Ciri-ciri Burung Merpati Balap

Burung merpati balap mempunyai ciri di bagian Kepala dan Leher berbeda dengan ciri di bagian Badan, Kaki dan Ekor. Sedangkan ciri-ciri lainnya : 
  1. Bulu halus, kering, dan berlapis; 
  2. Tulang dada sedikit melengkung; 
  3. Leher seekor merpati balap harus proposional, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang.
Burung merpati merupakan hewan peliharaan yang termasuk paling populer di Indonesia. Burung ini tidak hanya digemari kalangan kecil, tetapi juga masyarakat dari golongan menengah ke atas. Burung merpati atau biasa yang disebut burung dara, dalam pemeliharaannya mempunyai tiga tujuan, yakni : balap, hias, dan konsumsi. Tujuan memelihara burung merpati harus berdasarkan ketiga hal tersebut. Karena masing-masing tujuan menentukan langkah serta manajemen yang sesuai. Merpati balap misalnya, tentu memiliki teknik atau langkah yang berbeda dengan memelihara merpati konsumsi.


Semua burung yang dapat terbang dilengkapi dengan tulang dada yang sangat kuat (sternum) yang memiliki lempengan datar yang lebar, yang disebut lunas, sebagai sambungan otot-otot terbang. Karena burung dirancang untuk tujuan terbang, tulang-tulang mereka berongga dan terbungkus otot-otot. Ototo-otot yang membungkus tulang ini mendukung penerbangan yang menghasilkan keringan luar biasa tanpa mengorbankan kekuatan.
Dalam hal ini, burung merpati mempunyai indera menarik lainnya pula seperti pendengaran seekor merpati mampu mendengar bunyi dengan nada rendah yang tidak mampu didengar oleh manusia juga seekor merpati dapat mengindera getaran di udara namun juga mapu menetukan arah perjalanan mereka dengan mengikuti medan magnet bumi.
Badan burung merpati balap telah diciptakan dengan suatu rancangan khusus yang menghilangkan segala ketidaksinambungan yang mungkin terjadi selama penerbangan. Kepala seekor burung sengaja diciptakan ringan sehingga hewan tersebut tidak condong ke depan ketika terbang : rata-rata, bobot kepala seekor burung adalah sekitar 1 % dari berat tubuhnya. Bentuk bulu-bulunya yang aerodinamik merupakan sifat lain dari sistem keseimbangan pada burung. Untuk bulu, terutama yang berada pada sayap dan ekor, memberi sistem kesimbangan yang sangat tepat bagi burung. 

Burung merpati balap atau disubut juga merpati aduan adalah hasil pembiakan dari burung merpati yang telah dibiakan secara khusus agar mampu terbang lebih cepat. Merpati balap mempunyai kelebihan, yaitu mampu mengenali pasangan, pemilik, atau pelatihnya dari jarak yang cukup jauh. Secara umum merpati balap yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 

A. Bagian Kepala dan Leher : 
  • Paruh yang pendek, lurus, kust, dan ujungnya sedikit melengkung menadakan keket atau giringnya bagus; 
  • Mata jernih dengan biji mata bulat penuh (tidak terlihat pecah) dan kecil menandakan kemampuannya cukup baik untuk melihat dengan jelas dari kejauhan; 
  • Kepala yang proposional dan cukup besar menandakan isi otaknya besar (cerdas); 
  • Leher yang cukup dan tidak terlalu panjang serta besar, tetapi proposional dapat menjaga posisi terbang terhadap udara agar tetap streamline.
B. Bagian Badan, Kaki dan Ekor : 
  • Pundak tegap dan kokoh sebagai tempat menempelnya sayap; 
  • Otot sayap yang cukup tebal menandakan kekuatannya mengepakkan sayapnya maksimal sehingga diperoleh jangkauan yang jauh dalam sekali kepak. Bulu-bulu sayap rapi, tebal, panjang, lebar, dan rapat menandakan bahwa merpati dapat mencapai jarak jauh dalam sekali kepakan karena sedikit udara yang lepas. Bulu sayap primer biasanya terdiri dari 10 bulu, tetapi kandang ditemukan merpati dengan bulu sayap primer 11 bulu pada salah satu atau kedua sayapnya. Keadaan ini dapat menambah kerapatan bulu sayap; 
  • Kaki proposional dengan jari yang kecil dan panjang untuk mengarahkan angin kebelakang setelah melewati dada pada saat terbang; 
  • Tumpukan bulu pada bokong tebal dan tulang pubis cukup keras sehingga kekompakan otot untuk mencapai kecepatan akhir yang maksimal dapat terjamin.
Sedangkan ciri-ciri lain, yaitu 
  1. Bulu halus, kering, dan berlapis lilin untuk mengurangi hambatan dan mencegah tersimpannya air dari udara yang dapat mengurangi kecepatan burung karena bertambahnya berat badan; 
  2. Tulang dada sedikit melengkung untuk mengurangi hambatan angin; 
  3. Leher seekor merpati balap harus proposional, tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang sehingga tidak menambah gesekan diudara.
Kepandaiannya menjelajah angkasa membuat merpati balap menjadi jenis burung lain, merpati balap memiliki ciri khas khusus yang menunjukkan bahwa dia adalah si raja udara dan penerbang handal : 

1) Tubuhnya tampak sehat, kekar dan penampilannya gagah. Jika sedang berdiri, dadanya tampak membusung dan tatapan matanya tajam jernih. Jika dipegang, tubuhnya keras berotot; 

2) Tulang sayapnya sangat kuat dengan ujungnya yang tampak lentur. Kepakan sayapnya sangat kuat dan berakselerasi tinggi. Gaya terbangnya yang meliuk sangat mempesona; 

3) Jarak antar bulu sayap rapat. Jika disibakkan akan menghasilkan kepakan dan ayunan yang sangat kuat sehingga kemampuan terbangnya lebih cepat. Bentuk ujung bulu sayap tidak atau tumpul. Tulang sayapnya lurus, tebal dan kuat. Sayap selalu kering dan tebal; 

4) Jika sayapnya direntangkan, burung merpati secara reflek menutup rentangan sayap tersebut dan sangat cepat; 

5) Posisi tubuh dengan ekor lurus sejajar, terutama ketika sedang berdiri. Ekor tidak membengkok ke samping, tidak berdiri ke atas dan tidak jatuh ke bawah; 

6) Terdapat tonjolan kecil diatas dubur. Tonjolan ini mampu mengeluarkan kelenjar minyak; 

7) Bulunya tertancap kuat, tidak mudah rontok dan tangkainya sangat kuat. Ragam warna bulu merpati balap : coklat kehitam-hitaman, hitam kecoklat-coklatan, coklat kemera-merahan atau merah kecoklat-coklatan. Warna bulunya mengkilap dan tampak licin seperti minyak; 

8) Kakinya agak pendek namun nampak kokoh dan kekar; 

9) Memilki pundi-pundi udara yang agak besar sehingga mampu menyimpan cadangan oksigen yang banyak. Kelebihannya ini membuatnya mampu terbang jauh dengan kecepatan tinggi dan tidak akan kekurangan oksigen serta mampu mengontrol kerja paru-paru. 

Sumber : Buku "Melatih Siap Kontes Merpati Balap & Merpati Hias", Pustaka Baru Press