Olahan Limbah Sawit Menambah Pendapatan

Pohon kelapa sawit pada dasarnya ada 4 kelompok /bagian yang dapat dimanfaatkan yaitu daging buah, biji sawit tandan kosong dan batang pohon. Dari keempat kelompok tersebut hanya bagian daging buah dan biji sawit yang menghasilkan minyak. Daging buah menghasilkan minyak sawit, sedangkan biji sawit menghasilkan minyak inti. Sedangkan bagian bagian lain seperti sabut, endapan lumpur, cangkang, bungkil, tandan kosong maupun maupun batang pohon, sering dianggapnya sebagai limbah kelapa sawit. Limbah tersebut ternyata kalau diolah akan menghasilkan uang yang dapat menambah penghasilan ataupun dapat menekan biaya usaha tani.


Berdasarkan hasil penelitian, Limbah kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti berikut ini.

1. Sabut 

Sabut dapat digunakan untuk pulp kertas bubur untuk pembuatan kertas , energi /tenaga maupun papan partikel 

2. Sludge atau Endapan Lumpur 

Sludge yang dihasilkan dari pabrik biasanya berupa lumpur. Endapan lumpur tersebut dapat digunakan untuk makanan ternak, sabun maupun pupuk 

3. Cangkang

Cangkang atau yang sering disebut tempurung kelapa sawit merupakan salah satu limbah pengolahan minyak kelapa sawit yang cukup besar, yaitu mencapai 60% dari produksi minyak. Arang aktif juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai industri. Antara lain industri minyak, karet, gula, dan farmasi. Selain itu dapat digunakan untuk bahan pengisi , maupun papan partikel . 

4. Bungkil

Bungkil dapat digunakan untuk makanan ternak maupun pebuatan pupuk organik.

5. Tandan kosong

Tandan kosong dapat digunakan untuk : 

a) Pulp Kertas, kebutuhan pulp kertas di Indonesia sampai saat ini masih dipenuhi dari impor. Padahal potensi untuk menghasilkan pulp di dalam negeri cukup besar. Salah satu alternatif itu adalah dengan memanfaatkan batang dan tandan kosong kelapa sawit untuk digunakan bahan pulp kertas dan papan serat; 

b) Pupuk, pupuk organik yang memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman. Tandan kosong kelapa sawit mencapai 23% dari jumlah Pemanfaatan Limbah kelapa sawit tersebut sebagai alternatif pupuk organik juga akan memberikan manfaat lain dari sisi ekonomi; 

c) Kompos, pupuk kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami proses fermentasi atau dekomposisi yang dilakukan oleh micro-organisme. Hasil kompos yang dihasilkan mudah diserap oleh tanaman. Disamping itu tandan kosong kelapa sawit sebagai limbah padat dapat dibakar dan akan menghasilkan abu tandan. Abu tandan tersebut ternyata memiliki kandungan 30-40%, K2O, 7%P2O5, 9%CaO, dan 3%MgO. Selain itu juga mengandung unsur hara mikro yaitu 1.200 ppm Fe, 1.00 ppm Mn, 400 ppm Zn, dan 100 ppm Cu. Sebagai gambaran umum bahwa pabrik yang mengolah kelapa sawit dengan kapasitas 1200 ton TBS/ hari akan menghasilkan abu tandan sebesar 10,8%/hari. Setara dengan 5,8 ton KCl; 2,2 ton kiersit; dan 0,7 ton TSP. dengan penambahan polimer tertentu pada abu tandan dapat dibuat pupuk butiran berkadar K2O 30-38% dengan pH 8 - 9; 

d) Serat, tandan kosong kelapa sawit juga menghasilkan serat kuat yang dapat digunakan untuk bahan pengisi jok mobil dan matras, polipot (pot kecil, papan ukuran kecil dan bahan pengepak industri; 

e) Batang pohon dan pelepah, batang dan pelepah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pada prinsipnya terdapat tiga cara pengolahan batang kelapa sawit untuk dijadikan pakan ternak, yaitu pertama pengolahan menjadi silase, kedua dengan perlakuan NaOH dan yang ketiga adalah pengolahan dengan menggunakan uap; 

f) Batang pohon, batang kelapa sawit yang sudah tua tidak produktif lagi, dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tinggi. Batang kelapa sawit tersebut dapat dibuat sebagai bahan perabot rumah tangga seperti mebel, furniture,atau sebagai papan partikel. Dari setiap batang kelapa sawit dapat diperoleh kayu sebanyak 0.34 m3.