Budidaya Tanaman Mindi

Tanaman mindi mengalami musim berbunga dan berbuah berbeda antara tempat satu dengan lainnya. Tanaman di Jawa Barat berbunga dalam bulan Maret sampai dengan Mei, di Jawa Timur antara bulan Juni sampai dengan Nopember, di Nusa Tenggara Barat dalam bulan September dan Juni. Buah masak dalam bulan Juni, Agustus, Nopember dan Desember. Esktraksi biji dilakukan dengan merendam buah dalam air selama 1 sampai 2 hari, kemudian biji dibersihkan dan dikeringkan di tempat teduh. Jumlah biji kering tiap kilogram +/- 3000 butir. Penyimpanan biji dilakukan dengan memasukan biji ke dalam wadah yang tertutup rapat, disimpan di ruang dingin (suhu 3-5 °C) daya kecambah 80% selama satu tahun dan turun 20% setelah lima tahun.


Pengadaan bibit mindi dilakukan secara generatif (menggunakan biji), untuk menghilangkan dormansi kulit biji yang dapat menghambat perkecambahan dilakukan dengan cara membuang kulit dalam dari buah atau cara lain dengan merendam biji dalam air bersuhu 80°C selama 30 menit. Penaburan biji dilakukan di persemaian yang tidak di naungi. 

Biji ditutup tanah atau serasah tipis. Setelah kecambah mencapai tinggi 2-4 cm dapat dipindah ke kantong plastik (palybag) ukuran 200-300 ml yang berisi tanah lapisan atas (top-soil). Bibit dipelihara di pesemaian sampai tingginya mencapai 20-30 cm. Bibit siap tanam pada umur 4 bulan sampai 6 bulan. Apabila akan menggunakan bibit yang berupa stump, dibuat dengan memotong batang dan akar tunggang, masing-masing berukuran 20 cm dan diameter leher akar stump sebaiknya antara 1- 1,25 cm. Perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat dilakukan dengan membuat stek batang. 

Pemberian hormon indole butiric acid (IBA) dengan dosis 50 ppm pada stek mindi dapat meningkatkan keberhasilannya. Pertumbuhan pohon mindi termasuk jenis yang tumbuh cepat, dengan batang lurus, bertajuk ringan, berakar tunggang dalam dan berakar cabang banyak. Pohon mindi di kebun rakyat Cimahpar, Bogor umur 10 tahun mempunyai tinggi bebas cabang sekitar 10 m dan diameter 38,20 cm.

Penanaman di lapangan harus dilakukan setelah areal dibuka bersih tidak ada tanaman lain yang menghalangi, kemudian dicangkul sampai kedalaman 30 cm. Penanaman bibit sebatas leher akar. Bibit dibuka dari wadahnya, tidak boleh ada akar yang terlipat. Jarak tanam mindi dapat 2 m x 2 m atau 2 m x 3 m.

Pemupukan dilakukan dengan pupuk organik maupun kimia. Pupuk yang digunakan seperti urea dan TSP dan pupuk kadang yang berasal dari kotoran sapi dan kotoran ayam. Pemupukan dilakukan pada saat musim hujan hal ini bertujuan agar pupuk dapat meresap ke dalam tanah. Biasanya pemupukan tanaman mindi dilakukan 3 bulan sekali selama 1 tahun. Setelah pohon mindi berumur satu tahun pemupukan tidak perlu lagi dilakukan. Satu pohon mindi biasanya dipupuk sebanyak 2 kg kotoran hewan per batang.

Pemeliharaan Tanaman mindi dilakukan dengan t iga tahapan yaitu Penyiraman, Penyiangan, dan Pemangkasan. Kegiatan penyiraman hanya dilakukan pada tanaman semusim sedangkan pada tanaman berkayu tidak dilakukan penyiraman. Penyiraman tanaman semusim dilakukan pada sore hari pada saat musim kemarau.

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan pohon dari gulma. Kegiatan penyiangan dilakukan setiap empat bulan sekali. Sisa hasil penyiangan kemudian ditimbun dalam tanah yang bertujuan agar sampah terdekomposisi di dalam tanah. Penyiangan dilakukan pada musim kemarau. Kegiatan pemangkasan secara umum tidak dilakukan karena biasanya tanaman mindi mempunyai system prunning sendiri. Biasanya cabang-cabang tua tanaman mindi akan jatuh sendiri sehingga tidak diperlukan pemangkasan. Demikian halnya dengan pohon sengon jika dilakukan pemangkasan justru akan mengakibatkan bekas luka tanaman yang dipangkas gampang terserang hama dan penyakit melalui bekas luka pada pohon. Serangan hama pada tanaman semusim misalnya patek atau hama buah pada tanaman cabe. Hama menyerang buah sehingga buah akan menjadi hitam dan tidak dapat diproduksi lagi.

Pemanenan Kayu mindi dapat di panen pada usia 5 tahun. Log kayu biasanya di potong dengan ukuran panjang 4 meter. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan alat chainsow. Hasil pemanenan kayu dapat di jual atau dapat juga digunakan untuk kebutuhan sendiri seperti untuk pembuatan rumah, kandang ternak, dll. Jenis kayu yang disukai oleh masyarakat dalam pembuatan rumah adalah jenis kayu yang berasal dari kayu mindi karena mempunyai zat anti rayap. Kayu yang untuk digunakan sendiri biasanya setelah di tebang di jemur terlebih dahulu hingga kering untuk menghindari pelapukan kemudian setelah itu di simpan di sekitar rumah sehingga terhindar dari terpaan hujan, dengan tujuan agar kayu tidak rusak.