Tanaman Kina

Tanaman kina sudah dikenal sejak dahulu sebagai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat. Bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah kulit batangnya yaitu dapat berkhasiat sebagai obat malaria, penurun panas dan penambah nafsu makan.

Botani

Tanaman kina (Cinchona succirubra PAVON ET KLOT) mempunyai sinonim yaitu Cinchona pubescens Vahl.

Klasifikasi tanaman :

Tanaman kina termasuk dalam Divisi Spermatophyta, Sub divisi Angiospermae, Kelas Dicotyledonae, Bangsa Rabiales, Suku Rabiaceae, Marga Cinchona dan Jenis Cinchona succirubra Pavon et Klot.

Tanaman Cinchona succirubra Pavon et Klot mempunyai nama dagang yaitu kina. Nama daerah di Sumatera (Melayu) adalah kina, dan di Jawa Tengah juga kina.

Dekripsi tanaman kina :
  • Tanaman kina berbentuk pohon, tinggi pohon dapat mencapai 17 m 
  • Batang: tanaman kina ini berkayu dan berbentuk bulat. Warna pohon tanaman kina yaitu coklat kehijauan.
  • Daun: Daun kina merupakan daun tunggal, berbentuk lonjong hampir bulat, tepi daun rata, ujung dan pangkal daun tumpul , panjang daun 15-35 cm, lebar daun 9-23 cm, pertulangan menyirip. Daun kina ini pada saat masih muda berwarna hijau dan setelah tua berubah menjadi merah.
  • Bunga: Bunga kina merupakan bunga majemuk, berbentuk bintang. Panjang tangkai bunga 5-11 cm. Warna bunga putih kekuningan, kelopak bertajuk lima, bagian pangkal menyatu dan berwarna hijau. Benang sari berjumlah 5 buah. Tangkai sari berwarna putih sedangkan kepala sari berwarna cokelat. Putik berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk tabung dengan ujung membesar dan berwarna cokelat muda.
  • Buah: Buah kina berbentuk kotak , lonjong. Buah kina ini keras, dan berwarna cokelat muda.
  • Biji: Biji kina kecil dan berwarna hitam.
  • Akar: Akar kina adalah akar tunggang, berwarna cokelat, dan berwarna keputih -putihan. 
Kandungan kimia : 

Kulit batang Cinchona succirubra mengandung alkaloida, saponin, flavonoida dan polifenol.

Cara pengobatan : 

Untuk obat malaria dipakai 2 gram serbuk kulit batang Cinchona succirubra. Serbuk tersebut diseduh dengan satu gelas air matang panas, dan setelah dingin disaring. Hasil saringan tersebut sudah dapat langsung digunakan sebagai obat. Hasil saringan tersebut dibagi dua sama banyak, dan minumlah dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari. 

Sumber : Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid II. Pengarang: H.M. Hembing Wijayakusuma, Agustinus Setiawan Wirian, Thomas Yaputra, Setiawan Dalimartha, Bambang Wibowo, Pustaka Kartini, Anggota IKAPI . 1992