Penilaian Pada Kuda (Lanjutan)

Menilai atau judging seekor kuda tidak ubahnya seperti melihat sebuah lukisan yang indah, semua bagian dari lukisan itu haruslah menyenangkan untuk dipandang. Dengan landasan pemikiran tersebut untuk menggambarkan hubungn langsung antara konformasi tipe dan fungsi yang di inginkan pada seekor kuda.


Pada dasarnya ada 3 cara untuk seleksi kuda yaitu dengan menggunakan informasi tentang silsilahnya, performans dan observasi visual saja. Pembahasan seleksi berikukt ini hanya akan mencakup 2 bangsa kuda yang paling populer di Amerika Serikat, yaitu Quater Horse dan Thoroughbred.

Penilaian (Judging) Bangsa Thorough Bred.

Kelas bibit untuk kuda Thoroughbred jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan Quarter Horse. Prosedur penilaian untuk kuda ini sama dengan yang diterapkanpada Quarter Horse. Secara umum penilainya pada bangsa kuda ini diarahkan pada kualitas serta kehalusannya. Bulunya halus dan rapat, kulitnya tipis dan venanya Nampak menmonjol. Secara umum bangsa Thoroughbred lebih peka dibandingkan dengan bangsa lainnya.

Pada bagian Kepala dan Leher

Kepalanya kecil, bagian-bagiannya serasi dan penampilannya mengesankan cerdas. Dalam profilnya, hidungnya lurus atau agak melengkung. Moncongnya rapih dan lembut, lubang hidungnya besar sehingga dapat menghirup udara yang cukup banyak sewaktu kuda iru berlari atau melompat , dua aktivitas yang diunggulkan dari bangsa kuda ini, telinganya keaci dan rapi, matanya besar, menyolok dam da;a, . Garis rahangnya tidak seademikian tebal perototannya, diabandingkan dengan baasngsa Quarter Horse dan bangsa Arab, taenggorokkan ramping melekat mantap pada leher yang panjang dengan perototan yang baik. Lehernya tidak hanya melengkung tetapi juga lentur sehingga memungkinkan kuda itu dapat memanfaatkannya untuk kesimbangan gerak. Rambut lehernya halus dan tipis.

Pada bagian Pundak, Bahu dan Kaki depan

Pundaknya cukup menonjol. Kemampuan kuda thoroughbred untuk melompat juga ditentukan oleh kemiringan bahunya. Tanpa kemiringan sekitar 45 0 , kuda itu tidak akan mudah untuk menarik kakinya keatas untuk mengjhidnari adanya bebagai rintangan serta untuk keperluan gerakan acepat yang diseabut galloping . Seperti halnya bangsa-bangsa kuda lainnya kemiringan punggung kuda berkaitan langsung dengan kenyamanan kuda terseabut untuk ditunggangi.

Dadanya lebar dan dalam, hingga leluasa member tempat untuk jantungnya yang besar serta paru-parunya yang bersifat mengembang (ekspansi). Kaki depanya harus sserasi, terpisah dengan jarak yang tidak terlalu jauh atau terlalu dekat satu sama lain.

Kaki depan kuda Thoroughbred mantap dan kuat dengan tulang yang kokoh, perdagingnnya bagus, kuat namun tidak terlalu gemuk. Lututnya rata, tulang cannon-nya pendek, tetapi tidak sependek Quarter Horse. Disamping itu, pastern yang terlalu panjang serta miring lebih mudah menimbulkan keadaan pincang. Kaki depan Thoroughbred lebih mudah mengalami gangguan bila latihannya terlalu keras dan terlalu acepat.

Teraca kakinya haruslah rapid an berukuran proporsional dan sesauai dengan ukuran badannya. Kuda Throroughbred haruslah Nampak ringan di atas kaki-kakinya. Jadi kaki yang kuat sangatlah vital karena seekor kuda Thoroughbred yang berumur 3 tahun tingginya dapat mencapai 160 cm aau lebih dan harus menyangga berat400 sampai 500 kg

Punggungnya panjang tetapi tidak sepanjang American Saddle Horse atau standarbred. Tidak hanya dadanya saja yang harus lebar tetapi badannya juga. Tulang rusuknya tidak kearah luar seperti kuda Arab atau kuda Quarter Horse, tetap lebih kea rah bawah.. 

Badan Bagian belakang Nampak seperti buah pear dan bukannya bujursangkar ataupun buah apael seperti bangsa Quarter Horse. Perhatikan kehalusan ekornya, yang panjang edealnya sampai pada pertengahan hock dan. Posisi kaki bagian belakang hendaknya tidak terlalu dekat satu sama lain. Kaki depan dan kaki belakang yang terlalu dekat, dalam pergerakan dapat melaukai satu sama lain.Bangsa Kuda Throroughbred yang bergerak

Juri (penilai) untuk kelompok bibit, kelompok kuda tunggang atau kuda berburu akan memberikan tekanan penilaian pada cara atau penampilan kuda dalam keadaan bergerak. Seekor kuda yang kondisinya bagus gerakannya mungkin saja jelek.

Kuda bangsa ini yang sedang berjalan hendaknya bergerak dengan waspada, teratur dan dengan gerak langkah yang panjang. Dalam gaya trot kaki digerkkan teratur tidak terlalu tinggi namaun juga tidak terlalu rendah. Pada gaya acanter, gerakan kaki juga harus rendah, pendek atau panjangnya tergantung pada kecepatan canter yang diinginkan. Pada gaya gallop langkahnya sangat panjang dan badan terentang dengan bagian belakang agak naik, kaki depan juga menentang lurus.

Penilaian GIGI

Seekor kuda mempunyai gigi bayi yang kemudaian akan diganti dengan gigi tetap. Ada 6 gigi depan atas dan 6 gigi depan bawah, Gigi tetap mulai muncul dalam pasangan, dimulai 2,5 tahun, Baik gigi seri tengah atas maupun bawah pada umur 3 tahun telah lengkap. Pada umur 4 tahun, pasangan berikutnya pun menjadi lengkap dan tinggalah satu pasang gigi seri sementara. Pada umur 5 tahun maka gigi tetap satu set lengkap .Hal yang menarik adalah perkembangan gigi taring kira-kia pada umur tersebut (kadang-kadang terjadi pada umur 3,5 tahun). Gigi taring atau disebut juga gigi serigala selalu ada pada kuda jantan dewasa aau kuda jantan muda (gelding), tetapi jarang ada pada kuda betina 

Sumber bacaan : Ilmu Peternakan . Fapet. UNDIP