Tanaman Menthol (Mentha aevensis L)

Tanaman Menthol/Menthan ini bukan merupakan tanaman asli Indonesia akan tetapi berasal dari daerah subtropik yang merupakan tanaman penghasil minyak permen, cormint dan menthol yang digunakan untuk obat antiseptik, antispasmodik, minyak angin, balsam, bahan pasti gigi, gula-gula, parfum dan kosmetik. Minyak Menthan aevensis (cormint oil) dapat diolah menjadi menthol dan dimentholized oil (DMO). Sedang DMO dapat digunakan sebagai subtitusi minyak permen (perment oil) yang dihasilkan dari Menthan piperita).

Mengingat kebutuhan minyak permen, cormint, DMO dan Kristal menthol yang terus meningkat dari tahun ketahun, maka tanaman menthan berpeluang untuk diklembangkan di Indonesian agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeribatau mengurangi ketergantungan import, menghemat devisa, menambah lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan petani. 

Berkembangnya industri farmasi, makanan, minuman dan kosmetika meningkatkan kebutuhan tanaman menthan sebagai bahan bakunya. Keberhasilan pembudidayaan tanaman menthan yang berproduksi dan bermutu tinggi akan mengurangi ketergantungan import minyak menthan dan menthol yang terus meningkat.

Pembudida yaan tanaman menthan di Indonesia tidak berkembang dengan baik karena tanaman ini tergolong tanaman hari panjang sehingga membutuhkan hari yang panjang natau mendapat penyinaran matahari antara 16-18 jam agar tanaman dapat berbunga terutama jenis m piperita. Pembungaan merupakan indikator terbaik untuk mentukan waktu panen karena pada saat itulah kandungan minyak dan mentholnya mencapai maksium.

Jenis M. arvensis merupakan tanaman menthan asli dari Indonesia yang berpeluang baik untuk dikebangkan karena tidak memerlukan panjang hari, pertumbuhannya rimbu, tegak dan cepat berbunga, kandungan minyaknya rendah tetapi dapat digunakan sebagai stokgenetik untuk memperbaiki tanaman, sehingga ditemukan jenis M.arvensis varietas Ryokubi, Taiwan dan Jombang yang mampu beradaptasi di dataran rendah dengan pertumbuhan tegak dan dapat berbunga cepat sehingga merupakan varioetas unggulan harapan.

Sejalam dengan perkembangan tanaman menthan di Indonesia untuk mengurangi impor minyak menthan dan Kristal menthol atau tidak menimpor sama sekaliu dan kalau memungkinkan bahkan mengekpor, maka tersedianya bahan tanam,an (varietas) yang memiliki sifat rendemn dan kadar menthol yang optimal dan budidaya yang tepat sangat diperlukan.

Susunan klasifikasi dan morfologi tanaman Memthan spp:
  • Devisi : Embryophyta siphonogama
  • Anak devisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Bangsa : Tubiflorae
  • Suku : Labiatae
  • Jenis : Mentha aevensis L
Sifat Morfologi Mentha aevensis L adalah tinggi tanaman 30.5 - 91.5 cm, dengan batang tegak atau menjalar dan berbulu pendek. Daun berukuran panjang 1.3 - 1.5 cm dan lebar 1 - 3.2 cm, bnerbentuk lanset (laceolate) sampai setenga bundar (suborbiculer). Pangkal daun berbentuk pasak (cuneate) atau membundar (rounded). Ujung daun runcing (acute) sampai segitiga tumpul (obtuse). Tepi daun beringgit dangkal (creneate) atau bergerigi (sreeate), tangkai daun berbulu. Bunga berbentuk karangan melingkar diketiak daun. Daun pelindung (brachtea) berbentuk seperti daun tetapi berukuran lebih kecil. Tangkai bunga pendek licin (glabrous) atgau berbulu. 

Kelopak bunga berbulu pada seluruh permukaan. Mahkota bunga berwarna putih sampai ungu, bagian luarnya berbulu, berbentuk tabung dengan bagian atas lebih lebar (funnel form). Benangsari berjumlah empat menyebar dengan panjang yang sama dan terjulur sendangkan putik berjumlah satu.