Cara Pemotongan Ternak Yang Halal

Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam tentunya pemotongan ternak harus dilakukan sesuai persyaratan penyembelihan yang halal, Dalam syariat Islam ada 3 ( tiga ) aspek pemotongan halal yaitu aspek ternak yang akan disembelih, aspek orang yang menyembelih ( penyembelih/penjagal ) dan aspek proses penyembelihan..


Untuk menghasilkan dan menyediakan daging yang aman dan layak dikonsumsi diperlukan penanganan daging yang higienis, sehat dan aman dalam mata rantai penyediaan daging mulai dari peternakan sampai siap dikonsumsi, atau dengan kata lain diperlukan penerapan higiene pada setiap tahapan dalam mata rantai penyediaan daging mulai dari peternakan sampai daging siap dikonsumsi.

Penerapan higiene mencakup aspek higiene dan sanitasi , halal dan kesejahteraan hewan. Pada setiap tahapan penyediaan daging aspek higiene .dan sanitasi harus mampu diterapkan :
  • Bangunan dan fasilitas yang meliputi lokasi,lingkungan, desain, konstruksi, lay out/ tata ruang serta fasilitas lain seperti air, jalan, dan pembuangan limbah
  • Peralatan yang digunakan
  • Proses atau penanganan hewan potong dan daging
  • Personal atau orang yang menangani
Prose penyembelihan yang tidak baik dan tidak higiene pada pemotongan unggas dapat menimbulkan kerusakan pada kulit berwarna gelap dan kulit robek, pencemaran pada daging unggas. Karena itu perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan mulai ayam mau dipotong sampai daging ayam siap ditangan konsumen yang terdiri dari ;
  • Penerapan konsep kesejahteraan hewan pada penanganan hewan hidup sebelum penyembelihan
  • Penerapan syarat halal pada proses penyembelihan
  • Penerapan higiene dan sanitasi pada lokasi bangunan, kandang, peralatan penyembelihan ( pisau, talenan, alas,meja dan kemasan ), proses pnyembelihan dan pekerja proses penyembelihan ( sehat, menggunakan pakaian yang bersih dan mampu menerapkan higiene dan sanitasi )
  • Penerapan rantai dingin artinya daging senantiasa disimpan pada suhu dibawah 4° C dengan cara memberikan es batu dari air yang bersih.
Aspek penyediaan daging halal penerapannya sudah harus dimulai dari budidaya ternak sampai pada hasil produksi daging siap dikonsumsi. Undang Undang no 6 tahun 1967 tentang ketentuan ketentuan pokok peternakan dan kesehatan hewan mendefinisikan kesejahteraan hewan dengan 5 prinsip dasar untuk pemenuhan kebutuhan dasar hewan, agar hewan ; 
  • Bebas dari rasa lapar dan haus,
  • Bebas dari ketidak nyamanan, 
  • Bebas dari rasa sakit, luka dan sakit, 
  • Bebas mengekspresikan prilaku alaminya dan 
  • Bebas dari rasa takut dan tertekan.
Sebaiknya hewan yang akan disembelih diistirahatkan terlebih dahulu sebelum disembelih dan dilakukan penanganan yang baik pada ternak yang akan dipotong, Penanganan ayam hidup yang tidak baik sebelum penyembelihan akan mengakibatkan stres atau terjadinya memar dan patah tulang pada ayam. Secara umum penanganan ayam yang tiak baik sebelum penyembelihan akan menyebabkan penurunan kwalitas daging bahkan bisa sampai ayam mati sebelum disembelih yang artinya haram untuk dikonsumsi.

Tata cara penyembelihan ternak yang halal harus memenuhi persyaratan berikut ;
  • Orang yang menyembelih harus beragama Islam, dewasa ( baligh ) dan berakal sehat
  • Membaca basmallah sebelum penyembelihan
  • Pisau yang digunakan harus tajam
  • Penyembelihan dilakukan dipangkal leher ternak dengan memutuskan saluran pernafasan( esofagus/ marik ) dan dua urat leher ( pembuluh darah dikanan dan kiri leher/wadajain)
Azab penyembelihan ternak yang halal terdiri dari ;
  • Ternak yang akan disembelih sunnah dihadapkan ke arah kiblat
  • Orang yang akan menyembelih disunnahkan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW ( Allahumma sholliiwasalim " ala sayyidinaa Muhammad ) dan membaca takbir ( Allaahu akbar ) sebanyak tiga kali disamping membaca basmalah
  • Orang yang menyembelih harus memiliki pengetahuan tentang hewan yang halal dan haram disembelih, serta cara penyembelihan halal
  • Setelah penyembelihan, darah dibiarkan keluar sampai berhenti mengalir kemudian dilakukan pengerjaan berikutnya
  • Penyembelihan dilakukan higienis dan menjaga kebersihan lingkungan. Nani Priwanti Soeharto Penyuluh Pertanian PPMKP Ciawi
Sumber ; Pedoman Keamanan Pangan dalam Penyediaan Pangan Asal Unggas, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan,Departemen Pertanian, 2004