Pembibitan Cacing

Dalam memulai pembudidayaan cacing tanah, hal yang terpenting adalah harus disiapkan adlah bibit. Bibit yang baik dapat menjadikan usaha pembudidayaan berlangsun dengn abaik. Untuk itu, penyediaan bibit harus memenuhi persyaratan.


Ciri-ciri Bibit Yang Baik

Salah satu ciri bibit cacing tanah yang baik aalah yang sudah dewasa dan sehat. Cacing tanah dewasa artinya cacing tanah yang sudah memiliki alat perkembangbiakan yang disebut kltelium. Klitelium tersebut mudah diketahu dari pengamatan langsung pada tuuh cacing tanah karena bentuknya seperti cincin. Cincin tsb merupakan bagian tubuh yang menebal dan letaknya pada segmen 26 - 32 dari bagian atas tubuh cacing. Warnanya lebih terang disbanding warna tubuh lainnya. 

Cacing tanah dewasa biasanya sudah berumur 2,5 - 3 bulan terhitung sejak menetas dari kokon. Panjang tubuhnya sekitar 8 - 14 cm dan jumlah segmennya ada sekitar 85 - 140 buah. Warna tubuh bagian punggung cokelat merah hingga ungu kemerahan, sedangkan warna tubuh bagian perut krem. 

Cacing tanah yang akan dijadikan bibit tidakk perlu terlalu besar atau bobotnya terlalu berat. Namun demikian , bibitnya pun jangan terlalu kecil. Biasanya dalam satu kilogram cacing tanah dewasa yang dijadikan bibit terdiri dari sekitar 100 ekor cacing tanah.

Bibit Cacing dari Peternakan

Sebenarnya ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh bibit, yaitu dapat dilakukan untuk memperoleh bibit, yaitu dari alam an dari peternakan. Namun, bibit dari alam sangat sulit dijumpai di Indonesia. Hal ini desebabkan jenis cacing tanah yang dibudidayakan adalahbukan jenis local. Umumnya jenis cacing yang dibuudidayakan (L.rumbellus) di impor dari Eropa karena memang asalnya dari sana.

Pada saat akan membeli bibit dari peternak, yang perlu dipersiapkan adalah wadah. Wadah untuk menampung bibit cacing c tanah dapat berupa karung terigu atau waah yang akan digunakan seabagai tempat pemeliharaan cacing tanah. Tentu saja wadah ini tergantung pada faktor efisien dan ekonomis. Bila terlalu sukar dibawa maka dapat digunakan wadah karung terigu .Namu karung terigu sebaiknya direndam leabih dahulu dalam air selama beberapa menit agar suhu dalam karung tetap terjaga. Bila jarak lokasi anda dengan peternak kpenjual ibit tidak jauh, wadah pemeliharaan pun dapat digunakan

Sebagai patokan besaran wadah pemeliharaan berupa kotak plastic berukuran panjang 43 cm, lebar 35 cm dan tinggi 16 cm dapat untuk memelihara 0,25 kg bibit cacing tanah. Pada saat penimbangan cacing tanah akan selalu bergerak berusaha meninggalkan wadah, sehingga akan mempengaruhi angka pada meteran timbangn. Sifat ini terjadi karena cacing tidak menyukai cahaya. Untuk mencegah hal tersebut, pada saat penimangan sebaiknya dilakukan sebagai berikut. (1) siapkan wadah untukmenampung bibit cacing tanah. (2) masukkan sedikit media kedalam wadah (3) Timbang wadah beersama media dan catat beratnya, misalnya 2 kg (4) masukkan cacing tanah ke atas media dalam wadah sambil memperhatikan angka pada timbangan. Bilaakan dibeli sebanyak 1 kg bibit cacing maka angka timbangan harus menunjukkan angka 3 kg.

Setelah diperoleh jumlah ibit yang diinginkan, ke dalam wadah ditambahkan media secukupnya. Hal ini sangat penting saat akan membwa bibit cacing tanah dlam perjalanan. Tujuannya ialah agar kondisi lingkungan dalam wadah penangkutan sma seperti pada wadah pemeliharaan.

Untuk melindungi cacing tanah dari sinar matahari selama di perjalanan, bagian atas media ditutup dengan potongan batang pisang . Batang ppisang sangat baik digunakan k arena kandungan airnya tinggi, lembab. Dan selalu dinin walupun kondisi di luar media panas.

Bila menggunakan karung terigu sebagai wadah angkut, setelah dimasukkan potongan batang pisang, bagian mulut karung tidak perlu ditutup atau diikat, tetapi cukup hanya digulung sehingga bagian atasnya terbuka. Hall ini dimaksud agar udara dalam wadah tetap tercukupi agar sirkulsli udara di dalam wadah data berjalan dengan baik. Sebaiknya jumlah yang dapat ditampung hanya seprtiganya saja atau ahnya sekitar 3 - 4 kg bibit cacing tanah.

Sebaiknya setelah sampai di tempat tujuan, bibit langsung ditebar di wada pemeliharaan sementara. Tidak dianjurkan untuk menimpan bibit cacing tanah berlama-lama di dalam wadah pengangkutan seperti karung terigu ini desebabkan perndingan jumlah media dan cacing tanah di dalam wadah tidak seabanding. Selain itu , setiap hari cacing harus diberi makan. Hal llain yang tidak kalah pentingnya ialah agar cacing dapat memproleh udara segar setelahlama dalam perjalanan.

Sumber bacaan : Sukses Beternak Cacing Tanah. Rony Palungkun, Agribisis 2007