Jangkrik (Gryllus)

Penyebaran jangkrik di Indonesia merata, terutama di daerah-daerah yang memiliki banak populasi burung dan ikan. Terdapat lebih dari 100 jenis jangkrik di Indonesia, tetapip yang banyak di budidayakan pada saat ini yaitu Gryllus mitratus dan Gryllus testaceus, terutama dibudidayakan untuk tujuan pakan ikan dan burung.

Gryllus mitratus, jangkrik ini berukuran relative kecil. Umur hidup jantan dewasa 78 hari. Sedangkan betina lebih lama, 105 hari. Pada pinggir sayap punggung, terdapat garis putih. Penampilannya relative tenang.

Gryllus testaceus,, jangkrik ini cenderung lebih agresif. Tidak seperti G. Mitratus, punggung G.testaceus berwarna hitam polos.

Jangkrik merupakan jenis insekta yang hidup di semak-semak rerumputan pekarangan. Menurut Borror (1992) jangkrik dikelompokkan dalam :
  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Arthropoda
  • Klas : Insecta
  • Ordo : Orthoptera
  • Sub Ordo : Ensifera
  • Famili : Gryllidae
  • Sub Famili : Gryllinae
  • Genus : Gryllus
  • Spesies : Gryllus mitratus (Jangkrik celiring)
  • Gryllus testacius (Jangkrik cendawang)
  • Gryllus bimaculatus de geex (Jangkrik kalung) Sumber : Jannah. 2000

Pemilihan Bibit

Bibit yang dipilih untuk dibesarkan haus sehat, tidak cacat (sungut dan kaki patah). Dan berumur berkisar 10 - 20 hari. Calon induk jantan dan betina berasal dari tangkapan alam bebas karena biasanya mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi dan leabih agresif.

Ciri-ciri induk Jantan sebagai berikut : 
  1. Mengerik dengan keras
  2. Bulu punggung cenderung kasar dan bergelombang. 
Ciri-ciri Induk betina : 
  1. Tidak mengerik 
  2. Bulu pada punggung dan sayap halus 
  3. Ada ovipositor di bawah ekor untuk mengeluarkan telur..
Perkandangan

Prasaranan perkandangan bagi jangkrik meliputi kotak sebagai sangkar, tempat persembunyian dan sarang untuk bertelur.

Kotak Sangkar, sebagai sangkar , ukuran kotak tidak ada yang baku, asal sesuai dengan jumlah populasi jangkrik setiap kotaknya, biasanya berukuran (50 - 100 X 100 ) cm dengan tinggi 30 cm. . Sebaiknya , kotak diberi serkulasi udara dengan memberi lubang pada salah satu sisinya dan dituup kawat kasa.Kotak ditempatkan di daerah yang lembab, gelap dan tenang agar tidak mengganggu proses kawin. Hindari penempatan pada daerah yang terkena matahari langsung. Agar mendekati habitat sebenarnya dinding sangkar diolesi dengan lumpur sawah.

Tempat persembunyian, di alam bebas biasanya jangkrik bersembunyi di dedaunan kering, terutama pada saat musim kawin. Dengan demikian, seabaiknya sasngkar dilengkapi tempat persembunyian. Tempat persembunyuian dapat dibuat dari daun-daun kering yang dapat dimasukkan ke dalam kandangatau potongan bamboo perlu diletakkan di dalamnya karena dalam potongan bambu ini jangkrik sering melakukan perkawinan, disamping memudahkan dalam pembersihan. Pemberian daun pisang kering, bertujuan agar jangkrik tidak kanibal.

Tempat bertelur, tempat ini harus dipersiapkan untuk pengembangbiakan secara alami.. Jika telur yang dihasilkan langsung ditetaskan, perlu ditambahkan media pasir atau tanah (berupa tanah sawah atau tanah merah) dapat digunakan seabagai tempat bertelur.. Jika tempoat bertelur menggunakan campuran tanah dan pasir, perbandingan yang digunakan yaitu 1:1. Media tersebut dimasukkan secara merata dalam nampan plastic berukuran ( 25 x 30) cm dengan keteabalan 3 cm. Selain media, tempat bertelur juga lperlu dilengkapi dengan kotak pengembangan berukuran (50 X100X30 ) cm, berupa 2- 3 buah nampan.

Tatalaksana Pemeliharaan

Semenjak dalam kotak penetasan (berumur 10-20 hari), pemeliharaan jangkrik harus benar-benar diperhatikan. Pemberian pakan harus dikontrol dengan baik sehingga pertumbuhannya pesat. Jika makanan kkurang, anakan jangkrikakan menadi kanibal memakan sesame yang lemah... 

etina dengan perbandingan 2:10. Jika sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, telur jangkrik dipisahkan dari induknya. Induk dapat memproduksi telur dengan daya tetas yang tinggi 80 -90 % bila pakan yang diberikan bergizi tinggi serta suasana kandang yang miriip dengan habitat alam.. 

Dalam kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur. Warna telur akan berubah dari bening sampai keruh. Kelembababan telur perlu dijaga dengan menyemprotkan dengan air setiap hari. Telur perlu dibolak-balik.Telur akan menetas setelah 4 - 6 hari dalam penetasan. Sanitasi sangat penting untuk diperhatikan.

Pemberian Pakan

Setelah menetas dan berumur 2 hari, jangkrik sudah dapat makan. Pada dasarnya , jangkrik menyukai sayur-sayuran, dedaunan, serta buah-buahan yang mengandung air dan tidak bergetah dengan ketebalan 1 cm..

Pada umur 7-10 hari, jangkrik dapat diberikan jagung muda yang sudah disisir atau dihancurkan. Jumlah yang dapat diaberikan yaitu 1 tongkol jagung/kotak/hari. Selainitu, kosentrat, misalnya campuran jagung, kacang hijau, kedelai, bekatul dan tepung ikan dengan perbandingan 4:4:4:4:1

Pembibitan jangkrik

Bibit telur jangkrik tidak dapat menetas semua, maksimal 70 %. Telur akan menetas setelah sekitar 8-10 hari sejak dipanen. Umur 30-40 hari, anak jangkrik menjadi clondo/dogolan/kangkrik muda. Jika tidak dijual, clondo dapat dipelihara menjadi indukan hingga kira-kira berumur 2- 4 bulan.

Panen dan hasil panen

Tiga hasil utama yang mempunyait nilai ekonomis sama besar nya sebagai berikut 
  1. Produksi telur , jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur. 
  2. Produksi jangkrik untuk pakan burung berkicau, dan pakan ikan dan udang dalam bentuk tepung
  3. Dalam tubuh jangkrik mengandung senyawa, seperti lysine, cysteine, asam lemak berantai panjang (omega 3 dan 6), hormone steroid dan protein kolagen yang bermanfaat bagi bahan baku industry farmasi, makan diet, kosmetika dan subsitusi pakan ternak.
Sumber bacaan : Budidaya 22 ternak Potensial. Seri Agribisnis Penebar Swadaya 2010