Mengenal Beberapa Parasit Pada Kuda

Selain Beberapa penyakit yang suka menyerang ternak kuda juga terdapat parasit yang dapat mengganggung kesehatan kuda diantaranya adalah :


Lalat dan Nyamuk

Serangga - serangga ini tidak hanya mengganggu binatang, tetapi dapat juga merupakan vekto (carrier) penyakit. Semprotan insektisida juga efektif tetapi hanya berlangsung singkat karena bila kuda berkeringat akan lunturlah perlindungan itu. Kandang yang bersih dan menyingkirkan tumbpukan kotoran kuda membantu usaha mencegah akumulasi lalat. Penyemproan dengan alat penyemprot listrik atau membangun kandang dengan ventilasi yang baik juga dapat membantu mengatasi masalah.

Horse Bots

Lalat bot menempatkan telurnya pada rambut sekitar fetlock,lutut, tenggorokan, rahang dan bibir kuda. Lalat tersebut, lebih kecil dan panampakannya mirip dengan lebah madu, tidak menyengat kuda. Telur-telur menetas dalam 7-10 hari, dan larva muda masuk ke mulut kuda dan tumbuh selama 2- 4 minggu. Selanjutnya larva pindah ke dinding perut dan menempul, mengisap darah sampai dewasa/matang. Kemudian melepaskan diri keluar beersama-sama dengan feses, memasuki stadium pipa atau tahap istirahat selama 20-70 hari. Akhirnya muncul sebagai lalat yang siap untuk menghasilkan telur-telurnya lagi.

Tanda-tanda infestasi/serangan bot adalah seringnya timbul masalah penacernaan dan bahkan timbul kolik, kurus, anemia dan kekurangan energi.

Pencegahan dapat dilaksanakan melalui perawatan dan pembersihan kuda dengan baik. Mengambil telur-telur yang melekat juga dapat membantu program pengendalian.

Dilakukan pengawasan terhadap telur-telur lalat bot, kuda dicuci paling tidak 30 hari sebelum melaksanakan pengobatan yang disarankan.Pengobatan ini biasanya dilaksanakan melalui pipa yang dimasukkan ke dalam perut

Kutu

Jasat mikroskopis yang terdapat di bawah kulit dan dapat menyebabkan kkudis disebut kutu. Bila berada diluar kulit, kutu itu mati dalam waktu satu jam sampai dua minggu, sehingga pengendaliannya mudah, dengan menggunakan insektisida modern. Perawatan bulu dengana cermat biasanya dapat mencegahnya.

Cacing.

Ascarid (cacing gelang yang besar, cacing perut dan strongyles/cacing darah) merupakan yang paling umum didapati. Tanda-tanda infestasi cacing meliputi pertumbuhan lambat, anemia, bulu yang suram, lesu dan timbulnya problem pencernaan termasuk kolik. Cacing kremi (Pinworm) tidak begiru serius tapi mengganggu juga karena kuda akan menggosok ekornya terus menerus.

Penyebab serangan semua jenis cacing biasanya berkaitan dengan siklus alami yang sulit untuk diputuskan. Meskipun siklusnya bervariasi, umunya dapat di simpulkan sebagai berikut :

1. Telur, larva, atau lalat yang terinfeksi tertelan oleh kuda pada waktu kuda itu merumput, makan atau minum.

2. Cacing muda berkembang di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan dan atau keruskan dalam saluran cerna.

3. Cacing dewasa bertelur dan keluar bersama feses.

4. Telur menjadi masak dan menetas menjadi laerva atau lalat yang kembali menginfestasi kuda yang lain.

Pastura atau padang rumput sekali terinfestasi, akan berlangsung terus dalam waktu yang lama karena perubahan temperatur dan kkondisi lingkungan hanya sedikit mempengaruhi siklus cacing. Pupuk kandang hendaknya dibiarkan terdekomposisi dalam tumpukan sebelum di taburkan. Rotasi pastura dapat membantu mengurangi infeksi.

Pengobatan dengan bahan pembasmi cacing melalui pipi perut merupakan satu-satunya cara efeektif dalam memutuskan siklus cacing. Maslah ini beritu persisten sehingga peternak kuda perlu memberikan obat caciong kepada kuda-kuda mereka secara rutin sekali atau dua kali setahun.

Sumber bacaan : Ilmu Peternakan . Fapet. UNDIP