Sambung Samping Pada Tanaman Kakao

Sambung Samping Pada Tanaman Kakao

Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu komoditas penghasil devisa Negara dan banyak diusahakan oleh petani (perkebunan rakyat). Sampai saat ini produksi dan produktivitas kakao pada perkebunan rakyat ini masih rendah, yaitu rata-rata kurang dari satu ton biji kering/ha/tahun. Kondisi ini disebabkan banyak tanaman kakao yang rusak, populasi tanaman tidak optimal, pengaturan pangkasan dan naungan kurang dilakukan, pemupukan dan pengendalian hama/penyakit masih kurang, dan pada umumhya petani belum seluruhnya menggunakan klon - klon unggul anjuran. 

Guna meningkatkan kembali produksi/produktivitas kebun kakao maka perlu dilakukan rehabilitasi. Kegiatan rehabilitasi lebih diutamakan pada kegiatan penyambungan dengan klon unggul. Penyambungan pada kegiatan rehabilitasi kakao tersebut dianjurkan melalui sambung samping pada tanaman dewasa (mature side-cleft grafting) karena cara ini lebih disukai dan relatif lebih mudah, serta tanaman baru lebih cepat berbuah. Keunggulan dan keuntungan metode sambung samping adalah : 
  • Areal blok pertanaman kakao dapat direhabilitasi dalam waktu singkat; 
  • Biaya relatif lebih murah dan lebih cepat berproduksi dibandingkan dengan cara tanam ulang (replanting); 
  • Sementara batang atas belum berproduksi setelah disambung, hasil buah batang bawah dapat dipertahankan; 
  • Batang bawah dapat berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang sedang tumbuh. 
Agar sambung samping pada tanaman kakao dapat berhasil dengan baik maka perlu dilakukan pemeliharaan terhadap hasil sambungan tersebut. Tahap awal yang perlu dilakukan terhadap tanaman yang telah dilakukan sambung samping adalah dilakukan pengamatan terhadap hasil sambungan. 

Pengamatan

Pengamatan hasil sambungan dilakukan 3-4 minggu setelah penyambungan. Caranya adalah setiap pohon yang disambung diperiksa tanpa membuka tutup entres. Apabila entres Nampak segar, maka sambungan dinyatakan jadi (hidup), tetapi apabila entres kering / busuk maka berarti gagal (mati). Sambungan yang gagal segera dilakukan penyulaman dengan cara menyambung ulang pada sisi yang berlawanan dengan letak sambungan. 

Pembukaan tutup entres

Bukalah plastik tutup entres dengan cermat, karena bila tidak hati-hati akan berakibat jelek bagi pertumbuhan tunas selanjutnya. Setiap 2-3 hari sekali setiap sambungan yang jadi diperiksa. Apabila tunas tumbuh memanjang mencapai 2-3 cm maka tutup entres dibuka secara bertahap untuk member kesempatan tunas tersebut berkembang dengan sempurna. Pada sistem kerodong bagian atas kantong plastic disobek sedangkan pada sungkup tali penutup plastik dilepas. Tali pengikat pertautan sementara dibiarkan tidak lepas. Dua bulan setelah penyambungan, bila entres sudah melekat erat pada batang bawah maka tali dapat dlepas.

Perawatan tunas hasil sambungan

Tunas mata hasil sambungan yang baru tumbuh mudah terserang hama Helopeltis sp. dan kutu putih serta ulat kilan sehingga diperlukan perawatan yang intensif. Disamping itu untuk pertumbuhan tunas perlu penyinaran yang cukup sehingga perlu diupayakan agar tunas yang baru tumbuh dapat memperoleh sinar matahari yang cukup. Perawatan yang perlu dilakukan agar tunas dapat tumbuh dengan normal meliputi : 
  • Membuang tunas air yang tumbuh di sekitar batang atas; 
  •  Batang atas yang tumbuhnya menggantung kebawah diberi tali yang diikatkan ke batang bawah agar pertumbuhannya mengarah keatas; 
  • Tajuk batang bawah yang menaungi batang atas dipangkas secara bertahap (disiwing). Kurang lebih setengah bagian tajuk batang bawah dipangkas 3 bulan setelah pelaksanaan sambung samping; 
  • Bila batang bawah kanopinya belum saling menutup (kurang dari 5 tahun ) maka siwingan belum perlu dilakukan;
Sumber: Petunjuk Teknis Rehabilitasi Tanaman Kakao (sambung samping). Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. 2000.