Perbanyakan Benih Ubi Kayu

Perbanyakan Benih Ubi Kayu

Perbanyakan benih konvensional

Produktivitas dipengaruhi oleh populasi tanaman produktif, sedangkan populasi tanaman/jarak tanam berpengaruh terhadap mutu benih (diameter batang dan jarak antar-mata tunas).
  • Untuk mendapatkan populasi optimal daya tumbuh benih minimal 95.
  • Jarakantar-barisan75-100cm.
  • Jarak dalam barisan 50-75 cm
  • Untuk mencegah hama penggerek batang, lundi, rayap dan hama lainnya serta kekurangan hara dapat dilakukan pencelupan stek ke dalam
  • Larutan insektisida sistemik dan larutan hara yang tidak terdapat dalam pupuk NPK seperti Fe dan S (4).
Jumlah bibit satu stek per lubang, sedangkan kebutuhan stek untuk memproduksi benih 10.000-12.000 stek (kebutuhan pertanaman 1 hektar) diperlukan 1000 stek (batang, dua mata dan tunas pucuk).

Perbanyakan benih secara cepat (Rapid multiplication seeds)
  • Stek 50 cm ditanam dengan posisi horizontal dalam barisan.
  • Jarak antar-barisan 30-40 cm.
  • Pencelupan stek kedalam larutan insektisida sistemik untuk mencegah hama penggerek batang, Lundi dan rayap.
  • Pencelupan stek ke dalam larutan (4) hara Fe dan S untuk daerah yang unsur Fe dan S tersebut tidak tersedia bagi tanaman.
  • Stek pucuk :@_ 20 cm dari tunas umur 3-4 minggu dipindahkan ke dalam media kantong plastik (media lain), disimpan dalam rak ruang plastik (tembus cahaya dan kelembaban @ 80) selama 2-3 minggu sebelum dipindahkan ke pembibitan lapangan.
  • Tunas yang telah diambil stek pucuknya akan bertunas lagi dan stek pucuknya dapat diambil tiap 4-6 minggu untuk di tanam pada media kantong plastik.
  • Stek dua mata disemai pada media basah (kertas merang/koran, pasir) selama 7 hari di rumah kaca (plastik atau tempat dengan naungan).
Sumber : - Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Teknologi Produksi Benih Ubikayu dan Ubijalar, Tahun 2000, Bogor.