjadi pada pembudidayaan cacing tanah ialah kekurangan makan, kekering, atau mangsa binatang lain.Kekurangan makanan biasanya disebabkan oleh binatang lain yang memakan pakannya. Sementara cacing yang kekeringan disebabkan oleh lingkungannya yang terlalu panas atau medianya kurang lembab..

Gangguan yang paling sering dihadapi cacing tanah ialah adanya hama yang memangsa cacing tanah. Beberapa jenis hama atau musuh cacing tanah antara lain semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, curut, coro,katak, tupai, ayam, itik, angsa, entog, lintah, ular, dan kutu.

Lintah dapat membunuh cacing tanah dengan cara mengisap darahnya sampai habis, Untuk mencegahgangguan lintah ini dapat dilakukan dengan cara menaburkan tembakau di permukaan media.

Kumbang biasanya menaruh telur-telurnya pada media cacing tanah. Setelah telur menetas , larvanya akan memakan media dan pakan cacing tanah. Biasanya kumbang sangat jarang ditemukan dalam jumlah banyak. Namun bila Nampak di permukaan media,kumbang tersebut dapat segera dimatikan.

Musuh yang juga sangat ditakuti peternak cacing tanah adalah semut merah. Semut merah menjadi hama karena memakan pakan cacing yang mengadung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Untuk mencegah serangan semut merah dapat dilakukan dengancara memberikan air yang cukup di sekitar wadah pemeliharaan atau di kaki rak tempat meletakkan wadah pemeliharaan.

Binatang pengerat yang sering mengganggu cacing tanah diantaranya ialah tikus . Pakan cacing tanah berupa butiran (biasanya dari pakan komersial ) sangat disukai oleh tikus, Untuk menanggulangi serangan hama ini dapat dilakukan dengan cara memasang perangkap tikus di sekitar wadah pemeliharaan.

Kutupun dapat merupakan hama yang cukup berbahaya pada pembudidayaan cacing tanah . ini disebabkan kutu dapat memakan pakan cacing tanah. Untuk mencegah serangan kutu, di atas permukaan media diberi sulfur atau belerang.

Binatang pengganggu lainnya seperti ayam, itik, entog, angsa dan ular. Serangan tsb dapat dicegah dengan cara wadah pemeliharaan dijauhkan dari jangkauan hama tersebut.

Sumber bacaan : Sukses Beternak Cacing Tanah. Rony Palungkun, Agribisis 2007