Hama dan Pengendalianya Pada Jarak Kepyar

Hama tanaman jarak kepyar sampai ssat ini belum menimbulkan permasalahan yang berarti. Hal ini karena belum berkembangnya pembudidayaan jarakkepyar di Indonesia sehingga kerugian ekonomi belum dapat ditentukan secara tepat. Dinegara penghasil biji jarak kepyar seperti India dan Brazil serangan hama dan penyakit sudah menimbulkan kerugian ekonomis yang cukup berarti. Hama tanaman jarak kepyar seperti umumnya hama pada tanaman budidaya lainnya, menyerang seluruh bagian tanaman. Ada yang menyerang akar, daun, buah, bunga maupun biji. Adapun jenis hama tanaman jarak kepyar yang dikenal adalah:


1. Ulat Tanah ( Agrotis sp.)

Hama jenis ini biasanya menyerang tanaman yang baru muncul sampai tanaman berdaun 4 helai, baik yang masih dipersemaian maupun yang sudah ditanam dilahan produksi. Gejala yang dpat dilihat adalah tanaman terpotong batang pokoknya didekat tanah, baik diatas maupun dibawah permukaan tanah. Hama ini bisaanya menyerang tanaman pada pagi hari.

Pengendalian hama jenis ini dapat dilakukan dengan kultur tehnis maupun kimiawi. Secara kultur tehnis dilakukan dengan cara membersihkan gulma selama 2 minggu sebelum tanam dan dilanjutkan selama pertumbuhan tanaman jarak kepyar. Secara kimiawi dapat menggunakan pestisida yang disemprotkan ketanaman, terutama pada batang tanaman bagian bawah, yang dilakukan pada senja hari setelah matahari terbenam dan pagi hari sebelum pajar. Yang bisaa digunakan dengan merek dagang Decis 2,5 EC.

2. Ulat Grayak ( Spodoptera litura.)

Ulat grayak termasuk dalam golongan hama polifag artinya pemakan segala jenis tanaman. Serangan akan terjadi apabila tidak ada lagi tanaman inang lain yang disukai ulat ini disekitar pertanaman jarak kepyar. Pada serangan berat, ulat grayak mampu menghabiskan seluruh daun tanaman jarak kepyar hanya dalam waktu semalam. 

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida kimiawi, hayati maupun nabati. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan Decis 2,5 EC dengan konsentrasi 0,5 - 1,0 ml / liter air. Secara hayati dapat dilakukan dengan menggunakan Bacillus thuringencis atau merek dagangnya Delfin WDG, kemudian secara nabati dengan menggunakan Serbuk Biji Mimba (SBM) dengan konsentrasi 40 gr/liter air.

3. Ulat Api (Parasa lepida gram )

Gejala serangan hama ini adalah dapat dilihat pada daun tanaman jarak kepyar yakni daun tampak berlubang dan jika terjadi serangan berat maka akan tinggal tulang daunnya saja. 

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida seperti pengendalian ulat-ulat yang lainnya dengan cara menyemprotkan pada daun tanaman jarak kepyar.

4. Ulat daun Jarak (Achaea janata )

Hama utama tanaman jarak kepyar di Indonesia adalah ulat pemakan daun ( Janata L ). Hama ini mampu memakan daun tanaman jarak kepyar sampai habis dalam waktu yang singkat. Ulat ini bisaanya menyerang tanaman dewasa yang berumur 4-8 minggu dan hama ini mempengaruhi kuantitas dan kualitas biji jarak yang dihasilkan. 

Cara pengendalian: Apabila serangannya belum berat pengendaliannya dapat dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan daun-daun yang dijadikan tempat bergerombol ulat. Dan ulat bergerombol dibagian bawah daun. apabila serangannya sudah cukup berat pengendaliannya dilakukan secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida kepertanaman jarak kepyar pada permukaan atas dan bawah daun. Dikatakan serangan berat apabila didapatkan 5 ekor ulat pada setiap 20 tanaman sample.

5. Belalang.

Kerusakan tanaman jarak kepyar akibat seranagan belalang dapat terjadi saat tanaman masih muda. Dan belalang yang sering menyerang tanaman jarak keyar di Indonesia adalah belalang daun. 

Pengendalian belalang cukup sulit, penyemprotan dengan insektisida tidak selalu berhasil, namun demikian penyemprotan tetap dapat diterapkan. Insektisida yang bisa digunakan adalah beta siflutrin (misalnya Buldok 25 EC atau regent 50 EC).

6. Wereng daun ( Einpoasca sp)

Gejala serangan hama ini dapat terlihat pada pinggir daun tanaman yang berwarna merah kemudian daun mongering dan rontok. Kerusakan ini diakibatkan oleh racun yang terdapat pada cairan ludah yang disuntikkan oleh mulut hama kedalam daun saat mengisap cairan daun. 

Untuk mengendalikan wereng daun ini dengan menggunakan compidor 70 WP maupun buldok 25 EC.

7. Kepik Hijau ( Nezara viridula ).

Hama ini sering menjadi hama penting didaerah tropis dan menyerang tanaman jarak kepyar pada saat pembungaan. Akibatnya hasil biji rendah dan kapsul buah yang sedang berkembang menjadi rusak. Insektisida yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama ini adalah Matador 25 EC, Fastac 15 EC maupun atabron 50 EC.

8. Uret atau lundi (Scarabacid )

Hama ini menyerang akar tanaman jarak kepyar. Apabila perakaran terserang cukup parah maka tanaman menjadi layu dan mati. Tapi tanaman yang tumbuhnya bagus dan kokoh dengan perakaran yang tumbuh menyebar dan kuat akan cukup tahan terhadap serangan hama ini. Hama ini umum terdapat di Indonesia terutama pada lahan-lahan yang pernah tergenang air dan banyak terdapat sisa-sisa tanaman. 

Cara pengendalian hama ini adalah: dengan melakukan penggenangan selama beberapa jam dan menjaga kebersihan lingkungan pertanaman. Dan jika menggunakan insektisida dapat menggunakan insektisida sistemik seperti Marshal 5 G maupun Furadan 3 G.