Pengendalian Hama Pada Tanaman Tebu

Jenis-jenis hama pada tanaman tebu dan cara pengendaliannya adalah : 

Penggerek pucuk (Tryporyza vinella F), menyerang tanaman tebu 2 minggu sampai umur tebang berupa lubang-lubang melintang pada helai daun yang sudah mengembang. Pengendalian dilakukan dengan pestisida nabati dan agensia hayati atau dengan insektisida yang bersifat sistemik.

Uret (Lipidota stigma F), menyerang perakaran dengan memakan akar dengan gejala seperti kekeringan. Jenis uret yang menyerang tebu antara lain : Leucopholis rorida, Psilopis sp dan Pachnessa nicobarica. Pengendalian dilakukan secara mekanis dengan menangkap kumbang pada sore/malam hari dengan perangkap lampu biasa , atau dengan pengolahan tanah untuk membunuh larva uret, penanaman menghindari musim serangan uret (Juni - Juli) atau dengan agensia hayati (Metarhyzium atau Beauveria bassiana)
Penggerek batang bergaris (Proceras sacchariphagus Bojer), adalah penggerek batang yang paling sering di temukan disemua kebun tebu, menyerang tanaman berumur 3 - 5 bulan atau kurang dan dapat menyebabkan kematian. Pada tanaman tua menyebabkan kerusakan ruas-ruas batang dan pertumbuhan ruas diatasnya terganggu, sehingga berat dan rendemen menjadi turun. Pengendalian dengan insektisida yang sesuai, cara lain dengan biologis menggunakan parasitoid telur Trichogramma sp dan lalat jatiroto (diatraeophaga striatalis). 
Penggerek batang raksasa (Phragmataecia gummata Sw), Yang merusak adalah bentuk larvanya yang berupa ulat yang cukup besar dan menggerek bagian dalam di tengah batang hingga hancur dan tanaman mati. Pengendaliannya secara kimiawi hanya dilaksanakan dalam keadaan tertentu saja, misal dalam keadaan serangan amat parah, dan tidak dapat dikendalikan dengan cara lain. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida tertentu. 

Kutu bulu putih, hidup dibawah permukaan daun dan menghisap cairannya. Serangan kutu bulu putih pada tanaman tebu muda yang perakarannya belum kuat, dapat menghambat pertumbuhan, bahkan pada serangan yang berat tanaman dapat mati. Ada tiga cara pengendalian yaitu 
  • Mekanis, daun-daun yang terserang dipotong, dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dibawa keluar untuk kemudian dibakar. Dapat pula dilakukan dengan mengulas daun yang terserang dengan kain basah atau tanah; 
  • Secara Biologis, dilakukan dengan pelepasan kerawai yang berisi parasit kutu, yaitu Encarsia flavoscutellum Zehntner. Parasit ini meletakkan telur-telurnya di dalam badan kutu muda; 
  • Secara kimiawi, dilakukan dengan penyemprotan insektisida sistemik. Penyemprotan sebaiknya diarahkan pada permukaan daun sebelah bawah dan daun-daun pucuk. 
Kutu perisai batang, jenis-jenisnya Aulacaspis tegalensis Zehntner dan A. Madiunensis Zehntner, menyerang tebu yang telah beruas dan menghisap cairan (nira) batang dengan alat hisap (stylet). Pengendaliannya secara kimiawi yaitu dengan penyemprotan insektisida organoposfat, atau dengan cara pembakaran.
Belalang (Locusta migratoria dan Valanga nigriri cornis), hama ini muncul pada musim hujan. Bagian tanaman yang dimakan belalang adalah helai daun dan titik tumbuh. Pengendalian hama belalang dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan umpan dan penyemprotan kimia. Umpan dibuat dari dedak yang dicampur dengan 0,1 persen insektisida. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida dengan cara pengabutan.
Ulat grayak, jenis-jenisnya Anticyracombusta, Spodoptera mauritia, Leucania sp, ulat ini menyerang dun muda maupun tua. Pengendaliannya dengan insektisida kontak atau perut yang disemprotkan dengan cara pengabutan.
Rayap, jenis-jenisnya Macrotermes gilvus dan Micro-certermes sp ), biasanya rayap kelompok pekerja memasuki bibit bagal melalui bidang pangkasnya, memakan bagian dalam yang lunak. Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan mencari dan membongkar rumah-rumah rayap. Secara kimiawi, disiramkan 1 % larutan insektisida kedalamnya.
Cacing mikro (nematode), kantong cacing betina melekat atau seluruhnya berada di dalam jaringan akar sehingga terbentuk benjolan (umbi) dekat ujung akar. Pengendaliannya dengan cara fumigasi. 
Tikus, merusak tanaman dengan cara memakan dan menggerogoti atau mengeratnya dengan gigi serinya. Pengendaliannya dapat dilaksanakan dengan cara : 
  • Sanitasi kebun, 
  • Pengendalian secara mekanis, dilakukan dengan emposan (pengasapan) dan gropyokan, 
  • Secara kimiawi, dalam bentuk umpan racun.