Tanaman Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L)

Pohon jarak merah yang disebut (Jatropha gossypifolia L) dalam bahasa latin merupakan tanaman jenis etobotani yang dapat juga digunakan sebagai sumber obat tradisional, beberapa manfaat banyak terdapat pada setiap jaringan tanaman ini. Misalnya bijinya dapat digunakan sebagai obat pencahar, namaun dari beberapa informasi yang ada sekarang penggunaan biji tanaman ini sebagai obat herbal sangat dilarang karena terdapat kandungan toksiksitasnya yang tinggi. Salah satu negara yang melarang penggunaan tanaman ini sebagai obat herbal yakni negara Thailand, biasanya tanaman ini juga digunakan sebagai etoveterinari oleh para pemburu untuk mengobati luka bekas gigitan ular, luka kudis pada anjing pemburu, dan juga mengobati bekas sengatan kalajengking. 

Negara Ghana misalnya juga menggunakan rebusan dari tanaman jarak merah ini untuk pengobatan melalui dicampur dengan air yang digunakan untuk mandi, penggunaan yang lain yakni dapat mengobati pendarahan pada gusi, menghilangkan rasa sembelit, mengurangi rasa nyeri, dan menghentikan pendarahan yang terjadi pada gusi. Pengobatan ini dilakukan oleh masyarakat di Ghana sejak zaman dulu mereka terbiasa menggunakan tanaman ini sebagai obat herbal yang manjur dan terbukti berhasil menghilangkan dan menyembuhkan berbagai penyakit, sampai saat ini masyarakat di Ghana masih menggunakan tanaman tersebut sebagai obat herbal mereka.

Dalam dunia kesehatan penggunaan tanaman ini masih belum mendapatkan izin keamanan pengaruhnya pada tubuh, untuk itu berbagai pakar kesehatan di dunia masih melakukan penelitian tentang tanaman ini apakah layak digunakan sebagai obat herbal oleh masyarakat, berbagai kajian juga dilakukan untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada tanaman ini. Salah satu badan kesehatan telah menguji tentang kandungan yang terdapat pada pohon jarak merah.

Beberapa kajian farmakologi telah dilakukan terhadap tanaman yang bernama latin J.gossypifolia, daiantaranya pengujian tersebut dilakukan dengan mengekstrak bagian tanaman ini yakni daun. Pengujian dilakukan terhadap 10 jenis mikroorganisme diantarannya adalah bacillus subtilis, candida albicans, dan staphylococcus aureus, pengujian tersebut masih berlangsung untuk mengetahui secara pasti kandungan yang terdapat pada tanaman ini. Penelitian juga dilakukan pada percobaan tikus ternyata ektrak etanol yang terkandung pada tanaman yang diuji dapat mengakibatkan efek vaksorelaksan yang terjadi pada tikus dalam keadaan normal.

Pohon jarak merah juga memberikan misteri tersendiri bagi beberapa ilmuan untuk menelitinya sehingga ilmuan Ravinadrath tertarik untuk meneliti tanaman ini, bagian tanaman yang diteliti kali ini yakni akar yang dapat menunjukkan aktivasi antimikroba terhadap Staphylococcus aureus yang daya kerjanya sebanding dengan Penicilin G, beberapa senyawa juga telah berhasil diisolasi dari tanaman ini yakni salah satunya alkaloid jatroiden isogadain, clilatrione, jatrofon, propasin, cleomiscosin, jatrofolon A-B, fraxetin, , fraxetin, cyclogossine A-B dan terdapat 18 senyawa ekstrak lipid lagi yang terdapat pada daun tanaman tersebut.