Tumpang Sari Tanaman Kakao dan Kelapa

Tanaman kelapa dapat berperan sebagai tanaman penaung bagi tanaman kakao, sehingga tumpangsari kedua tanaman tersebut merupakan kombinasi yang cukup memuaskan. Pengusahaan tanaman kakao di bawah tanaman kelapa merupakan langkah peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam. Dari aspek lahan, penyebaran akar tanaman kelapa dewasa mencapai kerapatan tinggi hanya sampai batas 2 meter di sekitar pohon dan kedalaman 0-60 cm. Pada radius 2 m penyebaran akar kelapa berkisar 76-85%. Di luar batas itu, lahan dapat digunakan untuk jenis tanaman lain asalkan toleran terhadap penaungan.

Keuntungan dan kerugian

Pengusahaan tanaman kakao di bawah tanaman kelapa dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan lahan dan cahaya matahari. Budidaya tanaman kakao memerlukan pohon penaung yang berfungsi untuk mengurangi intensitas penyinaran, menekan suhu maksimal dan laju evapotranspirasi, serta melindungi tanaman dari angin kencang. Namun demikian pengaturan jarak tanam harus benar-banar diperhatikan. Mengingat konsentrasi perakaran kelapa terletak pada radius 2 m dari pokok pohon, maka jarak minimum tanaman kakao dari pokok kelapa adalah 3 m. Walaupun akar lateral tanaman kakao tumbuh ke samping sampai batas tajuk tanaman, tetapi distribusi akar yang terbanyak hanya sampai jarak 90-120 cm dari pokok tanaman. Karena itu jarak kakao ke tanaman kelapa selebar 3 m tersebut dipandang cukup optimal. 

Keunggulan kelapa dibandingkan dengan tanaman yang lain : 
  1. Kelapa relatif tahan kering dan tidak menggugurkan daun selama musim kemarau; 
  2. Bentuk tajuk dan sistem perakaran yang kuat menyebabkan kelapa tahan hembusan angin kencang. Peran kelapa sebagai tanaman pematah angin adalah cukup efektif dan ekonomis; 
  3. Dalam keadaan normal, pemangkasan rutin terhadap naungan tidak perlu dilakukan karena pelepah yang tua dan kering akan gugur dengan sendirinya sehingga tidak terjadi kelebihan naungan karena jumlah pelepah daun relatif tetap; 
  4. Bila tanaman kelapa sudah dewasa akan terdapat jarak yang cukup lebar antara tajuk kelapa dan tajuk kakao, sehingga akan menciptakan sirkulasi udara sehingga membantu sanitasi kebun secara keseluruhan; 
  5. Tanaman kelapa akan memberikan nilai tambah yang mempunyai nilai ekonomis besar baik dari hasil buah, pelepah kering atau batangnya; 
  6. Secara tidak langsung tanaman kelapa membantu pengendalian Helopeltis secara biologis karena semut hitam (Dolichoderus thoracicus) suka bersarang di pohon kelapa sehingga Helopeltis akan terusik dan menyingkir. 
Disamping keunggulan tersebut, kelapa mempunyai kekurangan sebagai penaung kakao. Namun kekurangan tersebut dapat diatasi dan secara ekonomi tidak membawa kerugian yang berarti. 

Kekurangan pohon kelapa sebagai penaung :
  • Persaingan dalam penyerapan air dan hara karena kedua tanaman ini mempunyai penyebaran sistem perakaran yang dekat dengan permukaan tanah. Namun demikian penaung kelapa dan lamtoro membuktikan produksi kakao dengan kedua jenis pelindung tersebut relatif sama; 
  • Kemungkinan kerusakan tajuk kakao karena kejatuhan pelepah kering dan buah kelapa; 
  • Kelapa bukan termasuk suku Leguminoceae sehingga tidak dapat menambah N seperti penaung dari jenis lamtoro; 
  • Tanaman kelapa merupakan inang berbagai jenis hama yang juga dapat menyerang kakao seperti tupai, tikus, berbagai jenis ulat pemakan daun, belalang, dan penyakit Phytophthora palmivora yang sering menyerang umbut kelapa. Penyakit ini sangat berbahaya bagi kelapa karena tanaman yang terserang akan mati.
Jenis kelapa

Jenis kelapa yang cocok untuk kakao adalah kelapa dalam dan kelapa hibrida karena cepat tumbuh dan hasil kelapa hibrida lebih banyak. Jenis kelapa yang tajuknya mengarah ke atas seperti jenis kelapa Dalam Tenaga (DTA) dari Sulawesi akan meneruskan sinar matahari lebih banyak dan merata sehinga lebih cocok dibandingkan dengan kepala yang tajuknya terbuka. Kelapa dengan jumlah pelepah sedikit juga lebih sesuai dibandingkan dengan kelapa yang pelepahnya padat. 

Jadwal tanam

Satu tahun sebelum bibit kakao dipindahkan ke kebun, bibit kelapa harus sudah ditanam. Lebih baik lagi kalau kelapa ditanam 3-4 tahun sebelumnya. Penaung sementara Gliricidia sp. ditanam bersamaan dengan tanam kelapa atau satu tahun sebelum menanam kakao. Gliricidia sp. diperlakukan sebagai tanaman penaung sementara karena nantinya akan dibongkar setelah tajuk berfungsi secara optimal. Pada umur 3 bulan cabang Gliricidia sp. cukup disisakan 3- 4 cabang yang arah pertumbuhannya ke atas. Setelah bibit kakao ditanam, tanaman penaung Gliricidia sp. perlu dikurangi percabangannya setiap 3 bulan dengan meninggalkan tiga cabang dan menyisakan satu cabang ketika kakao berumur sembilan bulan. Setelah kakao mulai berbunga (umur 18 bulan) populasi dikurangi setengahnya. Setelah kakao berumur empat tahun, semua Gliricidia sp. yang masih tersisia dimusnahkan, karena tanaman kelapa telah berfungsi sebagai penaung. 

Sumber: Budidaya & Pasca Panen KAKAO.oleh Elna Karmawati, Zainal Mahmud, M. Syakir, Joni Munarso, Ketut Ardana, dan Rubiyo. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2010.