Potensi Lain Usaha Sapi Perah

Potensi Lain Usaha Sapi Perah

Selain menjual hasil utama berupa susu, usaha peternakan sapi perah dapat memaksimalkan berbagai potensi lain dari peternakannya. Misalnya,menjual sapi jantan,baik anakan maupun dewasa, menjual sapi perah betina afkir,hingga mengolah kotoran sapi menjadi kompos dan biogas.. Berikut ini berbagai hasil yang dapat diperoleh dari peternakan sapi perah,selain hasil utama berupa susu.

Menjual Sapi Apkir

Sapi perah apkir adalah.sapi perah yang tidak produktif, baik karena produksi susunya sudah sedikit, tidak menghasilkan susu, atau karena sejak awal sudah sakit, cacat, atau tidak dapat bunting sehingga tidak dapat melahirkan dan menghasilkan susu. Sapi perah apkir dapat dijual sebagai sapi potong. Dapat dijual ke rumah potong hewan (pejagalan). Peternak sapi perah biasanya mengapkir sapi perah tentunya setelah melalui masa produksi pada umur sekitar 10 tahun (setelah melahirkan 7 - 8 kali) .

Menjual Anak Sapi.

Anakan yang biasa dijual di peternakan sapi perah dapat berupa anakah jantan atau betina. Selain dijual, sebagian anakan sapi betina dibesarkan sebagai pengganti sapi perah yang ada. Anakan dapat dijual pada umur 1 - 4 bulan atau dibesarkan terlebih dahulu untuk dijual saat hari raya atau momen lain. Dapat juga dititip rawatkan ke peternak lain. Untuk peternakan yang manajemennya baik biasanya dapat menjual sapi perah jantan dewasa sebanyak 8 - 10 ekor .

Pemanfaatan Limbah Peternakan.

Seekor sapi dengan bobot 450 kg dapat menghasilkan limbah berupa feses dan urine sekitar 25 kg per hari. Kotoran sapi ini potensial dijadikan sebagai pupuk kandang atau bahan pembentuk biogas, kemudian ampasnya digunakan sebagai pupuk kandang.

Peternak di Indonesia pada umumnya memiliki sapi rata-rata 2 - 5 ekor sapi dengan lokasi yang tersebar tidak berkelompok sehingga penanganan limbahnya, baik limbah padat, limbah cair, maupun sisa pakan, dibuang ke llingkungan yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta berpotensi menyebarkan penyakit.

Karena itu, dapat dilakukan pengolahan llimbah dari kotoran sapi secara sederhana sehingga dapat dimanfaatkan dan memilliki nilai jual, baik sebagai pupuk kandang, kompos, pupuk cair, maupun bahan penghasil biogas.

Memiliki Berbagai Produk Turunan

Selain menjual susu segar melalui berbagai saluran pemasaran, susu segar juga dapat diolah menjadi berbagai produk. Pengolahan susu banyak dilakukan peternak sapi perah di beberapa daerah sentra peternakan sapi perah. Dengan menghasilkan produk turunan ini, peternak dapat memberikan nilai tambah terhadap produk susu yang dihasilkan dan menambah penghasilan. Produk-produk turunan yang dapat dihasilkan dari susu di antarnya yoghurt, kefir, tahu susu , kerupuk susu, permen caramel susu, dan keju.

Yoghurt, yoghurt adalah produk minuman susu hasil fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgariens dan Streptococcus thermophiles.Yoghurt sudah menjadi minuman kegemaran bagi sebagian masyarakat karena mimiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama pencernaan. Di pasaran, minuman ini tersedia dalam bagai rasa. 

Kefir, Kefir merupakan minuman hasil fermentasi susu seperti yoghurt, dengan rasa lebih asam. Pembuatan kefir lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan yoghurt. Kefir dibuat menggunakan butir-butir kefir (biang) untuk proses fermentasinya. Biang kefir mengandung sekirat 60 mikroorganisme 

.Permen Karamel Susu, permen ini dapat dibuat dari susu segar atau susu pecah. Pembuatannya cukup mudah menggunakan peralatan yang cukup sederhana. Permen ini merupakan salah satu jenis kembang gula yang mempunyai tekstur lunak, lengket, dan berwarna cokelat muda sampai cokelat gelap.

Tahu susu, tahu ini merupakan makanan khas dari salah satu sentra peternakan sapi perah di Indonesia, yaitu di daerah Lembang Bandung Jawa Barat. Bentuk dasar dari tahu susu berupa gumpalan yang kandungan airnya dikeluarkan . Penampilan tahu susu mirip dengan tahu sumedang dengan tekstur lebih padat dan rasa lebih gurih.

Kerupuk Susu, adalah kerupuk yang dibuat menggunakan susu yang tidak memenuhi standar kualitasnya (susu pecah) . Pemanfaatan susu pecah bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dari kerupuk. Pembuatannya pun cukup mudah, yaitu gumpalan susu dari susu pecah dicampur dan diaduk dengan tepung tappioka, lalu dikukus. Setelah itu dipotong-potong dan dijemur selama tiga hari sehingga menghasilkan kerupuk dengan kombinasi rasa asin dan gurih.

Sumber bacaan : Buku PintarBeternak & Bisnias Sapi Perah, Erif Syarif dan Bagus H 2011.