Mengenal Angsa

Angsa terutama dipelihara di daerah Utara Tengah Amerika Serikat dan jumlahnya tidak besar hanya sekitar 0,5 % dari seluruh jumlah unggas yang dipelihara di negeri tersebut. Terdapat 10 bangsa angsa yang diketahui mempunyai kepentingan ekonomis yang cukup besar. Bangsa angsa tersebut adalah : Toulouse, Emden,Pilgrim, Roman, Buff, Sebastopol, African, Chinese, Canada dan Egyptian.


Bangsa angsa Toulouse adalah bangsa yang paling besar dam paling popular di Amerika Serikat , dengan berat badan antara 9 sampai 11 kg. Bulunya berwarna abu-abu gelap pada bagian punggung, abu-abu muda dan menjadi putih pada bagian dada dan abdomen. Toulouse dapat menghasilkan telur sebanyak 15 sampai 35 butir tiap tahun.

Bangsa angsa Emden berwarna putih, bulunya pendek yang dewasa , beratnya mencapai 8 sampai 9 kg. Produksi telurnya lebih sedikit dibandingkan angsa Toulouse, tetapi lebih mampu mengerami telur.

Bangsa angsa pilgrim, Roman, Buff, Sebastopol, African, Chinese (merupakan bangsa-bangsa yang kemampuan merumputnya lebih baik dengan produksi telur yang lebih banyak.

Perkawinan

Dalam kehidupan liar angsa bersifat monogami, yaitu seekor pejantan kawin hanya dengan seekor betina tertentu saja. Namun demikian dalam produksi komersial, seekor angsa jantan dapat menerima 3 ekor betina dalam keluarganya. Bangsa-bangsa yang lebih ringan dapat mengawini 4 sampai 5 ekor, misalnya bangsa Roman, Chine dan Buff.

Angsa mulai bertelur pada musin dingin. Angsa memilih tempat yang aman untuk bertelur sampai terkumpul telur 1 clutch sekitar 20 butir. Telur angsa sering juga ditetaskan dengan menggunakan induk ayam yang sedang mengeram tetapi karena telur itu cukup besar ukurannya, ayam tidak mampu membolak-baliknya sehingga harus dibantu oleh tangan manusia. Dua atau tiga telur angsa sudah cukup untuk seekor ayam dapat mengeraminya.

Penetasan secara buatan dengan menggunakan mesin tetas dapat dilakukan meski memerlukan kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan kelembaban untuk penetasan telur ayam. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan semprotan air menggunakan alat penyemprot yang mengeluarkan air dalam bentuk partikel-paertikel halus. Semprotan itu diberikan setiap hari.

Pemberian Pakan

Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa angsa tidak dapat mencerna serat kasar lebih baik dari spesies-spesies burung besar lainnya, tetapi konsumsinya dapat mencapai 5 X lebih besar. Karena kakinya mempunyai selaput renang maka angsa dapat memanfaatkan lahan yang basah dan berair yang tidak cocok untuk berbagai jenis ternak lainnya.

Untuk angsa yang pemeliharaannya di kandangkan campuran pakan berikut dapat digunakan yaitu 1 bagian bijian, 3 bagian hijauan yang di cacah dan 2 bagian gandum dan campuran tsb diberikan 2 kali sehari.

Hijauannya dapat berupa rumput segar, daun-daunan seperti kobis, dan hijauan lainnya. Bila hijauan itu tidak tersedia lagi dan atau dibutuhkan pakan untuk penggemukan, ransumnya dapat terdiri dari 1 bagian gandum, 1 bagian barley dan 1 bagaian oat.

Air yang disediakan hendaklah yang cukup sehingga dapat digunakan untuk mencelupkan kepala. Kalau tidak, lama-kelamaan akan terjadi korosi pada paruh, hidung dan mata yang akan menimbulkan masalah yang sukup serius. Bila air seperti dikemukakan telah dapat disediakan, angsa tidak mutlak harus dierjunkan ke dalam kolam atau tempat-tempat berair lainnya.

Beberapa Istilah untuk angsa

Geese yaitu istilah jamak untuk angsa secara umum, baik jantan, betina dewasa atau mud, sedangkan Gander adalah angsa jantan dewasa, untuk sebutan Goose adalah angsa betina dewasa sedangkan Gasling sebutan untuk angsa muda, baik untuk jantan maupun untuk angsa betina.