Tanaman Tabat Barito (Ficus deltoidea)

Tabat Barito (Ficus deltoidea) merupakan salah satu jenis Ficus yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias dalam ruangan karena daunnya yang indah dan menarik. Sebagai pagar, sebagai tanaman penutup dinding "Cascading landscape". Di Hawaii telah dibudidayakan untuk penghutanan kembali dan konservasi. Di Thailand dimanfaatkan sebagai tanaman hias dalam pot. Getahnya sebagai racun ikan. Di Indonesia, Ficus deltoidea dimanfaatkan daunnya sebagai bahan baku jamu bagi kaum wanita. Jenis ini dikenal dengan nama daerah Tabat Barito. Tanaman ini berasal dari India, Kepulauan Malaya, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Penyebarannya mencakup di Asia Tenggara: Indonesia (Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi), Thailand, Laos, Malaysia, Philippines, Brunei, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Singapura, India, Pakistan dan Cina.

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan); Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh); Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji); Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga); Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil); Sub Kelas: Dilleniidae; Ordo: Urticales; Famili: Moraceae (suku nangka-nangkaan); Genus: Ficus; Spesies: Ficus deltoidea Jack.

Kandungan bahan dan sifat fisik bagian tumbuhan

Kandungan kimia daunnya terdiri atas senyawa dari golongan saponin dan glikosida. Isolasi senyawa kimia dari kulit batang F. deltoidea telah dilakukan dan diperoleh campuran afzelekin dan epiafzelekin, entkatekin serta tiga senyawa fenolik sederhana yang belum dapat ditentukan strukturnya. Salah satu hasil ekstrak Tabat Barito diketahui mengandung senyawa sterol yang dapat digunakan untuk antikanker/antitumor. Dengan keunggulan yaitu ekstrak terstandar dan sebagai bahan fitofarmaka dan mudah digunakan. Bisa aktif bila pemakaiannya dengan perbandingan yang jelas sehingga menghasilkan kadar senyawa terukur.

Secara umum spesies Ficus menghasilkan senyawa volatil yang digunakan dalam proses penyerbukan dengan bantuan serangga khusus sebagai pollinator. Ekstrak bijinya diobservasi untuk merekatkan eritrosit manusia (A, B, AB,O) dan beberapa strain bakteri Chlamydia trachomatis. Pertelaan tanaman bervariasi dalam habitusnya dari perdu dengan tinggi 0,5-3 m, sampai pohon dengan tinggi 7-12 m dan berkayu, tumbuh lambat, memiliki akar udara yang dimanfaatkan untuk hidup sebagai tanaman 

Produksi dan Perdagangan

Tanaman ini banyak diperdagangkan dalam bentuk tanaman pot dan bonsai. Nilai dari sebuah bonsai sangat ditentukan oleh bentuk dan ukuran tanaman. Produsen utama tanaman ini adalah Australia, Amerika dan Hawaii. Ficus dengan bentuk daun spatula merupakan jenis umum diperjualbelikan.

Cara hidupnya dari terrestrial sampai epifit atau epilitik.

Daun tersusun zig zag pada cabang-cabang ramping, bertangkai panjang 0,1-9 cm, tebal 1-5 mm, gundul; helaian beragam membundar telur sungsang sampai melancet 8 cm panjangnya, berwarna hijau terang kekuningan atau coklat kekuningan dengan bintik-bintik dan mengkilap di permukaannya. Urat daun utamanya bercabang dengan beberapa bintik coklat yang jelas di bawah poros urat daunnya. Jenis ini memiliki daun yang sangat bervariasi (dalam ukuran, bentuk, susunan tulang daun, keberadaan dan penyebaran kelenjar lilin, panjang tangkai daun) dan syconium (bentuk, warn a matang, panjang dan diameter tangkai perbungaannya). Perbungaan atau disebut syconium, rumen aksiler, berpasangan atau tunggal; tangkai 1,5 -3 cm atau duduk; dasar perbungaan bervariasi membulat, menjorong, membulat telur, melonjong dan hampir silinder, diameter 0,4-0,8 cm berwarna kuning-jingga atau merah-ungu tua.