Agroklimat dan Budidaya Tanaman Gambir

Agroklimat dan Budidaya Tanaman Gambir

Syarat Tumbuh Tanaman Gambir

Tanaman gambir dapat tumbuh pada jenis tanah, mulai dari tingkat kesuburan rendah hingga kesuburan tinggi. Di Sumatera kebanyakan tanaman gambir tumbuh pada jenis tanah Ultisol dengan derajat keasaman tanah berkisar antara pH 4,5 - 5,5; topografi lahan yang sesuai pada daerah datar hingga bergelombang, tingkat kemiringan 25%. Ketinggian tempat tumbuh dari 50 - 1.100 m diatas permukaan laut. Ketinggian tempat yang paling sesuai adalah 200 sampai 800 m diatas permukaan laut. Membutuhkan sebaran hujan yang merata sepanjang tahun dengan rata-rata curah hujan lebih dari 200 mm/bulan atau total curah hujan pertahun berkisar 3000 -3500 mm, suhu dibutuhkan antara 20 - 36¬ O C ; tingkat kelembaban 70 - 80%. Pertumbuhan lebih baik pada daerah yang memiliki ruang terbuka (100%) atau dengan naungan maksimum sekitar 10%. Bila diusahakan pada lokasi yang lebih banyak naungan akan mengurangi rendemen getah.


Teknis Budidaya

Pembibitan

Tanaman diperbanyak dengan dua cara, yaitu vegetatif dan generatif. Perbanyakan vegetatif , dengan cara menggunakan stek dari bagian tanaman. Cara ini hanya dapat menghasilkan bibit dalam jumlah terbatas dan hasilnya belum begitusempurna. Perbanyakan bibit untuk tujuan budidaya yang lebih luas, masih dengan cara generatif, yaitu menggunakan biji. Bahan tanaman : - Kebutuhan benih setiap hektar pertanaman 16 kali kebutuhan normal, karena daya kecambahnya di bawah 60%; - Kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 2 x 2 m adalah 2.500 batang, maka diperlukan benih 16 x 2.500 = 40.000 biji; - Kemungkinan hidup pada tingkat pembibitan 50%, pada tingkat pemindahan ke polybag 50%, tingkat lapangan 50%, dan untuk sulaman 50%; - Jadi ada 4 tingkatan terjadi pengurangan bibit masing-masing tingkat 50% = (1/2x4), jadi1/16 x 40.000 = 2.500 tanaman hidup di kebun;

Persiapan benih 

Benih atau biji yang tumbuh di kebun yang tidak pernah dipanen daunnya; - Buah yang diambil telah masak fisiologis yang dicirikan dengan warna polong kuning kecoklatan atau sudah ada 1 atau 2 polong yang pecah, dipetik dan dijemur dengan panas matahari 2 -3 hari; - Wadah tempat penjemuran perlu ditutup dengan kain kasa atau dijemur di dalam kertas amplop. Agar buah yang pecah bijinya tidak terbang; - Biji yang baik berwarna terang coklat, yang berwarna hitam gelap dibuang, bila ada biji yang belum lepas dari kulit buahnya, dilepaskan dengan tangan; - Setelah benih yang terkumpul dirasa cukup, dilakukan seleksi ulang, benih yang baik siap untuk disemai.

Persemaian dan pelumpuran

Dicari lokasi persemaian dekat sumber air, untuk memudahkan penyiraman; - Lokasi yang memenuhi syarat dibersihkan dan diolah, dibuat bedengan dengan ukuran lebar 1 m dan panjang tergantung kebutuhan, tinggi 30 cm; - Antar bedengan dibuat batas selokan selebar 30 - 50 cm; - Bedengan yang siap, dilapisi dengan lumpur setebal 1-3 cm agar benih tidak masuk terlalu jauh ke dalam tanah, di samping itu untuk melengketkan benih supaya tidak hanyut atau diterbangkan angin; - Bedengan diberi peneduh daun alang-alang atau daun kelapa yang tinggi di bagian timur dan rendah di bagian barat, kemudian dipagar dengan plastik hitam untuk melindungi bibit dari gangguan hewan liar; - Untuk 10 mg benih (2 kotak korek api), diperlukan persemaian 4 s/d 6 m2. Penebaran benih, - Bedengan yang telah diberi lumpur dibasahi sambil dilicinkan dengan tangan ke permukaan lumpur; - Benih ditabur dengan ayakan dan langsung lengket di permukaan lumpur; Pengairan dan penyiraman : - Setelah biji ditabur, selokan diari terus menerus atau digenangi, kecuali bila hari hujan; - Bila tidak bisa diari, dilakukan penyiraman dengan sprayer sesering mungkin agar tanah tetap lembab; 

Pemeliharaan

Setelah penaburan benih, permukaan bedengan disemprot pestisida untuk mengendalikan semut; - Setelah benih tumbuh, dilakukan penyiangan, supaya tidak terjadi persaingan bibit dengan gulma.

