Menaksir Harga Jual Kambing-Domba

Ternak kambing domba setiap saat dapat dipasarkan dengn mudah karena kebutuhan daging akan terus meningkat. Menjual ternak melalui orang lain yang bukan pembelinya akan memperkeacil keuntungan karena ongkos jual beli akan bertambah.


Pedagang perantara biasanya mengambil keuntungan dari nilai kulit, kepala, jeoan, dan bagian bawah kaki. Dengan demikian peternak sebaiknya menyesuaikan nilai jual ternak dengan tingkat harga daging eceran.

Menaksir harga jual ternak melalhji harga daging eceran dan bobot hidup saat dijual dapat dilakukan dengan hitungan (bobot hidup) X (45) : (100) X ( harga daging eceran).

Dengan demikian tawar menawar dapat dilakukan melalui pengurangan atau penambahan nilai jual kulit, kepala, jeroan dan bagian bawah kaki. Angka 45 pada rumus diatas merupakan batas bawah yang berarti peternak akan memperoleh harga taksiran paling rendah ari seekor ternakyang akan dijual. Batas atas dari angka 

Meningkatkan Nilai Jual Ternak

Selain berbagai cara yang sudah ditempuh dalam kegiatan pemeliharaan ternak, misalnya, peningkatan nilai jual ternak dapat pula dilakukan dengan cara melihat tingkat penawaran dan permintaan.
  1. Permintaan adalah besarnya atau banyaknya daging kambiang dkomba yang diperlukan oleh pembeli di pasar. Permintaan biasanya akan lebih atinggi apda saat hari raya dimana keabutuhan daging meningkat,
  2. Penawaran adalah besarnyaa aau banyaknya daging yang dihasilkan, yaitu dari jumlah ternak yangf dipotong yang juga tentunya sangat bergantung dari jumlah ternak yang dipasarkan oleh petani.
Apbila permnintaan lebih besar dari penawaran, biasanya harga akan naikm isalnya pada hri raya. Sebaliknya bila permintaan leabih rendah dari penawaran maka harga akan turun.

Demikian juga halnyua apabila penawaran lebih banyak dari permintaan, maka harga akan turun. Sebalinya bila penawaran lebih rendah dari permintaan, biasanya harga akan naik.
  1. Permintaan akan ternak kambiang dan domba cukupo tinggi pada saat hari raya, terutama iduladha. Demikian juga pada saat petani memerlukan ternak. Misalnya pada awal musim kemarau , karena tanah tdah hujan kurang memberikan hasil bagi beberapa daerah. Atau pada awal musim hujan karena persediaan rumpit berlimbap bagi sementara daerah lainnya seperti di perkebunan.
  2. Penawaran akan sangat tinggi pada saat banyak petani menjual ternaknya. Misalnya pada awal musim hujan Karen kebutuhan uang tunai untuk pengolahan tanah meningkat. Atau pada awal musim kemarau, di derah lainnyaa seperti di perkebunan, karena persediaan rumput menjadi terbatas.
Dengan kenyataan ini, usahakan jangan menjual ternak pada saat banyak petani lain juga menjal ternak. Saat seperti ini mungkin baik untuk membeli ernak, tentunya bila kebuuhan akan uang atunai tidak mendesak. Demikian juga usahakan jangan membeli ternak pada saat banyak oaring perlu ternak seperti pada hara raya, atau musim lainnya.

Usahakan menjual ternak yang kondisi tubuhnya sehat, bobot badanya tinggi dan pada saat sampai masanya untuk dijuyal atau dipasarkan.

Contoh Penaksiran Harga kambing-Domba

Perhitungan atau taksiran berat hidup, misalnya berat hidup kambing 20 kg dan harga dipasar misalnya Rp.30.000 / kg maka harganya kambing tsb 20 kgX Rp.30.000 =RP,600.000,-.


Bila kita menjual dengan bagian-bagian tubuh misalnya tulang, kulit , kepala, kaki , jeoan maka dapat diperkirakan yang dapat di peroleh nialai sebagai berikut ;
  1. Kulit diperkirakan 15 % dari berat hidup (3 kg) 
  2. Tulang daging diperkirakan 45 % dari berat hidup ( 9 kg) 
  3. Kepala diperkirakan 7,5 % dari berat hidup (0,5 kg)
  4. Kaki diperkirakan 2 kg
  5. Jeroan diperkirakan 1,5 kg
Bila bagian-bagian tersebut dijual secara sendiri-sendiri maka bila dikkumlahkan akan lebih menguntungkan apabila dijual hidup.

Sumber bacaan : Sukses Beternak Kambing dan Domba PUSLIBANGNAK 2006