Pemungutan Hasil Tanaman Gambir

Pemungutan Hasil Tanaman Gambir

Panen

Pada umur 12 -14 bulan tanaman gambir tingginya sudah mencapai 1.5 - 1,8 meter. Panengambir dilakukan dengan cara memangkas dapat dilakukan pada umur 1,5 tahun atau lebihtergantung tingkat pertumbuhan tanaman. Selanjutnya panen dapat dilakukan 2 -3 kalisetahun (4 - 6 bulan). Tanaman gambir dapat produktif samapi 20 tahun, tatapi padaumumnya hanya selama 10 -12 tahun. Apabila pertumbuhan baik, tanaman dapatmenghasilkan 5 kg daun + ranting muda sekali panen per tanaman. Tanda-tanda tanamansudah dapat dipanen, yaitu : Daun sudah berwarna hijau muda/tua/kuning/ coklat dan apabila dirasakan dengan tangansudah agak keras; Ranting berwarna hijau kecoklat-coklatan dan coklat muda; Daun bila diremas sedikit saja dengan tangan sudah mengeluarkan getah.

Pasca Panen

Semua daun yang dipetik harus segera diolah, sebab setelah 24 jam akan berkurang getahnya.Untuk itu jumlah daun yang dipetik harus disesuaikan dengan kemampuan untuk mengolah. Bahan ; Bahan yang digunakan adalah daun gambir dan carian perebus. Cairan perebus ini berasal dari filtrat daun gambir hasil perebusan ke 2 dan digunakan sebagai perebus gambir segar;

Peralatan

Tungku dan wajan perebus. Alat ini digunakan untuk merebus daun gambir sehingga dapat diekstrak getahnya; Kapuk. Alat ini berupa keranjang dari rotan atau kulit kayu yang digunakan sebagai kemasan daun gambir yang sedang direbus. Sapik, adalah alat tradisional untuk memeras getah tanaman. Alat ini dapat memuat 40 kg daun gambir setiap kali pemerasan;

Palu

Alat ini digunakan untuk memasakan baji pada alat sapik. Palu ini sangat berat, yaitu15 - 20 kg; Peraku tanam, alat ini berupa wadah dari kayu untuk menampung cairan hasil pemerasan daun gambir; Peraku panjang, Alat ini digunakan untuk solidifikasi getah gambir sehingga berupa pasta; Cupak, Alat ini terbuat dari potongan bambu dan digunakan untuk mencetak pasta gambir; Ambung, Alat ini berupa keranjang dari rotan untuk membawa daun gambir dari kebun ketempat pengolahan; Alat pres semi mekanis. Alat ini memeras gambir dengan kombinasi pres hidrolik dan presulir. Dianjurkan menggunakan pres hidrolik (dongkrak) berkekuatan 50 ton. Ketel pengukus, Alat ini dugunakan untuk menampung filtrat hasil pemerasan daungambir. Ember dan baskom dapat digunkan sebagi wadah penampung filtrate; Alat pengering, Alat ini digunkan untuk mengeringkan gambir. Berbagai jenis alatpengering dapat digunakan untuk mengeringkan gambir; Cetakan, Cetakan dapat berupa tabung silinder, atau gelang.

Cara pembuatan

Cara pengolahan gambir secara tradisional telah diperbaiki dengan mengenal ketelpengukus, alat perenas semi mekanis, dan alat pengering. Cara semi mekanis ini memberikan hasil yang lebih baik; Pengukusan, Daun dikukus dengan uap panas selama 30 - 60 menit; Pemerasan, Daun yang baru dikukus, dan masih sangat panas dimasukkan kedalam silinderalat peras, kemudian dipres dengan tekanan sampai 50 ton. Tekanan dinaikan secara pelanpelan. 

Hasil perasan di tampung dengan ember atau baskom plastic; Pengentalan, filtrat dipindahkan ke wadah yang bermulut lebar yang tahan karat, misalnyabaskom plastik atau bak kayu keras yang dipermukaanya licin, filtrat dibiarkan selamsemalaman sehingga mengeras menjadi pasta gambir; Penirisan. Pasta dibungkus dengan kain yang kuat kemudian ditindih dengan beban (batu,atau coran semen) selam 5 - 10 jam, hasil penirisan serupa adonan kue dapat dibentuk; Pencetakan, Pasta yang sudah ditiriskan dicetak dengan silinder bambu, gelang darialumunium, atau dipotong - potong berbentuk persegi (panjang 2 cm, lebar 2 cm dan tebal 0,5cm); Pengeringan. Gambir yang telah dicetak, dijemur dengan sinar matahari. Pada malam hariatau pada saat tidak tersedia panas matahari, gambir yang masih basah dikeringkan denganalat pengering sampai kadar air di bawah 17%.

Mutu Gambir

Mutu gambir sangat ditentukan oleh proses pengolahan getah gambir dan mutu daun gambir.Pada proses pengolahan getah gambir, ketelitian pemetikan daun, kebersihan peralatan pengolah, lingkungan pengempaan dan tempat penjemuran serta pengaruh curah hujan dapat mempengeruhi mutu gambir. Selain itu umur juga berpengaruh terhadap rendemen getah yang dihasilakan. Daun gambir muda lebih kaya akan kandungan catchin sehingga untuk menghasilkan gambir yang lebihbaik mutunya dapat digunakan daun yang lebih muda.