Beberapa Penyakit Pada Kuda (Lanjutan 3)

Beberapa kasus kejadian yang menyebabkan gangguan pada kaki ternak kuda diantaranya adalah :


Grease Heel (Scratches)

Pastern dan fetlock mengalami radang dengan kondisi kulit seperti terserang kudis. Penyakit ini disebabkan oleh keadaan sanitasi yang buruk walaupun masing-masing ternak kuda memiliki kepekaan yang berbeda.

Pengobatan terdiri dari pembersihan felock dengan sabun ringan dan air. Rambot dipotong pendek disekitar daerah yang terserang, dan astringent dan bahan-bahan antiseptic kemudian diberikan pada interval yang teratur. . Kandang bersih dengan sanitasi yang baik merupoakan bagian penting dalam pengobatan rutin.

OLeh karena itu Grease Heel adalah penyakit kulit pada kaki bagian pastern dan felock. Perhatikan infeksi berupa sisik kasaar yang ditimbulkan dalam hal ini oleh keadaaan sanitasi yang tidak baik di tempat berlumpur.

Retak Kuku (Hoof Cracks)

Konformation, yang tidak baik, kuku rapuh atau luka kaki dapat mengakibatkan retakan vertical atau pecahnya coronet kearah bawah yang dapat menimbulkan rasa sakit ringan sampai berat. Tindakan pengobatan meliputi perlindungan kuku dan pemberian sepatu khusus.

Teracak yang pecah (retak) umumnya disebabkan oleh kondisi yang kurang baik. Perawatan teracak dan penggunaan tapal yang baik dipoerlukan untuk mencegah kelumpuhan.

Penyakit Navikular

Radang pada tulang navikular kecil dan bursa kaki depan merupakan salah satu penyebab yang paling penting dari kepincangan kuda, ini tidak terjadi pada kaki belakang. Dengan berjangkitnya penyakit, bursa, tulang dan jaringan sekitarnya yang mengalami radang, mengalami pengapuran (klasifikasi). Istirahan pada tahap-tahap awal penyakit dapat menghasilkan kemajuan, tetapi penyakitnya akan muncul kembali apabila latihan atau kerja dimulai lagi. Kedua kaki depan dapt terserang tetapi biasanya hanya satu kaki saja.

Gejala awal adalah adanya pincang setelah istirahat beberpa hari dan kuda Nampak menggeserkan berat badan ke kaki yang sehat dan sedikit meregangkan kuku yang terserang. Penyakit ini disebabkan oleh suatu keadaan yang sifatnya menurun yang merupakan akibat konformasi tegak (upright conformation) atau lemahnya tulang navikular. Walaupun masalah keturunan memeagang peran, hal ini bukan penyebab sebenarnya dan setiap ekor kuda dapat terserang. Faktor yang memperparah adalah apabila kuda bekerja pada permukaan tanah yang keras atau dipekerjakan terlalu berat seperti pacuan, calf-roping dan lain-lain.

Pengobatan terdiri dari pemberian sepatu khusus dan atau suntikan corticoid. Keduanya hanyalah merupakan pemecahan sementara. Satu-satunya pemecahan yang telah mendapat pengakukan adalah memblokir syaraf0syaraf untuk menghilangkan kepekaan bagian kaki yang mengalami gangguan. Hal ini dapat memperpanjang masa keguanaan kuda sampai beberapa tahun.

Quittor

Quitter adalah suatu peradangan kronis dari kartilago kolateral (tulang rawan tambahan) pada koronet. Ciri-cirinya adalah bengkak, panas dan sakit sekeliling pita koroner. Hal ini merupakan keadaan yang sangat sakit, biasanya terbatas pada kaki depan, meskipun kadang-kadang terlihat juga pada kaki belakang. Infeksi kemungkinan timbul dari luka tertusuk benda tajam atau karena atrauma yang mengurangi sirkulasi darah di daerah tersebut.

Drainage dan antiseptic berturut-turut dapat digunakan, meskipun operasi buasanya lebih dianjurkan disarankan untuk membuang jaringan nekrotik. Insisinya tidak dijahit, tetapi diberi pembalut dan tapal seperti misalnya Denver Mud (Deo Company, Denver, Colorado) guna mempercepat penyembuhan.

Ringbone

Ini adalah sebuah tulang baru yang tumbuh pada tulang pastern pada kaki depan. Kadang-kadang juga terlihat pada kaki belakang. Hal ini menyebabkan pincang dan pergelangan kaki menjadi kaku. Kondisi ini jarang dijumpai pada bangsa Thoroughbred tetapi sering dijumpai pada bangsa-bangsa yang lain. Adsa dua tipe yang menyebabkan sakit pada kuda, yaitu ringbone aas dan ringbone bawah, keduanya berbeda satu sama lain karena lokasinya.

Ringbone adalah suatu bentuk pembesaran dari petumbuhan tlang Pastern yang dapat menyebabkan kelumpuhan, biasanya penyebabnya adalah permukaaan tanah yang keras.

Sumber bacaan : Ilmu Peternakan . Fapet. UNDIP