Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana Willd)

Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana Willd), merupakan pohon yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Tanaman kemiri ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebab buah kemiri hampir setiap hari dibutuhkan oleh masyarakat untuk bumbu masak, disamping untuk keperluan lainnya. Dengan berkembangnya penduduk yang cepat menyebabkan permintaan komoditas kemiri semakin meningkat, sehingga kemiri merupakan salah satu komoditas yang semakin penting. Pengembangan kemiri di Indonesia diharapkan dapat menunjang dan mendorong tumbuh dan berkembangnya perindustrian, memberikan lapangan kerja yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Permintaan ekspor kemiri akhir-akhir ini terus meningkat. Negara-negara konsumen kemiri dari Indonesia terutama adalah Amerika, Arab Saudi, Hongkong, Singapura dan Australia.

Nama lain: Pohon kemiri ini mempunyai beberapa nama asing dan nama daerah. Nama asing antara lain: Perancis: Bancoulier, Jerman: Bankulnussbaum atau Lichtnussbaum dan Inggris: Candle Nut Tree. Sedangkan nama daerah antara lain: Aceh: Kereh, Gayo: kemili, Batak: Hambiri atau kembiri, Nias: buwa kare, Jawa Barat (Sunda): Muncang, Jawa Tengah:kemiri atau miri, Madura: kamere, Bali: derekan atau kameri, Sumba:kawilu, Halmahera: Saketa, Ternate: saketa dan Indonesia kemiri atau buwah keras. 

Botani tanaman kemiri: Tanaman kemiri termasuk suku Euphorbiaceae. Ketinggian tanaman dapat mencapai 40 meter, dan diameter batang dapat mencapai 1,25 meter. Daun-daunnya selalu hijau sepanjang tahun dan tajuknya sangat rindang. Daun muda, ranting dan karangan bunga diliputi rambut-rambut sangat pendek dan rapat, beberapa berwarna perak mentega. Daun bertangkai panjang dengan helaian berbentuk lonjong dan bertulang daun menjari dengan bintik-bintik yang transparan. Pada ujung tangkai daun terdapat dua buah kelenjar berbentuk oval. 

Tanaman kemiri ada yang berumah satu dan berumah dua. Bunga tersusun dalam malai, terletak di ujung ranting dan bercabang melebar. Bunga jantan terletak di atas tangkai kecil yang cukup panjang. Bunga betina bertangkai agak besar dan jumlahnya sedikit, tersusun dalam percabangan berbentuk garpu. Benangsari jumlahnya 20 yang terdiri dari empat lingkaran. Bakal buah di dalam bunga betina beruang dua dengan dua tangkai putik. 

Buah kemiri termasuk buah batu, berbentuk bulat telur dan ada bagian yang menonjol ke samping. Daging buahnya kaku dan mengandung 1-2 biji yang diselimuti oleh kulit biji yang keras.

Syarat tumbuh: Pohon kemiri dapat tumbuh baik pada tanah kapur dan tanah berpasir di pantai, namun dapat pula tumbuh pada tanah podsolik yang kurang subur sampai yang subur dan pada tanah latosol. Ketinggian yang dikehendaki 0-800 meter diatas permukaan laut, walaupun di beberapa daerah dapat juga tumbuh pada ketinggian sampai 1.200 meter diatas permukaan laut. Tanaman kemiri dapat tumbuh pada lahan yang berkonfigurasi datar, bergelombang dan bertebing-tebing yang curam. Tanaman kemiri dapat tumbuh pada daerah yang beruklim kering dan daerah -daerah yang beriklim basah, dengan demikian kemiri dapat tubuh pada daerah dengan curah hujan 1.500-2400 mm per tahun dan pada suhu 20o - 27oC.

Musim berbunga dan berbuah: Pohon kemiri dapat mulai berbunga pada umur sekitar empat tahun. Musim berbunga dan berbuah pada kemiri tergantung pada iklim setempat. Musim berbunga biasanya terjadi pada permulaan musim penghujan, sedangkan musim berbuah adalah setelah 3-4 bulan dari keluarnya bunga atau pada akhir musim penghujan. Dengan demikian musim berbunga dan berbuah pada tanaman kemiri berlainan untuk setiap daerah. 

Kegunaan: Kayu pohon kemiri sangat ringan dan tidak awet jika digunakan untuk bahan bangunan walaupun ukurannya besar. Oleh karena itu kayu pohon kemiri pada umumnya hanya digunakan untuk bahan pembuatan perabot rumah tangga atau sebagai kayu bakar. Tanaman kemiri termasuk tanaman industri karena produk yang dihasilkanya dapat dipakai untuk bahan berbagai barang industri. Kayunya dapat digunakan untuk bahan pembuat perabot rumah tangga atau bahan industri lain seperti batang korek api dan kotak korek api. Batang kemiri juga dapat digunakan untuk membuat bahan pulp (bahan pembuatan kertas). 

Biji buah kemiri juga dapat dibuat minyak kemiri yang dapat digunakan untuk keperluan berbagai bahan industri seperti bahan cat, pernis, sabun, obat-obatan dan kosmetik. Kulit bijinya (cangkang dan atau batoknya) dapat dimanfaatkan untuk bahan obat nyamuk bakar atau untuk bahan bakar. Ampas dari hasil pengolahan minyak dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk tanaman sebab mengandung unsur N,P,K yang cukup tinggi. 

Kulit batang kemiri dapat direbus dan air rebusannya dapat dipakai untuk obat disentri atau murus darah. Getah dari kulit batangnya jika dicampur dengan santan kelapa dapat digunakan untuk obat sariawan. Seduhan daun kemiri yang masih muda dapat digunakan untuk obat Scorphulosis.