Pemindahan bibit ke polybag

Bibit sudah dapat dipindahkan ke polybag umur 2 bulan dan telah mempunyai 2-4 pasang daun; - Polybag yang telah diisi tanah lapisan atas (humus) dicampur dengan pupuk kandang, disusun dan diberi naungan daun alang-alang/daun kelapa; - Pemindahan bibit dengan sekop kecil, jangan dicabut, bibit dengan tanah yang terbawa oleh bibit ditanam ke dalam polybag; - Bibit di polybag disemprot dengan atonik sampai basah, baik tanaman maupun tanahnya,supaya bibit yang baru dipindahkan tidak stagnasi. Pemeliharaan bibit dalam polybag; - Selama di polybag, bibit disemprot pestisida cukup 1 kali saja, setelah penyemprotan dengan atonik; - Penyiraman dilakukan secara rutin setiap hari dan penyiangan gulma; - Setelah bibit berumur 1 bulan, naungan dikurangi 25% dan 15 hari berikutnya menjadi 50%,seterusnya 15 hari kemudian tidak ada naungan lagi; - Setelah bibit berumur 6 -7 bulan, sudah dapat dipindahkan kelapangan; 

Penanaman

Bibit ditanam dalam lobang tanam berukuran 30 x 30 x 30 cm, yang sudah dpersiapkansebelunnya dengan jarak tanam 1 - 2 meter, kemudian diberikan perlindungan denganmenggunakan daun kelapa sampai tanaman tahan terhadap sinar matahari, agarpertumbuhannya baik.
Pemupupukan; 

Tanaman gambir tidak memerlukan pemupukan yang intensif seperti halnya tanaman pangan. Selain pemberian pupuk dasar yang dilakukan pada awal penanaman, pemberian pupuk cukup dilakukan setiap enam bulan. Banyaknya pupuk yang akan diberikan sebaiknya disesuaikan dengan kandungan hara tanah yaitu melalui analisis tanah di laboraturium. Secara umum dosis pupuk yang diperlukan adalah seperti tabel berikut. Salah satu hasil penelitian nenunjukan bahwa pemberian pupuk NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 200 kg/ha/pohon/panen memberikan hasil yang lebih tinggi, 

Pemeliharaan : 

Penyiangan perlu dilakukan dua kali setahun. Untuk pemupukan dapat digunakan ampas daun sisa pengempaan yang ditaburkan di sekitar tanaman. Untuk mempertahankan produktivitasnya, perlu diberikan pupuk kandang. Pembentukan struktur tanaman yang tidak beraturan dilakukan dengan pemangkasan padatanaman. Pemangkasan meja adalah membuang semua cabang dan ranting pada ketinggian>1 meter dipangkas, sehingga terlihat permukaan pangakasan horizontal dan rata seperti meja (pangkas cabang primer). Pangkas bersih adalah pangkas cara petani, semua cabang dan ranting yang mati dibuang, sehingga terlihat bersih dari cabang dan ranting yang non produktif. Pangkas meja menghasilkan produksi gambir kering 735,25 kg/ha lebih tinggi 40,93 % dari pangkas bersih ala petani menghasilkan 521,70 kg/ha. 

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pada penanaman skala kecil, biasanya bebas dari hama dan penyakit yang serius, pada penanaman monokultur skala luas, telah dilaporkan terjadi serangan hama ulat dan kumbang. Hama yang sering ditemui pada tanaman gambir adalah lundi (larva kumbang dalam tanah)dan ulat daun, hama 

ulat : Glypodes psittacus, Oreta extensa, hama kepik : Helopeltis sumateranus Roepke, Hyalopeplus, Tingganan gambir; dan hama belalang : Sinjatu.