Penyediaan Bibit Tanaman Kopi

Bibit merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya tanaman kopi. Bibit kopi yang akan ditanam dapat diperoleh dengan cara membeli atau membuat sendiri. Berikut dijelaskan bagaimana memilih bibit yang baik.

Memilih Bibit

Pemilihan bibit merupakan suatu kegiatan yang sangat menentukan keberhasilan dalam budidaya tanaman kopi. Pemilihan bibit tanaman kopi mencakup berbagai segi , yaitu pemilihan varietas/klon unggul yang sesuai, macam bibit, serta sumber benih dan bibit


Klon unggul anjuran

Ciri-ciri klon unggul: dapat berproduksi tinggi dan kontinyu, tahan terhadap serangan hama/penyakit tertentu (terutama HV) serta menghasilkan kopi bermutu tinggi.

Klon kopi Arabika anjuran antara lain: AB3, S795, USDA 762, Kartika 1, Kartika 2, sedangkan klon kopi robusta antara lain: BP 42, BP 288, BP 358,BP 409, dan BP 237

Sifat-sifat klon kopi Arabika unggulan

Klon AB3: Tipe pertumbuhan tinggi melebar, produktivitas 750-1000 kg/ha/tahun, ukuran biji 19.1g/100 biji, renta karat daun, syarat tumbuh 1.250 m dpl.

Klon S795: Tipe petumbuhan tinggi melebar, produktivitas 1.000-1.500 kg/ha/th, ukuran biji besar (17.5 g/100 biji, Agak tahan karat daun, Syarat tumbuh 700 m dpl.

Klon USDA 762: Tipe pertumbuhan tinggi melebar, rimbun, produktivitas 800 -1400 kg/ha/th, ukuran biji agak besar ( 14.7 g/100 biji), rentan nematode, Syarat tumbuh >1000 m dpl, tanah subur.

Klon Kartika 1: tipe pertumbuhan pendek, dapat ditana rapat, produktivitas 2500 kg/ha/th, ukuran biji agak besar (15.8 g/100 biji), agak rentan nematode, syarat tumbuh > 700 m dpl

Klon Kartika 2: Tipe pertumbuhan pendek, dapat ditanam rapat, Produktivitas 2500 kg/ha/th,ukuran biji agak besar (15.8 g/100 biji), agak rentan nematode, syarat tumbuh > 700 m dpl, beriklim basah.

Deskripsi beberapa klon kopi robusta anjuran

Klon BP42: berbunga agak lambat, sesuai untuk dataran tinggi dan rendah serta sebagai klon penyerbuk, kurang tahan kekeringan, ukuran biji besar,habitus sedang, produksi 800-1200 kg/ha/th

Klon BPP 234: Sesuai untuk daerah dataran tinggi dan rendah, agak tahan kering, habitus sedang, ukuran biji besar, produksi 800-1.200 kg/ha/th

Klon BP 288: sesuai untuk daerah dataran rendah, agak tahan kekeringan, habitus sedang, produksi 800-1.700 kg/ha

Klon BP 409: Sesuai untuk dataran tinggi dan rendah, iklim kering, tahan kekeringan habitus sedang sampai besar, berbiji besar

Klon SA 237: Sesuai untuk dataran tinggi, iklim basah, kurang tahan kekeringan, habitus sedang sampai besar, ukuran biji besar, produksi 800-2.300 kg/ha/th

Macam bibit

Bibit kopi dibedakan menjadi dua, yaitu bibit generatif dan bibit vegetatif. Bibit generatif (bibit semai) diperoleh dengan menyemaikan benih. Bibit semai boleh digunakan asal berasal dari benih hasil persilangan pertama (hibrida) yang diperoleh langsung dari penangkar benih terpercaya. Benih berasal dari tanaman yang sudah diisolasikan sehingga sifat unggulnya tidak tercemar. Penanaman dengan benih yang berasal dari kebun sendiri tidak disarankan karena karena biasanya sifat benih tersebut berbeda dengan induknya sehingga keunggula benih tidak dapat diduga.

Bibit vegetative diperoleh dengan membiakkan bagian tanaman selain benih, misalnya bibit cangkokan, sambungan , okulasi dan setek. Penggunaan bibit vegetative ini dianjurkan terutama sambungan dan setek.

Kelebihan bibit vegetative

Cepat berbuah (terutama bibit setek), sifat sama dengan induknya sehingga dapat dipilih dari induk yang unggul, bibit sambungan merupakan gabungan dari dua jenis kopi yang bersifat unggul, yaitu batang atas berproduksi tinggi, tahan terhadap penyakit dan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi, sedangkan batang bawah dipilih dari jenis yang perakarannya baik. 


Sumber: KOPI.BUDIDAYA & PENANGANAN PASCA PANEN. Oleh Ir. Sri Najiati dan Ir. Danarti. 2004.